Politik

PKB sampaikan duka cita atas wafatnya putra pemimpin senior Hamas

PKB Sampaikan Duka Cita atas Wafat Putra Pemimpin Senior Hamas

PKB sampaikan duka cita atas wafatnya – Jakarta – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengungkapkan belasungkawa atas kepergian Azzam al-Hayya, putra Khalil al-Hayya, yang juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Hamas dan Ketua Perundingan di Jalur Gaza. Azzam dan empat orang anaknya tewas dalam serangan udara Israel yang terjadi di Jalur Gaza, menurut informasi dari kelompok perlawanan Palestina. Dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu, Ketua Hubungan Luar Negeri PKB, Luluk Hamidah, menyampaikan dukungan kepada Khalil al-Hayya serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap rakyat Palestina.

Luluk menekankan bahwa dukungan rakyat Indonesia terhadap Palestina tetap berlangsung, sekaligus mempertahankan hak-hak yang sah dan kebebasan Masjid Al-Aqsa. Ia juga menyatakan cinta serta solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina yang tak pernah berkurang. Selain itu, Khalil al-Hayya mengucapkan rasa terima kasih dan penghargaan kepada Luluk serta PKB atas perhatian dan dukungan mereka terhadap perjuangan Palestina.

“Beliau juga menitipkan salam dan penghormatan kepada Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, serta memuji sikap rakyat Indonesia dan upaya berkelanjutan dalam mendukung gerakan Palestina,” ujar Luluk.

Khalil memastikan bahwa korban dari perjuangan Palestina akan menjadi bagian dari jalan menuju pembebasan Masjid Al-Aqsa dan pemulihan hak-hak rakyat Palestina. Menurutnya, pengorbanan tersebut tidak akan mengurangi semangat mereka untuk mempertahankan kesucian dan hak-hak mereka. Dalam percakapan akhir, kedua belah pihak sepakat bahwa pendukung Palestina harus tetap berada di garis depan, serta memperjuangkan kebebasan dan prinsip yang mereka pegang.

Pernyataan dari Hamas

Hamas menyebutkan bahwa serangan terhadap Azzam al-Hayya adalah bagian dari strategi pendudukan Israel yang menargetkan warga sipil dan keluarga pemimpin Palestina. “Kejahatan Zionis yang pengecut ini merupakan kelanjutan dari pendekatan pendudukan yang menekan kelompok kami setelah gagal memaksa syarat mereka dalam perundingan untuk mengakhiri perang di Gaza,” kata Hamas dalam pernyataannya. Serangan tersebut terjadi pada Kamis (7/5), menurut kelompok perlawanan Palestina.

Leave a Comment