Kemendikdasmen Umumkan Rencana Pelatihan Bahasa Inggris Guru Sekolah Dasar
Key Discussion – Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyampaikan visi program pelatihan Bahasa Inggris untuk guru sekolah dasar (SD) dalam lima tahun, yaitu 2025 hingga 2029. Tujuan utama dari Key Discussion ini adalah memastikan Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di tingkat SD, khususnya di kelas 3, seiring dengan upaya penguatan kompetensi guru dalam bidang tersebut.
Rencana Pelatihan Tahun 2025
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, menjelaskan bahwa roadmap pelatihan ini bertujuan menjangkau 150.000 sekolah SD, dengan target 10.000 guru yang akan dilatih pada tahun pertama. Program ini juga melibatkan 1.057 fasilitator daerah (Fasda) yang akan mendukung proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan guru. Modul pelatihan CFR A1 dan A2 serta sistem manajemen pembelajaran (LMS) telah disiapkan untuk memastikan pelaksanaan yang sistematis.
Strategi Penguatan Kompetensi
“Dari total sekitar 150 ribu sekolah dasar di Indonesia, lebih dari 90 ribu atau sekitar 60 persen belum memiliki guru dengan latar belakang Bahasa Inggris. Kami akan melanjutkan upaya penguatan ini secara terstruktur mulai tahun ajaran 2027/2028,” ujar Nunuk dalam peluncuran program PKGSD-MBI.
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan bertahap, mulai dari pengembangan sumber daya manusia hingga integrasi kurikulum. Kemendikdasmen menekankan pentingnya pendekatan ini untuk memastikan keberlanjutan pengajaran Bahasa Inggris di SD. Dalam Key Discussion, mereka juga menyoroti kesiapan sekolah dan guru sebelum pelaksanaan penuh pada 2029.
Target Jangka Panjang dan Evaluasi
Kemendikdasmen menargetkan 30.000 guru SD yang akan dilatih pada 2027 dan 2028, serta mencakup seluruh 150.000 sekolah pada 2029. Pada tahun 2025, mereka telah menyelesaikan verifikasi terhadap 90.447 sekolah SD sebagai sasaran utama. Langkah ini memastikan adanya data yang akurat dan terperinci sebelum program diluncurkan secara penuh.
Key Discussion menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar meningkatkan jumlah guru, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam mengajar Bahasa Inggris secara efektif. Pemerintah akan terus melakukan evaluasi berkala untuk memastikan program ini mencapai hasil yang diharapkan, baik dari segi kualitas maupun cakupan.
Proses Pelatihan dan Kolaborasi Daerah
Di tahun 2025, program PKGSD-MBI mengutamakan pelatihan guru di daerah dengan keterbatasan sumber daya. Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan pemerintah daerah menjadi kunci sukses, karena Fasda akan bertindak sebagai pengelola utama pelatihan di tingkat lokal. Key Discussion menyebutkan bahwa pelatihan ini akan diakses melalui platform digital, memungkinkan guru di seluruh Indonesia terlibat tanpa hambatan geografis.
Modul pelatihan yang disediakan Kemendikdasmen dirancang untuk melatih guru dalam metode pengajaran berbasis kompetensi, termasuk penggunaan teknologi dalam kelas. Dengan Key Discussion ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan Bahasa Inggris, sehingga siswa SD bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik sejak dini.
Proyeksi dan Harapan Masa Depan
Kemendikdasmen berharap, dengan peta jalan ini, pelajaran Bahasa Inggris bisa diterapkan secara merata di seluruh Indonesia. Key Discussion menggarisbawahi bahwa perubahan ini akan memberikan dampak signifikan pada kemampuan komunikasi dan pemahaman siswa, terutama dalam lingkungan global yang semakin kompetitif. Di tahun 2029, seluruh sekolah SD diperkirakan sudah memiliki guru yang terlatih dan siap mengajar mata pelajaran ini.
