KKP Jadikan PPN Kejawanan Cirebon Pelabuhan Perikanan Bertaraf Internasional
Beritaturah.com – KKP jadikan PPN Kejawanan Cirebon sebagai pelabuhan perikanan bertaraf internasional melalui pengembangan sarana dan prasarana di kawasan pesisir Jawa Barat tersebut. Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan ini diarahkan untuk memperbaiki mutu penanganan hasil tangkapan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.
Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan ditandai dengan peletakan batu pertama di Cirebon pada Kamis. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan bahwa pembenahan pelabuhan bukan semata pembangunan fisik, melainkan fondasi bagi perbaikan kualitas produk perikanan yang dihasilkan dan didistribusikan dari kawasan tersebut.
“Kalau sarana prasarananya itu baik dan bagus, kualitas produknya juga bagus,” kata Trenggono.
Pelabuhan perikanan menjadi titik penting dalam rantai usaha perikanan, mulai dari aktivitas nelayan, pendaratan ikan, penanganan hasil tangkapan, hingga penyaluran produk. Karena itu, kondisi fasilitas pelabuhan turut menentukan kebersihan, keteraturan, dan kualitas produk sebelum sampai ke pasar.
Pembenahan Pelabuhan Perikanan sebagai Reformasi
Menurut Trenggono, pembangunan pelabuhan perikanan belum menjadi perhatian utama selama puluhan tahun. Saat mengunjungi kampung nelayan dan pelabuhan di berbagai daerah, ia menemukan masih banyak kawasan yang kurang tertata, tampak kumuh, berbau, dan belum didukung sarana memadai.
Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi produktivitas pelabuhan sekaligus kualitas penanganan ikan. Oleh sebab itu, pembangunan di Kejawanan diposisikan sebagai bagian dari reformasi pengelolaan pelabuhan perikanan nasional, dengan target menciptakan kawasan yang lebih bersih, produktif, dan mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas.
“Kalau teman-teman lihat pelabuhan perikanan di seluruh Indonesia kan kumuh, tidak produktif dan bau. Pembangunan ini adalah reformasi. Kita lakukan perubahan yang sangat mendasar, kita perbaiki. Kemudian produknya pasti akan diterima dengan baik di pasar internasional,” ujarnya.
Dalam perdagangan perikanan, jumlah tangkapan bukan satu-satunya faktor penentu. Penanganan produk yang baik, lingkungan kerja yang tertib, serta fasilitas yang layak diperlukan untuk menjaga mutu hasil laut. Pengembangan PPN Kejawanan Cirebon diarahkan untuk memperkuat seluruh proses tersebut dari pelabuhan hingga distribusi.
Investasi Rp459 Miliar untuk PPN Kejawanan
Nilai pengembangan PPN Kejawanan Cirebon mencapai Rp459 miliar. Seluruh pembiayaan proyek tersebut berasal dari Islamic Development Bank. Investasi ini mencerminkan skala pembenahan yang disiapkan pemerintah untuk menjadikan pelabuhan perikanan di Cirebon lebih modern dan siap mendukung standar internasional.
“Untuk pembiayaan Rp459 miliar. Selain di sini, nanti juga ada di PPN Pengambengan, Bali,” kata Trenggono.
Selain di Cirebon, pengembangan juga direncanakan di PPN Pengambengan, Bali. Kedua pelabuhan itu diharapkan menjadi contoh pembaruan pelabuhan perikanan yang dapat mendukung kualitas produk, kegiatan nelayan, serta pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir.
Bagi masyarakat Cirebon, pembangunan PPN Kejawanan diharapkan menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih bersih, teratur, dan produktif. Manfaatnya diharapkan tidak hanya terlihat pada bangunan dan fasilitas baru, tetapi juga pada peningkatan standar aktivitas perikanan serta nilai ekonomi hasil tangkapan.
Apabila pengembangan berjalan sesuai tujuan, PPN Kejawanan dapat menjadi model bagi pembenahan pelabuhan perikanan lain di Indonesia. Pemerintah berharap fasilitas yang lebih baik dapat membantu produk perikanan nasional diterima pasar internasional dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi nelayan serta pelaku usaha perikanan.
FAQ PPN Kejawanan Cirebon
Apa tujuan pengembangan PPN Kejawanan Cirebon?
Tujuannya adalah meningkatkan kualitas fasilitas pelabuhan, memperbaiki penanganan hasil perikanan, serta mendukung daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Berapa anggaran pengembangan PPN Kejawanan?
Anggaran pengembangan mencapai Rp459 miliar dan seluruh pembiayaannya berasal dari Islamic Development Bank.
Apakah hanya PPN Kejawanan yang dikembangkan?
Tidak. Pemerintah juga merencanakan pengembangan di PPN Pengambengan, Bali, sebagai bagian dari upaya pembenahan pelabuhan perikanan.
Apa manfaat pembangunan ini bagi nelayan dan Cirebon?
Pelabuhan yang lebih tertata dan didukung fasilitas memadai diharapkan membantu kegiatan perikanan menjadi lebih produktif, menjaga mutu hasil tangkapan, dan memperkuat ekonomi pesisir.

