Isu Penting: Sekeluarga di Jakut Tewas Diracuni Anak Tengah Pakai Racun Tikus

Polisi Ungkap Hasil Autopsi dan Pemeriksaan Toksikologi Sekeluarga yang Tewas Diracun di Warakas

Sekeluarga yang tewas diracun di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut) telah diperiksa melalui autopsi dan pemeriksaan toksikologi. Pemeriksaan toksikologi dilakukan dengan berbagai metode untuk mengetahui penyebab kematian ketiga korban.

Pemeriksaan Toksikologi oleh Tim Puslabfor Bareskrim Polri

Kepala Urusan Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan, menjelaskan bahwa ruang lingkup pemeriksaan mencakup pestisida, alkohol, arsen, sianida, serta bahan kimia dan obat-obatan.

“Dari pemeriksaan barang bukti, ruang lingkup kami adalah pemeriksaan pestisida, kemudian alkohol, kemudian arsen, kemudian sianida, serta ruang lingkup bahan kimia dan obat-obatan,” kata Azhar Darlan, Jumat (6/2/2026).

Tim toksikologi mengambil sejumlah kandungan dalam organ tubuh korban untuk diteliti. Sementara itu, korban selamat yang juga menjadi pelaku, AS atau S (22), diperiksa darah dan urinenya.

“Dari pemeriksaan tersebut, dari item tersebut, seluruh korban yang meninggal, ada tiga orang yang meninggal tersebut, organ yang dikasih kami adalah positif zinc phosphate,” ungkapnya.

Dalam lokasi kejadian (TKP), juga ditemukan alkohol. Hampir semua minuman mengandung alkohol, sementara satu gelas berisi zinc phosphate. “Kemudian di TKP, kami temukan juga ada alkohol, hampir semuanya minuman ada mengandung alkohol, kemudian ada gelas satu mengandung zinc phosphate, kemudian hampir semua TKP, terutama organ, mengandung KPI,” lanjut Azhar Darlan.

Pendapat Prof Dr Budiawan dari Universitas Indonesia

Prof Dr Budiawan, peneliti toksikologi kimia dari Universitas Indonesia (UI), menjelaskan bahwa zinc phosphate adalah senyawa kimia yang dikenal sebagai racun tikus.

“Bahan-bahan ini beracun bagi sel tubuh manusia, dan ditemukan tadi apa yang disampaikan oleh hasil dari pemeriksaan ini, membuktikan bahwa di lambung telah ditemukan zinc phosphate, kemudian juga tentunya memang racun ini akan berubah menjadi phosphane, dan kemudian juga menyebar ke seluruh organ, dan itulah yang dikenal sebagai racun seluler,” jelas Budiawan.

Hasil Visum dari Dokter Forensik RS Polri Sukanto

Dr Mardika, dokter forensik RS Polri Sukanto, menyampaikan bahwa visum luar dan dalam telah dilakukan terhadap tiga jenazah. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

“Kemudian dari pemeriksaan luar juga ada proses pembusukan lanjut pada otak itu didapatkan kelebaman perudara, pemburuan dari paru ada pendarahan. Dan pada lambung khusus, itu sebagian warna merah muda,” kata Mardika.

Di dalam lambung, terdapat cairan berwarna kecokelatan. Didapatkan juga kelembapan dan bau yang sangat menyengat ketika isi lambung dibuka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *