Tekno

Kemkomdigi pastikan reaktivasi IGRS ditargetkan rampung 2026

pexels-yankrukov-9072317
Foto : Jessica Taylor - beritaturah.com
Table of Contents
  1. Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Ditargetkan Rampung 2026
  2. Proses Evaluasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
  3. Transisi dan Akses Game Selama Penundaan
  4. Frequently Asked Questions (FAQ)
  5. Related Reading

Kemkomdigi Pastikan Reaktivasi IGRS Ditargetkan Rampung 2026

Beritaturah.com – Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan reaktivasi dari Indonesia Game Rating System (IGRS) ditargetkan dapat rampung pada tahun 2026 setelah seluruh proses evaluasi benar-benar selesai dilakukan secara menyeluruh. Langkah ini diambil untuk memastikan sistem klasifikasi usia game yang telah ditunda implementasinya dapat kembali berjalan dengan optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. "Reaktivasi pasti setelah semuanya selesai baru kembali dilakukan dan ada penyesuaian juga karena evaluasinya ini kan secara menyeluruh. Gak cuma di sisi sistem saja, tapi juga di sisi kebijakan," jelas Tita Ayuditya Surya, Ketua Tim Pengembangan Ekosistem Gim Kemkomdigi.

Proses Evaluasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan

Setelah IGRS ditunda implementasinya sejak April 2026, Kemkomdigi melakukan evaluasi menyeluruh dengan melibatkan lebih banyak pihak yang terkait dengan industri gim dan pihak-pihak yang bakal terdampak kebijakan tersebut. Dari sisi asosiasi pelaku industri gim seperti Asosiasi Games Indonesia (AGI), misalnya sejak awal AGI sudah dilibatkan dalam proses evaluasi. Keterlibatan AGI menjadi penting karena asosiasi ini mewakili kepentingan berbagai developer dan publisher game di Indonesia.

Lalu dari sisi kementerian dan lembaga, ada Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang memang memiliki tanggung jawab karena gim termasuk sebagai subsektor ekonomi kreatif dan ada juga Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Tita juga mengatakan ada juga perwakilan dari komunitas orang tua yang mewakili masyarakat umum dalam proses evaluasi IGRS mengingat sistem klasifikasi gim ini tentunya bakal berdampak besar bagi anak-anak yang memainkan gim. Agar sistem ini berjalan dengan tepat sesuai kebutuhan masyarakat setelah evaluasi maka dari itu Kemkomdigi melakukan penilaian secara menyeluruh dan berhati-hati.

"Kami ingin memastikan bahwa ketika IGRS kembali diaktifkan, sistem ini sudah benar-benar siap dan dapat diterima oleh semua pihak tanpa ada kendala berarti," tambah Tita dalam keterangan yang sama.

Transisi dan Akses Game Selama Penundaan

Sebelumnya warta terkait dengan penundaan implementasi IGRS diumumkan pada April 2026. Pada Jumat (17/4) diwartakan bahwa penundaan implementasi sistem klasifikasi gim berbasis usia itu dilakukan setelah adanya kekeliruan tampilan rating IGRS di platform distribusi Steam menjadi sorotan publik. Maka dari itu, agar hal ini dapat diselesaikan dengan baik Kemkomdigi membentuk tim khusus untuk menyelidiki persoalan tersebut.

Tim investigasi itu menelusuri seluruh aspek penerapan IGRS, mulai dari sistem, proses, sampai tata kelolanya. Selama penundaan IGRS berlangsung, Kemkomdigi memastikan tidak akan memblokir atau membatasi akses terhadap gim-gim tanpa rating yang beredar di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi perbaikan sistem tanpa mengganggu pengalaman bermain game bagi masyarakat.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu IGRS? Indonesia Game Rating System (IGRS) adalah sistem klasifikasi usia untuk game yang dikembangkan oleh Kemkomdigi untuk membantu orang tua dan masyarakat memilih game yang sesuai dengan usia pemain.

Mengapa implementasi IGRS ditunda? Implementasi IGRS ditunda setelah muncul kekeliruan tampilan rating di platform Steam yang menjadi sorotan publik. Kemkomdigi ingin memperbaiki sistem sebelum kembali mengaktifkannya.

Kapan IGRS akan diaktifkan kembali? Kemkomdigi pastikan reaktivasi IGRS ditargetkan rampung pada tahun 2026 setelah proses evaluasi selesai dilakukan secara menyeluruh.

Apakah game tanpa rating akan diblokir selama penundaan? Tidak. Kemkomdigi memastikan tidak akan memblokir atau membatasi akses terhadap gim-gim tanpa rating yang beredar di Indonesia selama masa penundaan.

Siapa saja pihak yang terlibat dalam evaluasi IGRS? Pihak yang terlibat meliputi AGI, Kemenekraf, KPPPA, serta perwakilan komunitas orang tua dan masyarakat umum.

Dengan target reaktivasi pada 2026, Kemkomdigi berharap sistem IGRS dapat berjalan lebih baik dan memberikan manfaat maksimal bagi industri game serta masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Leave a Comment