Bisnis

Jakarta International Stadium raih penghargaan infrastruktur dunia

IMG-20261008-WA0000.v1

JIS Dapat Pengakuan Internasional lewat Rekayasa Atap Buka-Tutup

Beritaturah.com – Jakarta International Stadium (JIS) memperoleh penghargaan internasional pada Bentley Year in Infrastructure (YII) Awards 2026 yang berlangsung di Singapura, Rabu malam, 7 Oktober. Pengakuan tersebut diraih melalui proyek rekayasa struktur atap buka-tutup stadion yang disebut sebagai yang terbesar di Indonesia.

Proyek JIS yang dikerjakan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau WIKA Gedung bersama sejumlah mitra konstruksi masuk dalam jajaran 36 finalis dari berbagai negara. Tim proyek mengusung submisi bertajuk “Jakarta International Stadium: Merancang Atap Buka-Tutup Terbesar” dan berhasil meraih penghargaan dalam kategori rekayasa struktur.

Pencapaian ini menempatkan karya infrastruktur dari Indonesia dalam kompetisi yang mempertemukan proyek-proyek teknik dari beragam sektor. YII Awards 2026 menerima lebih dari 300 submisi yang berasal dari 53 negara. Dari jumlah itu, 36 proyek dipilih sebagai finalis untuk dinilai oleh dewan juri independen pada 12 kategori yang mencakup tahapan siklus hidup infrastruktur, industri, serta berbagai disiplin teknik.

Teknologi Atap Menjadi Sorotan

Atap JIS menjadi salah satu elemen utama yang dipresentasikan pada putaran final. Sistem ini memungkinkan bagian atap stadion dibuka dan ditutup, sehingga rancangan bangunan tidak hanya menonjol dari skala fisiknya, tetapi juga dari tantangan teknis yang harus diselesaikan dalam proses perencanaan dan konstruksi.

Dalam pemaparannya, Tim WIKA Gedung menjelaskan proses rekayasa atap buka-tutup tersebut, termasuk penggunaan kecerdasan artifisial atau AI. Teknologi itu dimanfaatkan untuk membantu menekan risiko kesalahan serta potensi kerugian dalam pelaksanaan proyek. Penggunaan alat digital dalam pekerjaan konstruksi menjadi bagian penting dari upaya mengelola proyek yang memiliki tingkat kerumitan tinggi.

Penghargaan di kategori rekayasa struktur menunjukkan bahwa perhatian juri tidak hanya tertuju pada tampilan stadion sebagai fasilitas publik. Penilaian juga berkaitan dengan bagaimana solusi teknik diterapkan untuk menjawab kebutuhan struktur bangunan berskala besar. Dalam konteks ini, atap buka-tutup JIS menjadi simbol kemampuan rekayasa yang melibatkan koordinasi desain, konstruksi, teknologi, dan pengelolaan risiko.

Motivasi bagi Insinyur Indonesia

Manajer Digitalisasi Teknik WIKA Gedung, Arddhanu Zunanto Hardhi, memandang penghargaan tersebut sebagai penyemangat bagi talenta teknik Indonesia untuk terus menghasilkan karya yang mampu bersaing di panggung global.

“Dengan adanya penghargaan ini, kami terus ingin berkarya dan terus membuktikan bahwa engineer Indonesia memiliki kapabilitas dan kompetensi yang hebat untuk menghasilkan karya-karya besar, karya yang fenomenal, dan bisa diakui secara nasional maupun mancanegara,” kata dia.

Bagi Arddhanu, pencapaian ini melampaui apresiasi untuk satu proyek. Pengakuan tersebut juga menjadi dorongan bagi WIKA Gedung untuk mempertahankan komitmen dalam menghadirkan hasil kerja yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Keberhasilan JIS di ajang tersebut turut memperlihatkan kemampuan insinyur Indonesia dalam menangani pekerjaan dengan skala dan kompleksitas tinggi. Proyek infrastruktur besar membutuhkan ketelitian sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan, terutama ketika rancangan bangunan menggabungkan sistem struktur yang tidak sederhana dengan kebutuhan penggunaan jangka panjang.

“Kami berharap ke depan semakin banyak karya Indonesia yang bisa diakui, bukan hanya secara nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” kata dia.

Harapan itu relevan bagi perkembangan ekosistem konstruksi dan rekayasa di Indonesia. Pengakuan internasional dapat menjadi pemicu bagi perusahaan, tenaga ahli, dan generasi insinyur berikutnya untuk memperkuat kemampuan teknis serta pemanfaatan inovasi dalam proyek-proyek publik maupun komersial.

Fasilitas Ikonik untuk Warga

Selain aspek teknik, JIS memiliki arti sebagai salah satu fasilitas ikonik di Jakarta. Stadion ini diharapkan terus berkembang dan dapat digunakan secara optimal oleh warga ibu kota maupun masyarakat Indonesia secara luas. Keberadaan fasilitas publik dengan rancangan besar pada akhirnya dinilai dari manfaat yang dapat dirasakan penggunanya.

Pencapaian di Singapura juga memberi konteks baru bagi perjalanan JIS. Stadion tersebut tidak semata hadir sebagai bangunan olahraga atau ruang kegiatan, melainkan juga sebagai representasi proyek yang membawa tantangan rekayasa khusus. Atap buka-tutupnya menjadi salah satu bagian yang menunjukkan bagaimana desain arsitektur dan kebutuhan struktur dapat dipadukan dalam satu fasilitas.

Bagi masyarakat, penghargaan ini dapat dipahami sebagai pengakuan terhadap proses di balik sebuah stadion: pekerjaan para insinyur, perancang, pelaksana konstruksi, dan pihak-pihak yang mengembangkan solusi teknis untuk mewujudkan bangunan tersebut. Nilai sebuah proyek tidak berhenti saat konstruksi selesai, tetapi berlanjut pada kemampuan fasilitas itu melayani kebutuhan publik secara berkelanjutan.

“Kami bersyukur JIS dapat di-deliver oleh perusahaan dan menjadi salah satu fasilitas ikonik di Jakarta yang terus berkembang, terus tumbuh, serta dapat digunakan secara maksimal oleh warga Jakarta dan masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.

Dengan penghargaan pada YII Awards 2026, JIS membawa contoh bahwa karya infrastruktur Indonesia dapat memperoleh perhatian di kompetisi internasional. Pengakuan ini sekaligus menegaskan pentingnya inovasi, ketepatan rekayasa, dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia dalam membangun fasilitas yang kompleks dan bernilai bagi masyarakat.

Frequently Asked Questions

What is Jakarta International Stadium raih penghargaan infrastruktur?

Jakarta International Stadium raih penghargaan infrastruktur is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Jakarta International Stadium raih penghargaan infrastruktur matter?

Jakarta International Stadium raih penghargaan infrastruktur matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *