Hiburan

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni Disney bertema jajanan pasar

IMG_20260917_121439

Disney Jajan Hadirkan Stitch dan Angel dalam Nuansa Jajanan Pasar

Beritaturah.com – Karakter Stitch dan Angel tampil dengan wajah baru yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia melalui proyek “Disney Jajan”. Dalam peluncurannya di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026, tiga ilustrator lokal menghadirkan karya bertema jajanan pasar yang kemudian dikembangkan menjadi beragam produk untuk penggemar.

Tiga nama yang terlibat dalam interpretasi visual tersebut adalah Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic. Masing-masing membawa gaya khasnya sendiri, sehingga karakter Disney itu tidak sekadar diberi ornamen lokal, melainkan ditempatkan dalam cerita visual yang berbeda-beda.

Hasil kolaborasi ini mencakup sekitar 100 varian produk atau Stock Keeping Unit (SKU). Ragam produknya meliputi barang gaya hidup, art toys, perhiasan emas, hingga pakaian. Pengembangannya dilakukan bersama sejumlah mitra bisnis Disney agar karya ilustrasi yang mula-mula dipamerkan sebagai karya seni dapat hadir dalam bentuk yang lebih mudah dijangkau publik.

Tiga Gaya Ilustrasi dalam Satu Tema

Keunikan “Disney Jajan” terletak pada kebebasan para kreator dalam memasukkan identitas artistik mereka tanpa menghilangkan ciri utama Stitch dan Angel. Pendekatan itu membuat setiap karya memiliki suasana tersendiri, sekaligus tetap terasa sebagai bagian dari dunia Disney.

“Mbak Ykha Amelz membawa tema food marker, banyak pakai elemen makanan. Sementara itu, Willy Devis (WD Willy) mengusung konsep pasar malam yang penuh warna vibrant dan lampu, serta Martcellia Liunic (Liunic) yang merangkai seluruh aktivitas jajan dari pagi, siang ke malam,” ujar perwakilan Consumer Product Disney Elis.

Ykha Amelz mengolah visual dengan banyak unsur makanan, sebuah pilihan yang selaras dengan tema jajanan pasar. WD Wily menghadirkan atmosfer pasar malam melalui warna-warna kuat serta elemen cahaya. Sementara itu, Liunic membangun alur aktivitas menikmati jajanan yang bergerak dari suasana pagi hingga malam hari.

Perbedaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa tema lokal dapat diterjemahkan dengan banyak cara. Jajanan pasar tidak hanya hadir sebagai objek makanan, tetapi juga sebagai pintu masuk menuju suasana, kebiasaan, warna, dan ritme aktivitas sehari-hari.

Dari Pameran Menjadi Produk untuk Publik

Awalnya, karya-karya ini ditampilkan sebagai pengalaman visual bagi pengunjung JICAF 2026. Namun, kolaborasi tersebut dirancang untuk memiliki perjalanan yang lebih luas melalui penerapan ilustrasi pada produk komersial. Dengan begitu, pengunjung tidak hanya melihat karya di ruang pamer, tetapi juga berpeluang menemukan karakternya dalam barang yang digunakan atau dikoleksi.

Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana ilustrasi dapat bergerak dari medium seni ke berbagai bentuk produk. Ketika karya kreator lokal masuk ke kategori seperti apparel, mainan seni, aksesori, dan produk gaya hidup, ilustrasi memperoleh ruang baru untuk hadir dalam keseharian audiens.

Elis menyampaikan bahwa karya “Disney Jajan” juga akan dipamerkan di Gandaria pada 10 Desember.

“Nantinya ya, ini akan dipamerkan juga di Gandaria. Seru, datang ya tanggal 10 Desember,” kata Elis.

Rencana pameran lanjutan tersebut memberi kesempatan bagi lebih banyak orang untuk melihat langsung bagaimana Stitch dan Angel diterjemahkan melalui ragam gaya ilustrasi Indonesia. Bagi penggemar karakter Disney, koleksi ini menawarkan pengalaman yang berbeda karena elemen visualnya dibangun dari tema yang akrab di lingkungan lokal.

Ruang Lebih Luas bagi Ilustrator Indonesia

Kolaborasi “Disney Jajan” sejalan dengan semangat JICAF 2026 untuk memperlihatkan potensi ilustrasi lokal ketika bertemu dengan sektor komersial. Karya seni tidak berhenti sebagai pajangan, tetapi dapat memiliki jangkauan yang lebih besar melalui produk yang beredar di berbagai tempat.

Pemilihan mitra dengan cakupan luas menjadi bagian penting dari rencana tersebut. Tujuannya agar produk hasil kolaborasi dapat dinikmati oleh masyarakat di lebih banyak kota, bukan hanya oleh pengunjung acara seni tertentu.

“Jadi, semua ini akan dikomersialkan oleh partner-partner ini gitu, supaya karya seni ini bisa dinikmati oleh semua orang lah. Jadi, kami juga mencari partner-nya yang memang cakupannya luas, supaya ini sampai ke semua kota, semuanya bisa enjoy produk ini juga,” kata Elis.

Bagi dunia kreatif, proyek seperti ini memperlihatkan bahwa karakter global dan perspektif lokal dapat dipadukan tanpa menghapus identitas salah satunya. Stitch dan Angel tetap dikenali, sementara sentuhan Ykha Amelz, WD Wily, dan Liunic memberi mereka latar visual yang lebih dekat dengan pengalaman jajan serta keramaian yang familier di Indonesia.

Frequently Asked Questions

What is Tiga ilustrator lokal kemas karya seni?

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga ilustrator lokal kemas karya seni matter?

Tiga ilustrator lokal kemas karya seni matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *