Fenerbahce dan AS Roma Mengawali Liga Champions dengan Hasil Imbang
Beritaturah.com – Fenerbahce dan AS Roma sama-sama mengoleksi satu angka setelah pertandingan pembuka fase liga Liga Champions 2026/27 berakhir 1-1 di Chobani Stadyumu, Jumat dini hari WIB. Roma sempat memimpin lewat Bryan Cristante pada babak pertama, tetapi tuan rumah membalas segera setelah jeda melalui Archie Brown.
Hasil tersebut menempatkan AS Roma di posisi ke-13 klasemen fase liga, sedangkan Fenerbahce berada tepat dua tingkat di bawahnya, yakni urutan ke-15. Kedua klub masih memiliki banyak laga untuk memperbaiki posisi, namun duel pertama ini memperlihatkan ketatnya persaingan sejak awal kompetisi.
Fenerbahce Menekan Sejak Menit Awal
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Fenerbahce membuka laga dengan pendekatan menyerang. Tim tuan rumah berusaha mengambil kendali permainan dan menciptakan dua kesempatan pada 10 menit pertama. Bartug Elmaz serta Kerem Akturkoglu memperoleh peluang, tetapi penyelesaian akhir mereka belum cukup untuk mengubah skor.
Roma tidak tinggal diam menghadapi tekanan tersebut. Setelah mampu meredam serangan awal lawan, I Giallorossi mulai menemukan ruang untuk membangun ancaman. Paulo Dybala mendapat peluang pada menit ke-20 dari area penalti, namun Ederson Moraes tampil sigap di bawah mistar Fenerbahce untuk menghentikan upaya tersebut.
Kesabaran Roma akhirnya menghasilkan gol menjelang turun minum. Pada menit ke-39, Donyell Malen mengirimkan umpan yang diteruskan Bryan Cristante dengan tembakan dari tepi kotak penalti. Bola mengarah ke sudut bawah jauh gawang dan tidak mampu dijangkau Ederson.
Gol itu membuat Roma memasuki masa akhir babak pertama dengan keunggulan 1-0. Fenerbahce berupaya merespons, tetapi serangan mereka belum kembali menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan. Skor tidak berubah hingga jeda.
Archie Brown Membawa Fenerbahce Kembali ke Laga
Situasi berubah cepat setelah pertandingan dimulai kembali. Fenerbahce hanya memerlukan tiga menit pada babak kedua untuk menyamakan kedudukan. Mason Greenwood memberikan assist kepada Archie Brown, yang kemudian menuntaskan peluang untuk membuat skor menjadi 1-1.
Gol tersebut mengangkat kembali intensitas pertandingan. Fenerbahce tampil lebih percaya diri setelah berhasil menghapus keunggulan Roma, sementara tim tamu harus kembali mengatur ritme agar tidak terus berada dalam tekanan.
Roma sempat mengira memperoleh kesempatan besar untuk merebut kembali keunggulan pada menit ke-68. Dybala terjatuh setelah mendapat pelanggaran dari Akturkoglu dan wasit Jesus Gil awalnya menunjuk titik putih. Keputusan itu kemudian berubah setelah pelanggaran dinilai terjadi persis di garis kotak penalti, sehingga Roma tidak mendapatkan tendangan penalti.
Momen tersebut menjadi salah satu titik penting dalam pertandingan. Roma gagal memperoleh peluang langsung dari titik penalti, sedangkan Fenerbahce bertahan dari situasi yang dapat memberi keuntungan besar bagi lawannya.
Svilar Menyelamatkan Roma
Fenerbahce terus mencoba mencari gol kedua saat laga memasuki 20 menit terakhir. Pada menit ke-72, Oguz Aydin mendapat kesempatan setelah bola lebih dulu mengenai Devyne Rensch. Tembakan itu mengarah ke gawang, tetapi Mile Svilar melakukan penyelamatan penting untuk menjaga kedudukan tetap imbang.
Intervensi Svilar memberi Roma ruang bernapas di tengah tekanan tuan rumah. Sementara itu, Fenerbahce harus menerima kenyataan bahwa salah satu peluang terbaik mereka pada babak kedua belum mampu diselesaikan menjadi gol kemenangan.
Hingga akhir pertandingan, kedua kesebelasan tetap berusaha menemukan celah. Roma ingin membawa pulang tiga poin dari Istanbul, sedangkan Fenerbahce berupaya memanfaatkan dukungan publik Chobani Stadyumu untuk mengamankan kemenangan pada laga pembuka. Namun, tidak ada gol tambahan yang tercipta sampai peluit panjang dibunyikan.
Skor 1-1 mencerminkan pertandingan yang berlangsung seimbang dalam hasil, meski kedua tim memiliki fase dominasi masing-masing. Roma menunjukkan efektivitas saat Cristante memanfaatkan peluang pada babak pertama, sementara Fenerbahce memperlihatkan reaksi kuat lewat gol cepat Brown selepas jeda.
Satu Poin untuk Memulai Perjalanan Fase Liga
Bagi Fenerbahce, hasil ini memberi fondasi awal meski kemenangan di kandang belum tercapai. Mereka mampu bangkit dari ketertinggalan dan tetap mempertahankan tekanan hingga akhir laga. Performa Ederson, gol Brown, serta kreativitas Greenwood menjadi beberapa unsur yang membantu tuan rumah menghindari kekalahan.
Roma juga membawa pulang poin yang berharga setelah melewati laga tandang yang tidak mudah. Cristante mencetak gol pembuka, sedangkan Svilar berperan besar dalam menggagalkan peluang Aydin pada fase penting pertandingan. Meski sempat mendapat momentum melalui insiden Dybala, Roma tidak berhasil mengubahnya menjadi gol kedua.
Dalam fase liga, setiap poin dapat memengaruhi posisi akhir klasemen. Karena itu, hasil imbang pada pertandingan pertama memberi kedua tim modal untuk melanjutkan kampanye mereka, sekaligus menyisakan pekerjaan yang harus dibenahi pada laga-laga berikutnya.
Susunan Pemain
Fenerbahce tampil dengan formasi 4-3-3: Ederson; Mert Muldur, Skriniar, Ake, Brown; Ismail Yuksek, Kante, Bartug Elmaz; Greenwood, Kerem Akturkoglu, Muriqi.
AS Roma menggunakan susunan 3-4-2-1: Svilar; Mancini, Ndicka, Hermoso; Rensch, Kone, Cristante, Wesley; Dybala, Soule; Malen.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Fenerbahce dan AS Roma berbagi poin?
Fenerbahce dan AS Roma berbagi poin is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Fenerbahce dan AS Roma berbagi poin matter?
Fenerbahce dan AS Roma berbagi poin matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

