Gekrafs Buka Peluang Kolaborasi Kreatif Indonesia–Amerika Serikat
Beritaturah.com – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) mendorong perluasan pasar bagi talenta Indonesia melalui penjajakan kemitraan dengan pelaku industri kreatif di Amerika Serikat. Peluang kerja sama tersebut mencakup pengembangan museum interaktif, pembuatan miniatur dan maket kota, pertunjukan, hingga wisata yang terhubung dengan industri film.
Langkah ini dibawa dalam forum teknologi digital di Los Angeles yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2026. Wakil Ketua Harian DPP Gekrafs Mohamad Amin Ahlun Nazar hadir mewakili organisasi tersebut bersama PT Pola Raya Studio untuk bertemu calon mitra di Amerika Serikat.
“Kami membawa tawaran kerja sama yang menghubungkan jejaring pelaku ekonomi kreatif Indonesia dengan kemampuan desain dan produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional,” kata Mohamad Amin Ahlun Nazar.
Miniatur dan museum interaktif menjadi fokus penawaran
Melalui PT Pola Raya Studio, Amin menawarkan kemampuan desain serta produksi miniatur untuk mendukung kebutuhan museum interaktif. Penawaran itu juga mencakup pembuatan maket kota yang dapat dimanfaatkan Pemerintah Kota Los Angeles dalam penyampaian gagasan pembangunan, kegiatan pameran, maupun sarana edukasi publik.
Maket kota bukan sekadar benda pajangan. Dalam konteks perencanaan dan komunikasi pembangunan, miniatur membantu masyarakat melihat skala, bentuk, hubungan antarruang, serta gambaran suatu kawasan secara lebih mudah. Ketelitian produksi menjadi unsur penting karena setiap ukuran, detail bangunan, dan komposisi ruang perlu disajikan secara proporsional.
“Kemampuan membaca gambar, menjaga ketepatan skala, dan menghasilkan detail menjadi keunggulan produksi untuk kebutuhan pendidikan, pameran, serta komunikasi pembangunan,” ujar Amin.
Penjajakan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kreatif Indonesia dan Amerika Serikat yang difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles. Pertemuan lintas negara seperti ini membuka ruang bagi karya kreatif Indonesia untuk masuk ke kebutuhan proyek internasional yang lebih beragam.
Menghubungkan kreativitas dengan kebutuhan pasar
Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian menilai keahlian kreator Indonesia perlu hadir secara lebih aktif di pasar global. Indonesia memiliki modal berupa keragaman budaya, kemampuan artistik, dan sumber daya manusia kreatif yang dapat dikembangkan menjadi produk maupun jasa bernilai ekonomi.
“Indonesia memiliki talenta, budaya, dan kreativitas luar biasa yang harus hadir dan bersaing di panggung global,” kata Kawendra.
Bagi pelaku ekonomi kreatif, kemampuan teknis saja belum cukup untuk membangun usaha berkelanjutan. Karya perlu dipertemukan dengan kebutuhan pengguna, mitra bisnis, serta pasar yang jelas. Hubungan ini penting karena sektor kreatif dapat bergerak melalui berbagai bidang, mulai dari desain, produksi visual, hiburan, pameran, pariwisata, hingga pengembangan pengalaman pengunjung.
“Ketika keterampilan bertemu pelanggan, sebuah karya tidak hanya mengangkat nama Indonesia, tetapi juga menambah penghasilan keluarga dan mendorong generasi berikutnya menekuni keahlian tersebut,” ujar Kawendra.
Pesan tersebut menekankan bahwa pencapaian kreatif tidak berhenti pada pengakuan atau eksposur. Kerja sama internasional diharapkan dapat menciptakan pekerjaan, memperluas jaringan produksi, serta memberi kesempatan bagi keterampilan lokal untuk terus diwariskan dan dikembangkan.
Peluang di hiburan, pariwisata, dan bisnis
Presiden sekaligus CEO Hollywood Chamber of Commerce Ron Frierson menyambut kehadiran delegasi Indonesia. Ia berharap semangat yang sama dalam kreativitas dan kewirausahaan dapat berkembang menjadi kemitraan nyata pada sektor hiburan, pariwisata, dan bisnis.
Los Angeles memiliki posisi penting dalam ekosistem hiburan global. Karena itu, pembicaraan yang melibatkan pelaku kreatif Indonesia dapat membuka percakapan lebih luas mengenai produksi konten, pengalaman wisata bertema film, pertunjukan, serta layanan kreatif pendukung industri hiburan.
Potensi pengembangan ekonomi kreatif juga terlihat dari dorongan adaptasi kekayaan intelektual ke berbagai format. Saat membuka LITERAIA 2026 di Museum Nasional pada Minggu, 11 Oktober, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengajak pelaku industri untuk mengembangkan karya sastra menjadi film, animasi, gim, dan pertunjukan. Adaptasi lintas media dapat memperluas jangkauan audiens sekaligus membuka manfaat ekonomi yang lebih besar bagi pencipta karya.
Perluasan pemanfaatan kekayaan intelektual menjadi relevan karena sebuah gagasan dapat memiliki kehidupan baru di banyak medium. Cerita yang awalnya hadir dalam bentuk buku, misalnya, dapat diterjemahkan menjadi tayangan audiovisual, permainan, pementasan, atau pengalaman wisata. Namun, pengembangan tersebut tetap membutuhkan kemampuan produksi, mitra pendanaan, perlindungan hak kekayaan intelektual, dan pemahaman terhadap pasar.
Nilai transaksi menunjukkan ruang pertumbuhan
Aktivitas bisnis berbasis kekayaan intelektual juga terus menunjukkan peluang. Kementerian Perdagangan mencatat potensi transaksi sebesar Rp3,51 miliar yang dihasilkan oleh 38 pelaku usaha dalam Jakarta Futura Connectiva pada 3–4 Oktober.
Angka itu menggambarkan adanya ruang bagi produk dan layanan kreatif untuk memperoleh nilai komersial ketika dipertemukan dengan jaringan pembeli, investor, serta mitra strategis. Bagi Indonesia, penguatan akses pasar internasional dapat menjadi pelengkap bagi pengembangan ekosistem kreatif di dalam negeri.
Penjajakan Gekrafs di Los Angeles pada akhirnya membawa fokus yang lebih luas daripada sekadar promosi. Upaya tersebut menghubungkan kemampuan desain dan produksi dari Indonesia dengan kebutuhan konkret di pasar global, sembari membuka kemungkinan kemitraan pada bidang museum, tata kota, hiburan, wisata, dan bisnis kreatif.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri?
Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri matter?
Gekrafs jajaki kerja sama dengan industri matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

