All Sport

Putra Tri tak mau berpuas diri setelah ukir sejarah panjat tebing

Putra Tri Tak Ingin Berpuas Diri Usai Kukuhkan Sejarah Panjat Tebing

Putra Tri tak mau berpuas diri – Putra Tri, yang kerap disapa Srondeng, kembali menorehkan prestasi gemilang dalam dunia olahraga panjat tebing internasional. Pada ajang World Climbing Series yang digelar di Praha, Ceko, ia berhasil meraih medali emas dalam nomor lead, menjadi atlet pertama Indonesia yang mencapai puncak podium di kompetisi tersebut. Keberhasilan ini tak hanya memperkuat namanya sebagai salah satu pemanjat berbakat, tetapi juga menambah daftar kebanggaan bangsa dalam olahraga yang sebelumnya dianggap belum memiliki representasi kuat di level global. Kemenangan bersejarah ini tercapai setelah melalui perjuangan sengit di babak final, yang menguji stamina fisik, mental, dan teknik secara maksimal.

Pencapaian Penting dalam Sejarah Panjat Tebing

Dalam kompetisi tersebut, Putra Tri menorehkan skor 43 yang mengungguli para lawannya, termasuk atlet-atlet berpengalaman dari negara-negara lain. Hasil ini memberi gambaran bahwa Indonesia kini mampu bersaing dalam ajang-ajang elite seperti World Climbing Series. Meski sukses, Putra Tri menegaskan bahwa pencapaian ini hanya awal dari perjalanan panjangnya. Ia mengungkapkan bahwa rasa puas belum sempurna, karena masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Ini adalah final kedua saya dan emas pertama, tentu sangat bahagia karena rute di final sangat sulit terutama di bagian atas sampai tangan saya pump (kelelahan mencengkeram),” ujar Putra Tri, dikutip dari keterangan tertulis PP FPTI.

Putra Tri mengakui bahwa keberhasilan ini berkat latihan intensif yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Menurutnya, keberhasilan di Praha adalah buah dari persiapan matang, baik secara teknis maupun mental. “Pekerjaan rumahnya adalah saat orientasi jalur dan mengatasi rasa grogi,” tambahnya, menyoroti bahwa mental atlet sangat penting untuk menghadapi tantangan di level internasional.

Perjalanan Menuju Keberhasilan

Sebelumnya, pada September 2025, Putra Tri sempat mencapai babak final di Koper, Slovenia, meski hanya berada di peringkat keenam dengan skor 40+. Kali ini, ia mampu mengungguli tujuh pemanjat top dunia, termasuk Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang. Peserta lainnya meliputi Adam Ondra (Ceko), Luka Potocar (Slovenia), Filip Schenk (Italia), serta Jakob Schubert (Austria). Dalam lomba tersebut, Neo Suzuki meraih medali perak, sedangkan Jakob Schubert terpaksa puas dengan perunggu.

Putra Tri tak hanya fokus pada prestasi individu, tetapi juga berharap dapat membangun momentum untuk kejayaan Indonesia di ajang-ajang besar. Ia menyebutkan bahwa medali emas ini menjadi semangat baru untuk terus meningkatkan kemampuan, terutama dalam menghadapi kompetisi yang lebih menantang. “Saya ingin terus berkembang dan membawa nama Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarnya, menegaskan komitmennya untuk tidak berpuas diri.

Menurut pelatihnya, tim pelatih Putra Tri telah memberikan dukungan maksimal selama persiapan di Praha. Latihan terencana, pemantauan kondisi fisik, dan mental training menjadi faktor kunci yang membawa si pemanjat Jawa Timur ke puncak podium. Meski telah sukses, Putra Tri tetap menyadari bahwa peningkatan konsistensi dan adaptasi terhadap berbagai jenis rute masih menjadi tantangan besar. “Rute di World Climbing Series sangat beragam, dan saya perlu terus belajar untuk menghadapinya dengan lebih baik,” kata atlet berusia 23 tahun itu.

Keberhasilan ini juga menginspirasi banyak atlet muda Indonesia untuk terus berlatih dan mengejar impian mereka. Putra Tri berharap bisa menjadi teladan dalam olahraga panjat tebing yang kini semakin populer di Asia Tenggara. Dengan pemenangannya di Praha, ia menambah daftar nama-nama yang telah membawa Indonesia meraih pengakuan internasional dalam olahraga yang tergolong jarang diunggulkan. “Saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa melampaui ekspektasi dengan kerja keras dan ketekunan,” ujarnya, yang menegaskan komitmen untuk tetap tidak berpuas diri.

Leave a Comment