Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan pada anak Beritaturah.com – Jakarta Utara mencatatkan peningkatan perhatian terhadap perlindungan anak
Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan pada anak
Beritaturah.com – Jakarta Utara mencatatkan peningkatan perhatian terhadap perlindungan anak melalui berbagai inisiatif preventif. Dalam periode Januari hingga Juli 2026, wilayah ini mencatatkan sejumlah kasus kekerasan terhadap anak yang mendorong Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan secara komprehensif. Berdasarkan data domisili korban, tercatat 164 kasus, sementara jika dilihat dari lokasi kejadian jumlahnya mencapai 202 kasus. Angka-angka tersebut menjadi dasar bagi pemerintah kota untuk memperkuat program sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak.
Strategi Pendekatan Beragam
Kasi Perlindungan Anak Sudin PPAPP Jakarta Utara, Nurjanah, menjelaskan bahwa langkah ini dilakukan melalui berbagai pendekatan yang terintegrasi. Sosialisasi menyasar sekolah-sekolah dan orang tua sebagai strategi menekan aksi kekerasan di masyarakat. “Sosialisasi dilakukan ke sekolah-sekolah maupun para orang tua agar dapat menekan aksi kekerasan,” ujarnya saat ditemui di Jakarta pada hari Rabu. Pendekatan ini dianggap efektif karena melibatkan dua pihak utama yang berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Salah satu bentuk kegiatan tersebut adalah sosialisasi yang dilaksanakan di 16 sekolah, mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Kegiatan ini berlangsung dalam kerangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS. “Di masa MPLS ini akan masih baru dan dikenalkan pencegahan kekerasan, aksi perundungan dan kesehatan mental kepada peserta didik,” jelasnya. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada peserta didik tentang hak-hak mereka dan cara melaporkan jika mengalami kekerasan.
Media Edukasi dan Saluran Pengaduan
Selain itu, pihak terkait juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap anak memiliki konsekuensi hukum. Pelaku yang terbukti melakukan kekerasan akan dijerat dengan tindak pidana. Metode edukasi juga dilakukan secara digital melalui poster digital, sosialisasi daring, serta video edukasi yang disalurkan melalui platform video. Pendekatan multimedia ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas kepada masyarakat.
“Kami juga melakukan sosialisasi lewat media sosial dengan poster digital, sosialisasi daring kepada masyarakat dan video edukasi di saluran video,” kata Nurjanah.
Nurjanah juga mengimbau para korban untuk tidak ragu melaporkan kekerasan yang mereka alami. Saluran pengaduan tersedia di berbagai RPTRA, antara lain RPTRA Kebon Bawang, Rawa Badak Utara Koja, Kelapa Gading, Marunda Cilincing, RPTRA Budi Mulia Pademangan, serta RPTRA di Penjaringan. Selain itu, pengaduan dapat dilakukan langsung di Kantor Suku Dinas PPAPP atau melalui call center 112. Ketersediaan berbagai saluran ini memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan perlindungan anak.
“Kami mengajak masyarakat berani melaporkan aksi kekerasan terhadap anak, sehingga dapat dilakukan upaya-upaya dalam melakukan penyembuhan dan menekan angka kekerasan,” tuturnya.
Pemkot Jakarta Utara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan berbagai sektor dan masyarakat dalam upaya menekan angka kekerasan. Nurjanah berharap seluruh pihak dapat terlibat secara langsung dalam pencegahan kasus kekerasan pada anak. “Kami terus berupaya memperkuat kerja sama dengan lintas sektor dan masyarakat dalam menekan angka kekerasan ini. Kami berharap seluruh pihak dapat terlibat langsung melakukan pencegahan kasus ini terjadi,” pungkasnya. Komitmen ini mencerminkan kesadaran bahwa perlindungan anak memerlukan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan.
Related SEO Topics
- Home
- Artikel terkait Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan
- Pemprov Kaltim-akademisi matangkan strategi komunikasi reduksi emisi
- Aktris remaja Kaylee Hottle meninggal dunia dalam kecelakaan mobil
- DPRD Jabar dukung penetapan siaga darurat kekeringan di 27 kabupaten
- Kebakaran landa gedung Djakarta Theater
Frequently Asked Questions
Apa itu Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan?
Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.
Mengapa Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan penting?
Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Bagaimana cara memakai panduan Pemkot Jakut perkuat sosialisasi cegah kekerasan ini?
Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

