Sekolah Rakyat di Jateng tampung 2.692 Siswa: Program Pendidikan untuk Keluarga Kurang Mampu
Beritaturah.com – Jawa Tengah terus mengembangkan program pendidikan alternatif melalui Sekolah Rakyat yang saat ini telah menampung 2.692 peserta didik. Program inovatif ini dirancang khusus untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh wilayah provinsi. Dengan adanya 10 unit Sekolah Rakyat permanen dan enam unit rintisan yang beroperasi, program ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, atau yang dikenal sebagai Gus Yasin, menekankan bahwa program ini merupakan strategi penting dalam upaya mengurangi tingkat kemiskinan di provinsi. Menurutnya, angka kemiskinan di Jawa Tengah masih tergolong tinggi dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia, sehingga diperlukan solusi pendidikan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sekolah Rakyat ini jalan untuk memutus rantai kemiskinan. Karena bagaimana pun juga angka kemiskinan di Jawa Tengah masih relatif tinggi.
Pernyataan tersebut diungkapkan saat Gus Yasin menerima kunjungan Tim Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai perencanaan dan pelaksanaan program pendidikan ini di tingkat provinsi dengan fokus pada transparansi dan akuntabilitas program.
Menurut Wakil Gubernur, komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program ini sangat kuat karena merupakan bagian dari visi besar pemerintah pusat. Program ini bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun miskin ekstrem, dengan harapan dapat menciptakan generasi yang lebih sejahtera di masa depan.
Harus kita kawal karena ini adalah gagasan presiden kita yang tujuannya untuk memuliakan keluarga miskin, sehingga sekolah rakyat ini benar-benar memfasilitasi kebangkitan orang-orang kecil.
Distribusi Siswa di Berbagai Jenjang Pendidikan
Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah, Imam Maskur, menjelaskan komposisi siswa yang mengikuti program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri dari 380 siswa Sekolah Dasar, 1.038 siswa Sekolah Menengah Pertama, dan 1.274 siswa Sekolah Menengah Atas. Seluruh peserta didik telah menyelesaikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada tanggal 31 Juli 2026.
Program ini tersebar di wilayah yang cukup luas dengan 10 Sekolah Rakyat permanen berlokasi di Kabupaten Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, serta Kota Semarang. Sementara itu, enam Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di Banjarnegara, Temanggung, Blora, Magelang, Kabupaten Magelang, dan Kebumen.
Pengalaman dan Tantangan Program
Gus Yasin menambahkan bahwa Jawa Tengah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola sekolah berasrama. Saat ini terdapat tiga sekolah berasrama penuh yang beroperasi di Kabupaten Pati, Kabupaten Semarang, dan Purbalingga. Selain itu, ada 15 sekolah semi-boarding yang juga aktif melayani siswa dari keluarga kurang mampu.
Program Sekolah Rakyat dinilai sejalan dengan rintisan yang telah dilakukan selama sekitar satu dekade terakhir. Namun, penerimaan siswa untuk jenjang Sekolah Dasar masih menghadapi kendala. Banyak orang tua yang belum siap meninggalkan anak-anak berusia enam hingga tujuh tahun untuk tinggal di asrama.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Sosial memberikan kebijakan fleksibel. Kuota yang belum terisi pada jenjang SD dapat dialihkan sebagai tambahan rombongan belajar di jenjang SMP dan SMA. Hal ini bertujuan mengoptimalkan kapasitas sekolah secara keseluruhan.
Imam Maskur menyebutkan bahwa penerimaan siswa untuk jenjang SMP dan SMA hampir seluruhnya telah memenuhi kuota yang ditetapkan. Program ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Frequently Asked Questions
Apa itu Sekolah Rakyat di Jateng? Sekolah Rakyat adalah program pendidikan alternatif di Jawa Tengah yang menampung siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan sistem boarding atau semi-boarding.
Berapa total siswa yang ditampung? Saat ini Sekolah Rakyat di Jateng tampung 2.692 siswa yang tersebar di 16 unit sekolah permanen dan rintisan.
Di mana saja lokasi Sekolah Rakyat? Lokasi permanen meliputi Pati, Banyumas, Wonosobo, Sragen, Jepara, Brebes, Cilacap, Sukoharjo, Rembang, dan Semarang. Rintisan berada di Banjarnegara, Temanggung, Blora, Magelang, dan Kebumen.
Bagaimana sistem penerimaan siswa? Penerimaan dilakukan berdasarkan kuota yang ditetapkan, dengan fleksibilitas untuk mengalihkan kuota SD yang belum terisi ke jenjang SMP dan SMA.
