Mendukbangga: Bahasa Kasih Jaga Keharmonisan Keluarga
Meeting Results – Jakarta – Pada perayaan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) serta Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar webinar daring berjudul “Bahasa Kasih dalam Keluarga”. Acara ini bertujuan memperkuat ikatan kekeluargaan melalui metode komunikasi yang hangat dan penuh empati, sekaligus membantu masyarakat memahami perbedaan kepribadian anggota keluarga untuk menciptakan hubungan yang lebih harmonis.
Peran Komunikasi dalam Memperkuat Hubungan Keluarga
Dalam pidatonya, Menteri Mendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan bahwa bahasa kasih tetap menjadi pilar utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, terlepas dari kemajuan teknologi yang mengubah cara berinteraksi sosial. “Keluarga adalah fondasi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga kemampuan untuk berkomunikasi dengan penuh kasih dan memahami karakter anggota keluarga adalah kunci utama,” ujarnya. Menurut Wihaji, di tengah tekanan rutinitas dan perubahan gaya hidup, komunikasi yang penuh perhatian dapat mengurangi konflik dan meningkatkan keakraban dalam keluarga.
“Dari mana memperbaiki keluarga? Kalau kita memahami bahasa kasih, watak, dan cinta, Insyaa Allah setengah masalah selesai,” kata Wihaji dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Wihaji menjelaskan bahwa transformasi zaman memaksa masyarakat mengadopsi pendekatan baru dalam membangun hubungan keluarga. “Dengan menguasai metode dan ilmu baru, kita bisa menciptakan kebaikan bersama. Bahasa kasih serta pemahaman tentang sifat bawaan individu adalah bekal penting agar keluarga bisa beradaptasi dengan perubahan,” tegasnya. Webinar ini diharapkan menjadi wadah untuk membahas strategi efektif dalam mengelola komunikasi di tengah kehidupan yang semakin sibuk.
Analisis Kepribadian dan Komunikasi yang Efektif
Menurut Aisah Dahlan, seorang pakar neurosains dan konsultan keluarga, watak manusia merupakan program genetik yang terbentuk sejak lahir. Namun, ia menegaskan bahwa perbedaan watak tidak boleh menjadi alasan untuk menilai seseorang sebagai baik atau buruk. “Setiap individu memiliki ciri khas unik, dan pemahaman tentang bahasa kasih serta cara berkomunikasi yang sesuai dengan kepribadian dapat menjembatani perbedaan tersebut,” katanya. Dalam webinar, Aisah menjelaskan bahwa otak frontal, yang menjadi pusat pengambilan keputusan, dapat dipengaruhi oleh pendidikan, pola asuh, nilai budaya, dan pemilihan pasangan hidup.
Dalam konteks ini, Aisah menyoroti empat tipe kepribadian utama: sanguinis (ceria), koleris (egas), plegmatis (tenang), dan melankolis (perfeksionis). Setiap tipe memiliki kebutuhan komunikasi dan pendekatan yang berbeda. Misalnya, orang dengan kepribadian sanguinis cenderung merespons dengan kesenangan dan ekspresi yang hangat, sedangkan tipe melankolis memerlukan pendekatan yang lebih teliti dan empatik. Dengan mengenali tipe ini, orang tua dan pasangan bisa menyesuaikan komunikasi mereka untuk memperkuat ikatan keluarga.
Meeting Results ini juga membahas pentingnya menggabungkan ilmu psikologi dengan praktik sehari-hari dalam rumah tangga. Aisah menekankan bahwa kesadaran tentang bahasa kasih tidak hanya mencegah konflik, tetapi juga membangun kepercayaan dan kerja sama dalam keluarga. “Komunikasi yang baik adalah jembatan antara pengertian dan keharmonisan, terutama di tengah tantangan hidup modern yang seringkali memicu kesalahpahaman,” jelasnya. Diskusi ini diharapkan memberikan wawasan praktis kepada peserta untuk menerapkan pendekatan komunikasi yang lebih efektif di rumah tangga.
Webinar ini menarik partisipasi ribuan orang dari berbagai daerah, yang menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap isu keharmonisan keluarga. Dengan menyelipkan konsep bahasa kasih ke dalam rutinitas harian, keluarga bisa menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik. Pada akhirnya, Meeting Results ini tidak hanya membahas teori, tetapi juga memberikan panduan konkret yang bisa langsung diterapkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
