Dunia

New Policy: J.D. Vance belum ke Swiss untuk upacara kesepakatan dengan Iran

J.D. Vance Belum Pergi ke Swiss untuk Upacara Kesepakatan dengan Iran

New Policy – Baru-baru ini, New Policy menjadi sorotan utama dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Dalam pernyataan terbaru, Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengungkapkan bahwa rencana perjalanan ke Swiss untuk menghadiri upacara penandatanganan kesepakatan dengan Iran masih belum final. Hal ini disebabkan oleh kebutuhan untuk menyempurnakan detail teknis terkait acara tersebut, yang merupakan bagian dari strategi New Policy yang diusahakan pemerintah AS dalam menjembatani konflik yang berlangsung sejak lama.

Detail Teknis yang Masih Diperbaiki

Menurut juru bicara Gedung Putih, rencana teknis pembicaraan mengalami penundaan karena berbagai aspek logistik perlu diperiksa kembali. New Policy diharapkan dapat memberikan kerangka kerja yang lebih jelas untuk pembicaraan ini, termasuk penyelesaian perjanjian tentang pembatasan senjata dan bantuan militer. Vance menyatakan bahwa ia tetap akan berangkat ke Swiss, tetapi jadwalnya tergantung pada kesiapan tim teknis dan kepastian dari pihak Iran.

“Mengingat pentingnya New Policy dalam menciptakan kesepakatan yang berkelanjutan, pihak AS memprioritaskan kehati-hatian dalam penyusunan dokumen ini. Kami ingin memastikan bahwa setiap detail termasuk dalam rencana, sehingga upacara penandatanganan dapat menjadi langkah yang bermakna bagi kedua belah pihak,” tutur pernyataan resmi dari tim pemerintahan.

Dalam rangka menyempurnakan New Policy, beberapa kelompok negosiasi dari AS dan Iran masih terus berdiskusi mengenai kebijakan sanksi yang diberlakukan sebelumnya. Meski demikian, negosiasi tetap berjalan lancar, dengan kemungkinan dilakukan akhir pekan ini. Perubahan ini menunjukkan komitmen pemerintah AS untuk memastikan keberhasilan New Policy dalam mencapai kesepakatan yang stabil.

Kementerian Luar Negeri Iran: Kesepakatan Sudah Ditandatangani

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa memorandum kesepahaman telah ditandatangani oleh presiden kedua negara sebelumnya, meski upacara resmi di Swiss dianggap tidak diperlukan. Ini menunjukkan bahwa New Policy sudah mulai berdampak, karena langkah-langkah utama telah diselesaikan meski ada penundaan dalam penerapan teknis.

Dokumen tersebut diumumkan selesai dibuat pada Minggu (14/6), di mana AS dan Iran menandatangani secara jarak jauh pada Kamis malam hingga Jumat dini hari waktu setempat. Kesepakatan itu menyebutkan bahwa konflik militer dihentikan sejak 28 Februari, sebagaimana yang diusulkan dalam New Policy. Selain itu, dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade laut dan Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Meski upacara di Swiss diperlambat, New Policy tetap menjadi landasan utama bagi pembicaraan ini. Pihak Iran mengungkapkan bahwa mereka berkomitmen untuk melanjutkan diskusi, dengan harapan agar perjanjian ini dapat memperkuat hubungan bilateral dan menciptakan keseimbangan baru dalam keterlibatan global. Kesiapan pihak Iran juga menjadi faktor kunci dalam keberlanjutan New Policy.

Leave a Comment