Pelita Jaya Amankan Peran Andakara Prastawa hingga 2028
Beritaturah.com – Pelita Jaya Jakarta memilih menjaga fondasi pengalaman tim dengan memperpanjang kontrak Andakara Prastawa Dhyaksa sampai musim IBL 2028. Kesepakatan baru ini membuat guard senior tersebut tetap berada dalam rencana klub untuk menghadapi persaingan pada musim-musim berikutnya.
Prastawa telah menjadi salah satu sosok sentral Pelita Jaya sejak bergabung pada 2018. Pemain berusia 34 tahun itu bukan hanya dikenal lewat kemampuan melepaskan tembakan tiga angka, melainkan juga lewat perannya mengatur ritme permainan serta memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Manajemen Pelita Jaya lebih dahulu menyampaikan kabar perpanjangan tersebut melalui akun Instagram resmi klub. Presiden Pelita Jaya Jakarta, Andiko Ardi Purnomo, kemudian menegaskan bahwa kapten tim menjadi bagian penting dari rencana mempertahankan kekuatan skuad.
“Selain Arighi, kami juga memperpanjang kontrak kapten tim yakni Prastawa,” kata Presiden Pelita Jaya Jakarta Andiko Ardi Purnomo di Jakarta, Rabu.
Figur Berpengalaman di Dalam Skuad
Perpanjangan sampai 2028 menandai kelanjutan perjalanan panjang Prastawa bersama klub yang bermarkas di GMSB, Jakarta. Nomor punggung 7 itu telah melewati berbagai fase bersama Pelita Jaya dan secara konsisten menjadi salah satu pemain berpengalaman dalam susunan tim.
Dalam beberapa musim terakhir, Prastawa juga mengemban tugas sebagai kapten. Posisi tersebut menempatkannya sebagai penghubung penting di dalam skuad, terutama saat tim menghadapi pertandingan besar yang membutuhkan komunikasi dan ketenangan. Kepemimpinannya dibutuhkan tidak hanya ketika pertandingan berlangsung, tetapi juga dalam menjaga keseimbangan tim selama menjalani kompetisi.
Bagi sebuah klub yang bersaing di level tertinggi bola basket nasional, mempertahankan pemain senior mempunyai arti lebih luas dari sekadar menjaga produktivitas di lapangan. Pengalaman seorang kapten dapat membantu tim tetap terarah dalam situasi pertandingan yang berubah cepat, sekaligus memberi contoh bagi para pemain lain dalam menjalani tuntutan musim kompetisi.
Prastawa membangun reputasinya sebagai pemain yang mampu mengambil peran di berbagai situasi. Kemampuannya mencetak angka dari luar garis tiga poin menjadikannya salah satu ancaman bagi lawan, sementara naluri mengatur permainan memberi Pelita Jaya pilihan tambahan dalam membangun serangan.
Perjalanan di Playoff dan All-Star 2026
Pada fase playoff IBL 2026, Prastawa kembali menjadi salah satu pilar Pelita Jaya. Kontribusinya membantu tim melaju hingga babak final. Dalam seri penentuan dengan format best-of-five tersebut, Pelita Jaya akhirnya harus mengakui keunggulan Bogor Hornbills.
Perjalanan menuju final tetap memperlihatkan pentingnya peran pemain senior di dalam tim. Kehadiran Prastawa memberi Pelita Jaya pengalaman dalam menghadapi tekanan pertandingan playoff, fase kompetisi yang biasanya menuntut konsistensi dan kesiapan dari seluruh anggota skuad.
Di tahun yang sama, Prastawa kembali mendapat tempat dalam IBL All-Star 2026. Ia dipercaya memimpin Tim Merah sebagai kapten, sebuah penugasan yang mencerminkan posisinya sebagai salah satu figur berpengalaman dalam kompetisi bola basket Indonesia.
Kepercayaan untuk tampil kembali di ajang All-Star melengkapi catatan perannya bersama klub. Bagi Pelita Jaya, mempertahankan pemain dengan pengalaman kompetisi seperti Prastawa menjadi langkah untuk menjaga kesinambungan skuad saat mengejar target pada musim mendatang.
Melanjutkan Ikatan Sejak 2018
Sebelum mengenakan seragam Pelita Jaya, Prastawa mengawali dan mengembangkan karier profesionalnya bersama Aspac Jakarta. Pada 2018, ia memutuskan bergabung dengan Pelita Jaya dan sejak saat itu menjadi salah satu pemain yang rutin memperkuat tim.
Selama membela Pelita Jaya, ia turut menjadi bagian dari keberhasilan klub meraih gelar juara IBL 2024. Pada final musim tersebut, Pelita Jaya mengalahkan Satria Muda Pertamina Jakarta untuk memastikan titel juara.
Pencapaian itu memberi latar penting bagi kontrak baru Prastawa. Ia telah merasakan fase membangun tim, menjalani persaingan playoff, tampil di final, hingga mengangkat trofi bersama Pelita Jaya. Dengan pengalaman tersebut, ia akan tetap menjadi salah satu senior yang menopang skuad sampai 2028.
Langkah Pelita Jaya mempertahankan Prastawa juga memperlihatkan keyakinan klub terhadap kontribusinya untuk jangka menengah. Dalam beberapa musim ke depan, guard tersebut diharapkan terus menjalankan peran sebagai pengatur permainan, opsi ofensif, serta pemimpin bagi tim yang memburu prestasi di IBL.
Kontrak anyar ini memastikan perjalanan Prastawa bersama Pelita Jaya belum berakhir. Ia akan melanjutkan kiprahnya dengan membawa pengalaman, kepemimpinan, dan ikatan yang telah terbangun bersama klub Jakarta tersebut sejak 2018.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Andakara Prastawa masih jadi bagian Pelita?
Andakara Prastawa masih jadi bagian Pelita is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Andakara Prastawa masih jadi bagian Pelita matter?
Andakara Prastawa masih jadi bagian Pelita matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

