Pertamina tambah pasokan Pertalite hingga 18 persen di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta
Pertamina tambah pasokan pertalite hingga 18 persen – Dalam upaya memastikan ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah melakukan peningkatan pasokan Pertalite sebesar 18 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini dilakukan untuk merespons peningkatan permintaan yang terjadi selama masa liburan sekolah, yang sejalan dengan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Dengan menambah pasokan, Pertamina berupaya meminimalkan risiko kelangkaan dan menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.
Meningkatkan Stok untuk Menyambut Permintaan Meningkat
Kebutuhan bahan bakar bersubsidi di Jawa Tengah dan DIY meningkat signifikan selama masa liburan, terutama di sektor transportasi dan industri. Pertamina memperkirakan adanya peningkatan volume konsumsi hingga 25 persen dibandingkan hari biasa, terbukti dari pergerakan kendaraan yang lebih tinggi dan aktivitas perekonomian yang tetap berjalan meski dalam skala terbatas. Dengan menambah pasokan Pertalite sebesar 18 persen, Pertamina memastikan bahwa masyarakat tidak mengalami hambatan dalam mengakses bahan bakar selama periode tersebut.
Kebijakan peningkatan pasokan ini juga terkait dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu. Perubahan harga tersebut berdampak pada pergeseran konsumen ke bahan bakar bersubsidi, seperti Pertalite, yang dianggap lebih ekonomis. Pertamina melakukan evaluasi rutin terhadap permintaan dan melakukan penyesuaian distribusi berdasarkan data real-time untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.
Strategi Pertamina dalam Mengelola Pasokan BBM
Langkah peningkatan pasokan Pertalite hingga 18 persen tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah dan DIY, tetapi juga di seluruh wilayah Indonesia. Pertamina menyesuaikan strategi logistik dan distribusi guna memenuhi permintaan yang meningkat, termasuk meningkatkan kapasitas pengangkutan dan mempercepat proses pengisian di SPBU. Dengan sistem yang terintegrasi, Pertamina mampu memantau kebutuhan bahan bakar secara dinamis dan mengirimkan pasokan tepat waktu ke daerah-daerah yang membutuhkan.
Menurut informasi dari Pertamina Patra Niaga, peningkatan pasokan ini berlangsung sejak awal bulan Mei 2023. Hal ini sejalan dengan peningkatan aktivitas industri dan transportasi di sejumlah kota besar seperti Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta. Dengan persediaan yang lebih memadai, Pertamina berharap dapat menjaga kelancaran operasional perusahaan dan memenuhi harapan masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar minyak.
Adanya peningkatan pasokan Pertalite hingga 18 persen juga menjadi bukti komitmen Pertamina dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan BBM. Meski harga Pertalite diprediksi akan stabil selama periode liburan, Pertamina tetap memperhatikan fluktuasi pasar serta kebutuhan konsumen. Langkah ini diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi sepanjang bulan Mei dan Juni 2023.
(Denik Apriyani/Andi Bagasela/Roy Rosa Bachtiar)
