Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 Hadir di Jakarta
Beritaturah.com – Jakarta menjadi salah satu titik awal perhatian menuju FIFA ASEAN Cup 2026 setelah trofi turnamen tersebut diperkenalkan kepada publik dalam Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Center (JCC), Jumat. Piala yang dibawa FIFA dari Zurich, Swiss, telah tiba di ibu kota pada Kamis sebelum dipajang di Booth FIFA selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran trofi itu menandai persiapan Indonesia sebagai salah satu tuan rumah turnamen sepak bola regional yang untuk pertama kalinya akan menggunakan nama FIFA ASEAN Cup. Kompetisi ini dijadwalkan berlangsung pada 24 September sampai 5 Oktober 2026, dengan Indonesia dan Hongkong menjadi dua negara penyelenggara.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghadiri agenda tersebut bersama sejumlah perwakilan FIFA. Mereka adalah Lavin Vignesh selaku FIFA Lead Regional Office, Karan Mirchandani sebagai FIFA MA Development Manager, Chen Jun yang menjabat FIFA Senior MA Development Manager, serta Simon Toselli, FIFA Women’s Football Regional Lead Asia.
“Terima kasih Presiden FIFA dan Presiden FIFA Gianni Infantino. Indonesia kembali dipercaya jadi tuan rumah, kali ini bernama FIFA ASEAN Cup 2026. Sebelumnya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Ini kehormatan untuk kita semua.”
Erick menekankan bahwa penyelenggaraan kompetisi tersebut membutuhkan dukungan bersama dari seluruh unsur sepak bola nasional. Baginya, turnamen ini bukan hanya kesempatan untuk tampil di hadapan publik sendiri, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan dalam mendukung tim nasional.
Format kompetisi dan pembagian grup
FIFA ASEAN Cup 2026 akan melibatkan 14 negara dari kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya. Peserta dibagi ke dalam dua divisi yang dimainkan di lokasi berbeda. Indonesia menjadi tempat berlangsungnya Divisi Satu, sementara Hongkong menjadi tuan rumah Divisi Dua.
Delapan peserta Divisi Satu akan bersaing di Indonesia dalam dua grup. Grup A berisikan Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Persaingan di grup ini akan mempertemukan Indonesia dengan sejumlah rival yang memiliki sejarah panjang dalam sepak bola kawasan.
Grup B Divisi Satu terdiri atas Thailand, Vietnam, Filipina, serta Pakistan. Susunan tersebut membuat kompetisi memiliki komposisi lawan yang beragam, sekaligus menghadirkan kesempatan bagi setiap tim untuk menunjukkan kekuatan mereka dalam ajang internasional regional.
Di Hongkong, Divisi Dua juga terbagi menjadi dua grup. Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam menempati Grup A. Adapun Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar berada di Grup B. Pembagian ini menempatkan seluruh 14 peserta dalam satu rangkaian turnamen yang tersebar di dua negara tuan rumah.
Bagi Indonesia, status tuan rumah Divisi Satu memberi makna tersendiri. Dukungan penonton di stadion dapat menjadi energi tambahan bagi pemain, sementara penyelenggaraan pertandingan juga menjadi kesempatan bagi publik untuk menyaksikan persaingan antartim kawasan secara langsung.
Dukungan untuk tim nasional
Erick mengajak seluruh pihak untuk menyatukan dukungan kepada skuad Indonesia. Ia memandang FIFA ASEAN Cup 2026 sebagai ajang bernilai penting bagi perkembangan sepak bola di Asia Tenggara dan peluang bagi tim nasional untuk memburu hasil terbaik.
“FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki nilai penting dan arti besar bagi sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Mari bersatu dukung Timnas Indonesia. Berharap pelatih dan pemain memberikan yang terbaik. Ini kesempatan besar kita meraih prestasi tertinggi.”
Pesan tersebut menyoroti dua hal utama: tuntutan agar tim tampil maksimal serta pentingnya keterlibatan publik sepak bola Indonesia. Dengan jadwal turnamen yang berlangsung pada akhir September hingga awal Oktober 2026, perhatian akan tertuju pada kesiapan pelatih, pemain, dan dukungan suporter ketika pertandingan digelar di kandang.
Indonesia sebelumnya telah dipercaya menggelar Piala Dunia U-17 2023. Penunjukan kembali sebagai tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 menambah daftar peran Indonesia dalam agenda sepak bola internasional yang berlangsung di kawasan.
Legenda Indonesia berbagi pandangan
Setelah sesi pengenalan trofi, ISS 2026 juga mengadakan talkshow bersama tiga mantan pemain tim nasional Indonesia, yaitu Ismed Sofyan, Gendut Doni, dan Zaenal Arief. Mereka membahas peta persaingan sepak bola ASEAN, potensi kekuatan lawan Indonesia, serta pengalaman pribadi ketika menghadapi laga-laga penting di kawasan.
Kehadiran para legenda memberi gambaran bahwa pertandingan ASEAN selalu memiliki karakter tersendiri. Selain kualitas teknis tiap tim, laga regional kerap dipengaruhi atmosfer rivalitas, kemampuan menjaga fokus, dan kesiapan menghadapi tekanan ketika bertanding di hadapan pendukung sendiri maupun lawan.
Ismed menyampaikan optimismenya terhadap peluang Indonesia, terutama karena tim akan bermain sebagai tuan rumah. Ia juga menilai materi pemain yang nantinya dipilih serta sokongan penuh dari pendukung nasional dapat menjadi faktor penting dalam perjalanan tim.
“Semoga Timnas Indonesia meraih juara di FIFA ASEAN Cup 2026. Saya dan teman-teman optimistis, apalagi bermain di kandang sendiri, melihat materi pemain nantinya dan tentu dukungan penuh suporter timnas.”
Pameran trofi di JCC menjadi pengingat awal bahwa FIFA ASEAN Cup 2026 semakin mendekat. Bagi pencinta sepak bola Indonesia, turnamen ini menghadirkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan tim nasional dalam persaingan regional, sekaligus melihat bagaimana Indonesia menjalankan perannya sebagai tuan rumah Divisi Satu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dipamerkan?
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dipamerkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dipamerkan matter?
Trofi FIFA ASEAN Cup 2026 dipamerkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

