Bisnis

Key Strategy: Wamen PKP nilai penataan kawasan kumuh ubah masa depan desa pesisir

Key Strategy: Wamen PKP Nilai Penataan Kawasan Kumuh Ubah Masa Depan Desa Pesisir

Key Strategy yang diterapkan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, menunjukkan potensi besar dalam memperbaiki kawasan kumuh sebagai bagian dari perubahan struktural desa pesisir di Indonesia. Dalam kunjungan ke Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, ia menekankan bahwa penataan lingkungan kumuh bukan hanya tugas teknis, tetapi juga upaya mendasar untuk mengubah arah pembangunan wilayah pesisir. Proyek ini, yang disebut sebagai program Dana Alokasi Khusus Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK PPKT), dinilai sebagai langkah strategis dalam menumbuhkan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program DAK PPKT Sebagai Rumah Kebijakan Berkelanjutan

Dalam key strategy ini, pemerintah pusat fokus pada penataan kawasan kumuh sebagai pilar utama pengembangan desa pesisir. Fahri Hamzah mengungkapkan bahwa proyek DAK PPKT di Desa Soro, Kecamatan Kempo, telah menunjukkan hasil yang signifikan setelah beberapa bulan pengerjaan. Area yang ditata adalah kawasan Dorokarama II Segmen I, yang memiliki luas sekitar 8,7 hektare. Dengan penataan yang mencakup 2,28 hektare, program ini menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan berkelanjutan dapat mengubah wajah desa secara bertahap.

“Dengan key strategy ini, kita tidak hanya memperbaiki fisik kawasan, tetapi juga menanamkan kebiasaan hidup sehat dan berkelanjutan bagi warga pesisir,” tutur Fahri Hamzah saat meresmikan penataan tersebut pada 15 Juni 2026.

Program DAK PPKT dirancang untuk mengatasi masalah perumahan yang tidak layak huni, serta meningkatkan aksesibilitas fasilitas umum. Tantangan utama terletak pada keterbatasan anggaran dan kebutuhan harmonisasi antara kebijakan pusat dengan kebutuhan lokal. Meski demikian, proyek ini menjadi salah satu inisiatif kunci dalam mengubah nasib desa pesisir melalui pendekatan terpadu yang melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.

Transformasi Lingkungan dan Perubahan Sosial yang Berkelanjutan

Key strategy dalam penataan kawasan kumuh tidak hanya terfokus pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan perubahan sosial. Fahri Hamzah menjelaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat pesisir membutuhkan kombinasi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan kapasitas SDM. Peningkatan akses ke pendidikan, kesehatan, dan layanan dasar dianggap sebagai bagian tak terpisahkan dari keberhasilan program ini. “Masyarakat harus terlibat langsung, karena mereka adalah pengguna utama dari lingkungan yang dibangun,” tegasnya.

“Program ini memberikan kesan kuat bahwa desa pesisir bisa menjadi sentral perekonomian baru,” kata Bupati Dompu Bambang Firdaus.

Transformasi yang terjadi di Desa Soro menggambarkan potensi perubahan mendasar jika key strategy ini dilanjutkan. Fokus pada lingkungan yang lebih sehat, aman, dan layak huni tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga mendorong inisiatif lokal seperti pengelolaan sampah yang lebih baik dan penggunaan lahan secara efisien. Pemerintah daerah meminta dukungan lanjutan dari pemerintah pusat untuk memperluas penataan ke area lain di kawasan tersebut.

Langkah Khusus dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Key strategy dalam penataan kawasan kumuh juga mencakup strategi pemberdayaan ekonomi. Dengan adanya fasilitas baru, seperti jalan raya dan area rekreasi, desa pesisir diharapkan bisa mengembangkan sektor pariwisata dan usaha kecil menengah. Fahri Hamzah menyebutkan bahwa proyek ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, yang menekankan keberlanjutan dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. “Kita perlu memastikan bahwa setiap anggaran berkontribusi pada pengembangan desa yang lebih berdaya saing,” tambahnya.

“Kawasan Dorokarama II akan menjadi model untuk desa-desa pesisir lainnya,” ujar salah satu warga setempat.

Perubahan yang terjadi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat setempat. Dengan key strategy ini, warga desa memiliki akses lebih baik ke pasar, layanan kesehatan, dan pendidikan, yang sebelumnya terbatas karena kondisi kawasan yang tidak optimal. Pemerintah daerah juga berencana menggandeng mitra lokal untuk mengembangkan inisiatif ekonomi yang lebih berkelanjutan, seperti pengolahan hasil laut dan pertanian ramah lingkungan.

Keberhasilan penataan kawasan kumuh di Desa Soro menunjukkan bahwa key strategy ini bisa menjadi jawaban atas tantangan desa pesisir yang menghadapi masalah lingkungan dan ekonomi. Dengan pendekatan holistik, program DAK PPKT tidak hanya mengubah tampilan fisik desa, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan kehidupan yang lebih berkualitas. Fahri Hamzah optimis bahwa langkah-langkah ini akan membentuk fondasi keberlanjutan yang bisa diadopsi di daerah lain dengan kondisi serupa.

Leave a Comment