Indonesia

I.League bersyukur Championship musim ini sukses digelar pakai VAR

I.League Bersyukur Championship Musim Ini Sukses Digelar Pakai VAR

I League bersyukur Championship musim ini sukses – Jakarta – I.League, organisasi sepak bola Indonesia yang mengelola kompetisi kasta kedua, menyatakan kebahagiaannya atas penyelenggaraan Pegadaian Championship 2025/2026 yang telah berjalan lancar hingga akhir musim. Dalam sebuah pernyataan resmi, Ferry Paulus, Direktur Utama I.League, mengungkapkan rasa puasinya terhadap kualitas dan keseriusan penyelenggaraan musim ini, terutama dengan penerapan teknologi VAR sebagai pengayaan pertama di level ini. Kompetisi yang berlangsung sejak awal musim dan berakhir setelah pertandingan akhir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada hari Sabtu (9/5), berhasil menampilkan semangat kompetitif yang tinggi, dengan hasil akhir yang menentukan dua tim yang naik ke kasta tertinggi.

VAR Mengubah Dinamika Pertandingan

Var, atau Video Assistant Referee, yang pertama kali diperkenalkan dalam Pegadaian Championship musim ini, menjadi salah satu inisiatif terpenting dalam meningkatkan akurasi wasit dan transparansi pertandingan. Teknologi ini diterapkan untuk memastikan keputusan wasit tetap objektif, terutama dalam skenario yang membutuhkan review ulang, seperti gol, kartu keras, dan keputusan offside. Ferry Paulus menyebutkan bahwa penggunaan VAR tidak hanya menjadi bagian dari penyelenggaraan Championship musim ini, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membawa standar kompetisi sepak bola Indonesia ke level yang lebih tinggi. Dengan adanya VAR, kompetisi kasta kedua ini berhasil menunjukkan konsistensi dan profesionalisme yang bisa dijadikan contoh untuk tingkat yang lebih tinggi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh klub, pemain, ofisial, perangkat pertandingan, suporter, dan seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga kualitas dan semangat kompetisi sepanjang musim ini. Dengan VAR, Championship kini memiliki kemampuan untuk menilai pertandingan secara lebih rapi, sehingga hasil akhir bisa diterima secara universal oleh semua pihak,” kata Ferry dalam keterangan resminya dari I.League, Senin.

Kompetisi Berakhir dengan 273 Pertandingan

Pegadaian Championship 2025/2026 yang berjalan selama sekitar 200 hari ini berakhir dengan total 273 laga yang diadakan. Kompetisi ini melibatkan 18 tim yang berlaga dalam dua babak, dengan total pertandingan yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Dengan dukungan PT Pegadaian sebagai sponsor utama, penyelenggaraan musim ini tidak hanya mengutamakan kualitas pertandingan, tetapi juga menciptakan suasana kompetitif yang sehat dan memicu pertumbuhan ekosistem sepak bola Indonesia. Ferry Paulus mengakui bahwa teknologi VAR menjadi salah satu faktor yang mendukung keberhasilan tersebut.

Laga Play-off Promosi Membuka Jalur Kenaikan

Sebelum pertandingan final pada hari Sabtu, dilaksanakan laga play-off promosi antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa Banten di Stadion Lukas Enembe, Jayapura. Adhyaksa, tim tamu, berhasil memperoleh tiket promosi terakhir setelah Adilson Silva mencetak gol penentu dengan skor 1-0. Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi Adhyaksa Banten, karena untuk pertama kalinya tim ini akan tampil di Liga 1 Indonesia. Sementara itu, Garudayaksa, yang memenangkan pertandingan final, juga melangkah ke level lebih tinggi sebagai wakil lain yang berhasil naik kasta.

Tim yang Berhasil Naik Kelas

Tiga tim yang menduduki peringkat teratas akan mengisi slot di kasta tertinggi, menggantikan posisi tiga klub Super League yang turun kasta. Saat ini, dua dari tiga tim yang degradasi sudah diumumkan, yaitu PSBS Biak dan Semen Padang. Sementara Garudayaksa, PSS Sleman, dan Adhyaksa Banten menjadi wakil baru yang naik dari kasta kedua. Ferry Paulus menegaskan bahwa penggunaan teknologi VAR selama musim ini berkontribusi besar dalam menjaga keadilan pertandingan, terutama dalam laga play-off yang menentukan nasib klub-klub.

Apresiasi Pada Individu dan Tim Terpilih

Setelah pertandingan final, I.League menyerahkan penghargaan kepada individu dan tim yang menunjukkan kinerja terbaik sepanjang musim. Penghargaan ini mencakup pemain terbaik (Gustavo Tocantins), pemain muda terbaik (Ikram Al Giffari), pelatih terbaik (Ade Suhendra), top skor (Adilson Silva), serta tim fair play dan tim peringkat keempat yang diberikan kepada Persipura Jayapura. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap usaha para pemain dan pelatih yang telah berjuang sepanjang musim, termasuk dalam penggunaan VAR yang menjadi andalan keputusan pertandingan.

Kontribusi Sosial dan Kebudayaan

Pegadaian Championship musim ini juga menunjukkan dampak positif di luar aspek olahraga. Kompetisi ini tidak hanya memperkuat basis pemain dan pelatih, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam mendukung sepak bola Indonesia. Dengan hadirnya teknologi VAR, para penonton bisa lebih mempercayai hasil pertandingan, sehingga meningkatkan minat dan dukungan terhadap olahraga ini. Ferry Paulus menyebutkan bahwa I.League akan terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan Championship musim depan, termasuk dalam mengembangkan fasilitas pertandingan dan memperkuat kolaborasi dengan pihak keamanan serta panitia pelaksana.

Leave a Comment