PLTS Oelpuah Dioperasikan PLN untuk Pemenuhan Kebutuhan Listrik Saat Beban Puncak
Visit Agenda – Kupang – Unit Induk Wilayah (UIW) PLN Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungkapkan bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Oelpuah di Kabupaten Kupang menjadi salah satu sumber listrik yang berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan energi di Pulau Timor selama masa beban puncak. Menurut General Manager PT PLN UIW NTT, F Eko Sulistyono, PLTS ini memiliki kapasitas 5 MWP dan secara konsisten memberikan pasokan energi hijau kepada masyarakat. Dalam Visit Agenda yang dilakukan bersama tim media, Eko menjelaskan bahwa keberadaan PLTS Oelpuah sangat penting untuk mengatasi ketidakseimbangan pasokan listrik di siang hari, saat permintaan energi mencapai puncak.
Proyek PLTS Oelpuah yang beroperasi sejak tahun 2016 ini dianggap sebagai salah satu inisiatif energi terbarukan berkapasitas besar di Indonesia. Visit Agenda kali ini menjadi kesempatan bagi PLN untuk menegaskan peran PLTS sebagai solusi jangka panjang dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Eko menyoroti bahwa PLTS Oelpuah berfungsi secara harmonis dengan jaringan PLN, yang membantu menjaga stabilitas pasokan energi tanpa mengganggu sistem distribusi yang sudah ada. “Kolaborasi dengan Independent Power Producer (IPP) merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan energi di NTT,” kata Eko selama Visit Agenda yang diadakan di Kupang, Kamis.
Kapasitas dan Sistem Operasi PLTS Oelpuah
Dalam operasionalnya, PLTS Oelpuah menggunakan sistem on-grid, sehingga terhubung langsung ke jaringan PLN tanpa perlu baterai tambahan. Sistem ini memungkinkan PLTS berfungsi sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WITA, menjawab kebutuhan masyarakat terutama pada jam sibuk. Eko menjelaskan bahwa pengoperasian PLTS Oelpuah tidak hanya menjamin keandalan pasokan energi, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebesar 10.000 ton per tahun. “Saya yakin Visit Agenda ini akan memberikan gambaran jelas tentang bagaimana energi terbarukan bisa menjadi pilihan utama di masa depan,” lanjut Eko.
Keberhasilan PLTS Oelpuah juga terlihat dari dampak positifnya terhadap pengurangan beban PLN. Eko menyatakan bahwa saat beban puncak, PLTS berperan sebagai sumber energi tambahan yang mengurangi risiko pemadaman listrik. “Selama Visit Agenda, kita bisa melihat langsung bagaimana teknologi dan infrastruktur di PLTS Oelpuah berjalan secara optimal,” ujarnya. PLN terus mendorong pengembangan PLTS Oelpuah agar dapat memberikan kontribusi lebih besar, terutama dalam memenuhi target pemerintah mencapai swasembada energi. Dalam konteks ini, PLTS Oelpuah menjadi contoh nyata keberhasilan penggunaan energi bersih.
Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan energi terbarukan, dengan total kapasitas mencapai 3.687 GW, di mana sekitar 3.294 GW berasal dari sumber energi surya. PLTS Oelpuah, yang beroperasi sejak 2016, hanya salah satu dari banyak proyek yang berperan dalam menjaga ketersediaan energi hijau. Visit Agenda kali ini juga membuka peluang untuk memperkenalkan inovasi teknologi yang digunakan di PLTS, seperti panel surya dengan efisiensi tinggi dan sistem kontrol yang canggih. Eko menegaskan bahwa teknologi ini sangat penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Selain itu, PLTS Oelpuah juga memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat sekitar. Eko menyebutkan bahwa proyek ini menciptakan lapangan kerja lokal dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan. “Dalam Visit Agenda, kita bisa melihat bagaimana kontribusi PLTS Oelpuah tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga lingkungan dan sosial,” tutur Eko. PLN terus berkomitmen untuk memperluas jaringan PLTS di NTT, agar lebih banyak wilayah dapat menikmati energi hijau yang ramah lingkungan.
Peran PLTS Oelpuah dalam Visit Agenda ini juga membuka peluang bagi pengembangan energi terbarukan di daerah lain. Eko berharap kolaborasi dengan IPP dapat diikuti oleh proyek serupa di wilayah lain, sehingga mempercepat transisi energi ke arah yang lebih berkelanjutan. Dengan kemampuan PLTS Oelpuah untuk menyuplai listrik hijau selama beban puncak, proyek ini menjadi model yang dapat direplikasi. “Saya yakin Visit Agenda ini akan memotivasi lebih banyak investor dan pemerintah daerah untuk mendukung proyek energi terbarukan,” pungkas Eko. Dengan berbagai langkah seperti ini, NTT semakin dekat dengan target swasembada energi yang telah ditetapkan pemerintah.
