Balap

Historic Moment: Adenanta bawa modal penting menuju putaran kedua ARRC Buriram

Adenanta Menuju Putaran Kedua ARRC Buriram: Momentum Historis

Historic Moment – Di tengah persiapan menghadapi putaran kedua ARRC 2026 yang berlangsung di Buriram, Thailand, tanggal 8-10 Mei, pembalap AHRT M. Adenanta Putra menunjukkan semangat optimis yang tinggi. Pengalaman gemilang di Malaysia Superbike Championship akhir pekan lalu menjadi dasar untuk mengejar target lebih ambisius di sirkuit internasional. Ini adalah momen penting bagi Adenanta, karena pertama kali ia berlaga di kelas Asia Superbike (ASB) 1000, menggunakan motor CBR1000RR-R, dan terus menunjukkan kemajuan signifikan.

“Ini merupakan momentum historis bagi saya. Saya ingin memperlihatkan kemampuan penuh di Buriram, terutama setelah meraih hasil konsisten di Malaysia,” kata Adenanta dalam konferensi pers AHRT, Jumat. Ia menekankan bahwa peningkatan performa motor dan penyesuaian teknik menjadi fokus utama untuk memperkuat posisi di klasemen.

Pada seri pembuka ARRC di Sepang, Malaysia, tanggal 11-12 April lalu, Adenanta mampu menyelesaikan dua balapan dengan peringkat ketujuh. Hasil ini memperbesar poinnya hingga mencapai 18 poin, membuatnya berada di posisi keenam dalam klasemen sementara. Kini, ia siap memanfaatkan kepercayaan diri yang terbentuk di Malaysia untuk meraup hasil lebih baik di Buriram.

Herjun dan Fadillah Targetkan Hasil Maksimal di Kelas SS600

Di kelas Supersport (SS) 600, dua pembalap AHRT, Herjun Atna Firdaus dan Fadillah Arbi Aditama, membidik target menggembirakan. Herjun, yang berasal dari Pati, saat ini menempati posisi ketiga dengan 25 poin setelah podium ketiga di race pertama. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan kontribusi besar di Thailand, menjelaskan bahwa mental dan fisik telah disiapkan secara maksimal.

Fadillah, di sisi lain, berharap untuk memperbaiki performa dan mencetak hasil konsisten. “Saya ingin memaksimalkan potensi motor di Buriram. Ini adalah kesempatan untuk menunjukkan kemajuan yang lebih baik,” ujarnya. Kedua pembalap ini berkomitmen untuk menjaga koordinasi tim dan memanfaatkan pengalaman sebelumnya untuk menembus persaingan ketat di kelas yang diminati banyak pihak.

Rheza Danica dan Irfan Ardiansyah Perkuat Klasemen di Kelas AP250

Kelas Asia Production (AP) 250 menjadi garda depan untuk Rheza Danica Ahrens dan Irfan Ardiansyah. Rheza, yang kini berada di peringkat kedua dengan 31 poin, menargetkan podium di Buriram sebagai langkah penting menuju gelar juara. “Saya ingin memperkuat dominasi tim di kelas ini. Persiapan dan pengalaman sudah saya lakukan dengan matang,” tutur Rheza.

Kabar baik juga datang dari Irfan, yang menggantikan Muhammad Badly Ayatullah yang sedang pulih dari cedera. “Terima kasih kepada Astra Honda Motor atas kesempatan menjadi rider pengganti. Saya akan memberikan yang terbaik untuk membantu tim meraih hasil maksimal,” imbuh Irfan. Pergantian ini tidak mengurangi semangat tim, yang tetap fokus pada konsistensi dan kecepatan di sirkuit.

Putaran kedua ARRC 2026 akan menghadirkan tiga balapan utama pada Sabtu dan Minggu. Race AP250 dijadwalkan pukul 14.10 WIB, SS600 pukul 15.00 WIB, dan ASB 1000 pukul 16.05 WIB. Kedatangan pembalap AHRT ke Buriram diharapkan bisa memperkuat dominasi tim di berbagai kelas, terutama dalam konteks momentum historis yang tengah berkembang.

Sebagai bagian dari seri ARRC 2026 yang dianggap sebagai bagian penting dari sejarah balap motor Asia, Buriram menjadi salah satu sirkuit yang menantang. Adenanta dan rekan-rekannya berharap tampil maksimal di sini, karena seluruh kekuatan tim akan teruji. “Saya berharap bisa mencetak poin besar di Buriram dan membawa kemenangan untuk AHRT,” kata Adenanta, menegaskan semangat juara yang tidak pernah pudar.

Penampilan gemilang di putaran pertama telah membuka peluang baru bagi AHRT, dan momen ini dianggap sebagai pengalaman penting dalam membangun reputasi tim. Dengan pengalaman yang terus bertambah, pembalap-pembalap muda seperti Adenanta, Herjun, Fadillah, Rheza, dan Irfan semakin siap menghadapi tantangan di sirkuit internasional. Mereka memandang ARRC Buriram sebagai babak kritis dalam perjalanan menuju kesuksesan di musim ini.

Leave a Comment