Bisnis

ESDM tegaskan jaga produksi sektor tambang agar tidak berlebih

Foto : Patricia Lopez - beritaturah.com
Table of Contents
  1. ESDM Tegaskan Jaga Produksi Sektor Tambang agar Tidak Berlebih
  2. Related Reading

ESDM Tegaskan Jaga Produksi Sektor Tambang agar Tidak Berlebih

Beritaturah.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan produksi sektor tambang agar tidak terjadi kelebihan pasokan di pasar global. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tren penurunan produksi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hampir semua sektor usaha mengalami pertumbuhan, kecuali pertambangan dan penggalian yang tercatat kontraksi sebesar 1,64 persen. Perlambatan ini dinilai disebabkan oleh pembatasan kuota produksi yang diterapkan pemerintah secara ketat.

Merespons hal tersebut, Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menjelaskan bahwa penurunan angka produksi sebenarnya merupakan langkah strategis. “Kalau hanya berdasarkan produksi (komoditas tambang), kita memang turun. Tapi kan memang kita ada sumber daya alam jangan dihambur-hamburkan,” tegasnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (6/8). Penjelasan ini menegaskan bahwa kebijakan ESDM bertujuan untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

Nilai Ekonomi Tetap Stabil Meski Produksi Turun

Tri Winarno menambahkan bahwa meskipun volume produksi menurun, nilai ekonominya relatif stabil. “Tetapi kalau misalnya dari sisi nilai uangnya, itu hampir sama meski secara produksi kita turun. Kenapa? Karena secara harga itu naik,” jelasnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa strategi ESDM dalam mengatur produksi sektor tambang telah memberikan dampak positif terhadap pendapatan negara. Dengan menjaga agar produksi tidak berlebih, pemerintah dapat memastikan harga komoditas tetap kompetitif di pasar internasional.

Produksi Tembaga Terpengaruh Longsor

Untuk sektor tembaga, penurunan produksi memang terjadi akibat insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah, pada 8 September 2025. Kejadian tersebut memaksa PT Freeport Indonesia menghentikan sementara operasional tambang GBC. Insiden ini menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi penurunan produksi tembaga nasional. ESDM tegaskan jaga produksi sektor tambang dengan memastikan pemulihan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Jadi terkait dengan tembaga, memang karena produksi Freeport turun drastis, karena longsoran itu,” kata Tri.

Pada semester pertama tahun 2026, PT Freeport Indonesia melaporkan bahwa kapasitas produksi tambang GBC setelah insiden longsor berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Perusahaan tersebut memperkirakan pada semester kedua tahun 2026, kapasitas produksi akan meningkat menjadi 65 persen. Selanjutnya, pada semester pertama tahun 2027, kapasitas produksi ditargetkan mulai pulih hingga 75 persen, sebelum menuju 100 persen sepanjang semester kedua tahun 2027. Proyeksi ini menunjukkan bahwa ESDM telah menyiapkan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas produksi sektor tambang.

Strategi Jangka Panjang ESDM

Kebijakan ESDM dalam mengatur produksi sektor tambang tidak hanya berfokus pada aspek kuantitas, tetapi juga kualitas pengelolaan sumber daya alam. Dengan menerapkan sistem kuota yang ketat, pemerintah berharap dapat mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat merusak lingkungan. Selain itu, strategi ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari setiap komoditas yang diekspor. ESDM tegaskan jaga produksi sektor tambang sebagai bagian dari komitmen untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Produksi Tambang

Apa tujuan utama ESDM menjaga produksi sektor tambang? Tujuan utamanya adalah mencegah kelebihan pasokan di pasar global dan menjaga nilai ekonomi komoditas tambang tetap stabil.

Berapa persen kontraksi produksi pertambangan menurut BPS? Kontraksi produksi pertambangan dan penggalian tercatat sebesar 1,64 persen.

Kapan insiden longsor di GBC terjadi? Insiden longsor di area tambang bawah tanah GBC, Mimika, Papua Tengah, terjadi pada 8 September 2025.

Berapa kapasitas produksi GBC pada semester pertama 2027? Kapasitas produksi GBC ditargetkan mulai pulih hingga 75 persen pada semester pertama tahun 2027.

Leave a Comment