Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes: i Ekonomi Lokal Melalui Program MBG di Sebatik Beritaturah.com – Kecamatan Sebatik Tengah di Kabupaten Nunukan
Transformasi Ekonomi Lokal Melalui Program MBG di Sebatik
Beritaturah.com – Kecamatan Sebatik Tengah di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, sedang mengalami perubahan signifikan dalam ekosistem ekonominya. Program MBG di Sebatik libatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai salah satu pilar utama dalam penyediaan bahan baku makanan bergizi gratis. Inisiatif nasional ini berhasil membangun jaringan kerjasama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BUMDes, peternak, petani, hingga tenaga kerja lokal di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.
Partiwi Hariati, sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebatik Tengah, menekankan pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal. Menurutnya, penggunaan bahan baku dari dalam negeri menjadi prioritas utama dalam operasional program. “Kami memanfaatkan telur dari BUMDes, ayam dari peternak sekitar, lalu sayur dan buah dari petani lokal. Juknis juga mengatur agar hasil BUMDes diakomodasi,” jelasnya pada Rabu di Sebatik.
Strategi Penguatan Pasokan Bahan Baku Lokal
Wilayah perbatasan menghadapi tantangan unik dalam hal ketersediaan bahan baku. Sebelumnya, SPPG Sebatik masih bergantung pada impor dari Malaysia untuk memenuhi kebutuhan dapur. Namun, melalui sosialisasi intensif kepada warga dan penyelenggaraan pelatihan di bidang pertanian serta peternakan, ketergantungan tersebut mulai berkurang secara bertahap.
Kontribusi lembaga zakat juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Beberapa lembaga memberikan modal usaha serta pelatihan kepada masyarakat setempat. Seiring berjalannya waktu, sebagian besar kebutuhan bahan baku kini dipenuhi oleh komoditas dalam negeri. Meskipun masih ada beberapa item yang memerlukan pasokan dari negara tetangga, persentasenya sangat kecil dan terus menurun.
“Kami mengedukasi masyarakat untuk selalu menanam karena kami siap mengambil hasilnya. Dulu mereka takut menanam karena khawatir tidak terserap, sekarang kami siap membeli, seperti pisang, pepaya, jagung, dan sayur-sayuran,” ujar Partiwi dengan penuh optimisme.
Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat
Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pertanian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Banyak dari mereka sebelumnya bekerja serabutan di hutan sawit. Saat ini, dapur MBG di Sebatik Tengah mempekerjakan 34 orang yang sebagian besar berasal dari keluarga kategori desil 1 atau sangat miskin. Angka ini menunjukkan komitmen program dalam memberdayakan masyarakat kurang mampu.
“Ada yang sebelumnya ibu rumah tangga, ada yang membantu suaminya bekerja serabutan, dan ada juga lulusan SMA yang belum bekerja. Kami memang memprioritaskan warga dari desil 1,” jelas Partiwi. Selain itu, program ini juga memberikan jaminan keamanan pangan bagi anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan.
Mengenai beras, SPPG memilih menggunakan produksi Indonesia meskipun masyarakat perbatasan banyak mengonsumsi beras dari Malaysia. Beras tersebut didatangkan dari Sulawesi maupun Surabaya. “Kami tidak menggunakan beras Malaysia. Kami tetap menggunakan beras Indonesia karena kualitasnya kami nilai lebih baik,” tambahnya. Keputusan ini sejalan dengan semangat program MBG di Sebatik libatkan produk lokal.
Prospek Pengembangan ke Depan
SPPG Sebatik Tengah telah beroperasi sejak awal tahun dan saat ini melayani sekitar 1.700 penerima manfaat. Jumlah tersebut mencakup siswa dari 13 sekolah dan sasaran di 10 posyandu. Capaian ini menunjukkan efektivitas program dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Partiwi berharap Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik dapat segera beroperasi. Hal ini diharapkan dapat memperlancar distribusi bahan baku dari berbagai daerah di Indonesia, terutama untuk komoditas yang mudah rusak. “Harapannya, kalau PLBN sudah beroperasi, distribusi bahan baku akan lebih mudah sehingga kebutuhan dapur dapat terpenuhi dengan lebih baik,” pungkasnya. Dengan demikian, Program MBG di Sebatik libatkan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan dampak berkelanjutan.
Related SEO Topics
- Home
- Artikel terkait Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes
- BNPB intensifkan pantauan kekeringan di tujuh kabupaten di Jateng dan DIY
- Bina Marga tingkatkan kualitas jalan di sembilan titik di Jakpus
- Pertamina Patra Niaga bangun budaya sadar siaga bencana di sekolah
- Lakukan terapi sebelum mental jatuh pada titik terendah
Frequently Asked Questions
Apa itu Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes?
Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.
Mengapa Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes penting?
Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.
Bagaimana cara memakai panduan Program MBG di Sebatik libatkan BUMDes ini?
Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

