Ekonomi

Tiga penerbangan domestik di Kualanamu dibatalkan akibat kabut asap

1001137221

Kabut Asap Ganggu Operasional Penerbangan di Kualanamu

Beritaturah.com – Kabut asap yang menyelimuti kawasan Sumatera Utara berdampak pada layanan penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang. Tiga penerbangan domestik tidak dapat dioperasikan, sementara empat penerbangan lain sempat mengalami penundaan akibat kondisi jarak pandang yang menurun.

PT Angkasa Pura Aviasi, pengelola Bandara Internasional Kualanamu, mencatat pembatalan terjadi pada rute Kualanamu menuju Mandailing Natal, Takengon, dan Sibolga. Gangguan cuaca tersebut juga memengaruhi jadwal sejumlah penerbangan domestik serta satu layanan internasional menuju Kuala Lumpur, Malaysia.

“Ya, hari ini tiga penerbangan domestik di cancel (batal). Ada empat penerbangan, di antaranya satu rute Kuala Lumpur mengalami delay (tertunda),” kata Humas PT Angkasa Pura Aviasi Zul Andrika di Deli Serdang, Kamis (15/10).

Penerbangan Tertunda Kembali Beroperasi

Penundaan tidak berlangsung sepanjang hari. Zul Andrika menjelaskan bahwa penerbangan yang terdampak kabut asap sejak pagi secara bertahap dapat diberangkatkan kembali hingga pukul 16.35 WIB. Kondisi ini memungkinkan operasional yang sebelumnya tertahan kembali berjalan, termasuk untuk penerbangan rute internasional.

“Semua penerbangan yang mengalami keterlambatan akibat kabut asap sejak pagi hingga pukul 16.35 WIB sudah diterbangkan kembali,” jelas Zul.

Keterlambatan terjadi karena jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat ikut bergeser. Dalam kegiatan penerbangan, perubahan pada satu jadwal dapat berpengaruh pada rotasi pesawat berikutnya, sehingga penyesuaian diperlukan agar operasi tetap memperhatikan keselamatan penerbangan.

“Tidak lama memang, tetapi beberapa penerbangan yang sebelumnya ditunda, kini sudah terbang,” imbuhnya.

Bagi penumpang, pembatalan dan penundaan penerbangan menjadi pengingat pentingnya memeriksa perkembangan jadwal sebelum berangkat ke bandara. Perubahan kondisi atmosfer dapat memengaruhi kelancaran perjalanan, terutama ketika jarak pandang di sekitar jalur penerbangan atau kawasan bandara berkurang.

Jarak Pandang di Sumatera Utara Menurun

Kabut asap tidak hanya menjadi persoalan di sekitar Kualanamu. Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa fenomena tersebut terdeteksi melanda seluruh wilayah Sumatera Utara.

Situasi itu terjadi meski pemantauan citra satelit terhadap sebaran hotspot atau titik panas pada Selasa (13/10) tidak menemukan titik panas di wilayah Sumatera Utara. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan asap yang memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang tidak selalu sejalan dengan ditemukannya titik panas di lokasi yang sama.

“Tapi, pengamatan Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Stasiun Meteorologi Silangit hari ini pukul 10.00 WIB, terjadi penurunan jarak pandang di Sumatera Utara menjadi 1 sampai 4 kilometer,” jelas Hendro di Medan, Rabu (14/10).

Jarak pandang merupakan salah satu unsur penting dalam aktivitas transportasi. Ketika pandangan menjadi terbatas, pengelola bandara dan maskapai perlu menyesuaikan operasi dengan kondisi aktual di lapangan. Penundaan yang terjadi dalam keadaan seperti ini berkaitan dengan upaya menjaga proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat tetap berlangsung secara aman.

Kualitas Udara Perlu Diwaspadai

Selain menurunkan jarak pandang, kabut asap turut berkaitan dengan kondisi kualitas udara. Pemantauan konsentrasi PM2.5, yaitu partikel berukuran sangat kecil yang terdapat di udara, menunjukkan kategori sedang hingga tidak sehat di wilayah Sumatera Utara.

Partikel PM2.5 perlu menjadi perhatian karena ukurannya sangat kecil. Saat udara berkabut atau kualitas udara memburuk, masyarakat di daerah yang berpotensi terdampak dianjurkan mengurangi kegiatan di luar ruangan. Anjuran ini terutama relevan ketika pandangan mulai menurun dan asap masih terasa di lingkungan sekitar.

“Apabila memerlukan kegiatan di luar ruangan, sebaiknya menggunakan masker,” ujar Hendro.

Masyarakat juga dapat menyesuaikan aktivitas harian dengan perkembangan kondisi udara di wilayah masing-masing. Bagi calon penumpang pesawat, memperbarui informasi penerbangan melalui maskapai atau pengelola bandara dapat membantu mengantisipasi perubahan jadwal. Sementara itu, pembatasan aktivitas luar ruangan dan penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan saat kabut asap masih memengaruhi kondisi lingkungan.

Operasional penerbangan di Kualanamu yang telah kembali berjalan pada sore hari menunjukkan adanya perbaikan situasi dibandingkan gangguan pada pagi hari. Namun, kabut asap dan perubahan jarak pandang tetap memerlukan perhatian, baik dari penyelenggara transportasi maupun masyarakat yang beraktivitas di Sumatera Utara.

Frequently Asked Questions

What is Tiga penerbangan domestik di Kualanamu dibatalkan?

Tiga penerbangan domestik di Kualanamu dibatalkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tiga penerbangan domestik di Kualanamu dibatalkan matter?

Tiga penerbangan domestik di Kualanamu dibatalkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *