Pati Perkuat Akses Pendidikan bagi Anak Keluarga Kurang Mampu melalui Sekolah Rakyat
Beritaturah.com – Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan dukungannya terhadap pemerataan peluang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui program Sekolah Rakyat. Program ini diharapkan menjadi ruang belajar yang memastikan persoalan biaya tidak lagi memaksa anak berhenti menempuh pendidikan.
Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Pati pada Sabtu. Kegiatan itu mempertemukan ratusan siswa, orang tua, tenaga pendidik, serta sejumlah unsur pemerintahan dan tamu undangan.
“Kami berharap program ini membuka peluang bagi anak-anak kurang mampu untuk meraih cita-cita dan menjadi generasi emas Kabupaten Pati,” ujarnya.
Pendidikan Akademik dan Pembentukan Karakter
Sekolah Rakyat dipandang tidak hanya menyediakan pembelajaran akademik. Para siswa juga memperoleh pembinaan akhlak, kegiatan ibadah bersama, makan tiga kali dalam sehari, serta dua kali makanan selingan. Dukungan tersebut menjadi bagian penting agar anak-anak dapat belajar dan tumbuh dalam lingkungan yang lebih terarah.
Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, kebutuhan pendidikan sering kali tidak berhenti pada biaya sekolah. Ketersediaan makanan, pendampingan, kedisiplinan, dan suasana belajar yang stabil turut memengaruhi kemampuan anak untuk tetap mengikuti proses pendidikan. Karena itu, pendekatan menyeluruh di Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu siswa berkembang secara akademik maupun pribadi.
Chandra mengingatkan para siswa agar menggunakan kesempatan yang telah diperoleh secara sungguh-sungguh. Ia menilai peluang seperti ini perlu dimanfaatkan untuk membangun masa depan dan mengejar cita-cita.
“Kalian yang sudah di sini adalah anak-anak pilihan dari ribuan anak di Kabupaten Pati,” ujarnya.
Harapan untuk Prestasi dan Akhlak
Selain memberi perhatian kepada siswa, Chandra juga menyampaikan penghargaan kepada para guru yang tetap menjalankan tanggung jawab pendidikan di tengah keterbatasan. Peran tenaga pendidik dinilai penting dalam menciptakan sekolah yang tidak hanya mendorong pencapaian nilai, tetapi juga membangun karakter peserta didik.
Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi contoh dalam pembentukan akhlak sekaligus melahirkan siswa dengan prestasi yang membanggakan. Target tersebut menjadi tantangan bagi para siswa ketika sekolah memasuki usia dua tahun pada tahun depan.
“Tahun depan, saat sekolah ini memasuki ulang tahun kedua, saya tantang kalian untuk menunjukkan prestasi. Buktikan bahwa kalian mampu menjadi anak-anak yang membanggakan,” ujarnya.
Pendidikan yang setara tidak hanya berarti membuka pintu masuk ke sekolah. Kesetaraan juga berkaitan dengan kesempatan memperoleh perhatian, pendampingan, kebutuhan dasar, serta dorongan untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Dalam konteks itu, Sekolah Rakyat diharapkan dapat membantu anak-anak yang sebelumnya memiliki hambatan ekonomi untuk memiliki pijakan yang lebih kuat.
Pemkab Siapkan Pendampingan Berkelanjutan
Pemkab Pati menyatakan akan terus mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat. Pada proses penerimaan siswa tahun berikutnya, Dinas Sosial direncanakan terlibat bersama Program Keluarga Harapan atau PKH. Pemerintah daerah juga akan melakukan pendampingan berkala guna melihat perkembangan para siswa.
“Kesempatan pendidikan ini sangat kami butuhkan untuk masyarakat Kabupaten Pati yang kurang mampu. Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu punya kesempatan belajar yang sama dengan anak-anak lain. Saya kira Sekolah Rakyat ini akan melahirkan generasi emas Kabupaten Pati,” kata Chandra.
Pelibatan Dinas Sosial dan PKH diharapkan membantu proses penjangkauan calon siswa dari keluarga yang benar-benar membutuhkan dukungan. Pendampingan rutin pun menjadi penting agar perkembangan pendidikan, kemandirian, dan kebutuhan siswa dapat diperhatikan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan open house, kehadiran orang tua memberi kesempatan bagi keluarga untuk menyaksikan perubahan yang dialami anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan. Chandra menilai perkembangan paling terlihat pada kemandirian siswa, sebuah kemampuan yang dapat menjadi bekal penting dalam kehidupan sehari-hari maupun perjalanan pendidikan mereka selanjutnya.
Kuota Siswa Perlu Koordinasi Dinas Sosial
Terkait kemungkinan penambahan jumlah siswa, Chandra menjelaskan bahwa penetapan kuota berada dalam kewenangan Dinas Sosial. Karena itu, usulan kebutuhan tambahan kapasitas perlu dikoordinasikan melalui instansi yang memiliki tugas dan kewenangan tersebut.
Open House Sekolah Rakyat Pati juga dihadiri perwakilan Universitas Pertahanan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pati, Kepala Sentra Margolaras, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Tlogowungu, unsur Forkopimcam Tlogowungu, serta para undangan lainnya.
Dukungan lintas pihak tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu membutuhkan perhatian bersama. Melalui Sekolah Rakyat, Pati menaruh harapan agar lebih banyak anak dapat melanjutkan belajar, memperkuat karakter, dan mempersiapkan diri untuk berkontribusi bagi daerah pada masa mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pemkab Pati dukung kesetaraan kesempatan pendidikan?
Pemkab Pati dukung kesetaraan kesempatan pendidikan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pemkab Pati dukung kesetaraan kesempatan pendidikan matter?
Pemkab Pati dukung kesetaraan kesempatan pendidikan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

