Pertamina Dukung Ekosistem Pendidikan Tinggi di Sektor Hulu Migas melalui Special Plan
Special Plan – Dalam rangka mewujudkan Special Plan, Pertamina terus memperkuat komitmen dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi di bidang hulu minyak dan gas bumi (migas). Komitmen ini mencakup berbagai inisiatif untuk menjembatani antara dunia akademisi dan industri, khususnya dalam memberikan wawasan praktis serta memperkaya pengalaman pembelajaran para mahasiswa. Ery Ridwan, Kepala Komunikasi, Relasi, CID & CSR PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), menjelaskan bahwa perusahaan aktif berpartisipasi dalam membangun ekosistem pendidikan melalui peningkatan kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi. “Kami siap berbagi pengetahuan dan pengalaman operasional nyata dengan akademisi, sehingga dapat memperkuat kesiapan generasi muda dalam menghadapi tantangan sektor energi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Special Plan sebagai Strategi Penguatan SDM
Special Plan menjadi salah satu prioritas strategis Pertamina untuk memastikan sumber daya manusia (SDM) di sektor hulu migas tetap relevan dan kompetitif di tengah perubahan teknologi serta kebutuhan pasar yang dinamis. Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan sirkuit transfer pengetahuan yang terus-menerus, sekaligus memberikan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Melalui kegiatan seperti kunjungan lapangan, Pertamina tidak hanya memperkenalkan infrastruktur dan proses operasional, tetapi juga mengajak mahasiswa untuk terlibat langsung dalam memecahkan masalah teknis yang ada di lapangan. “Special Plan mencakup rangkaian program yang terpadu, mulai dari kurikulum akademik hingga proyek penelitian bersama,” tambah Ery, yang menegaskan bahwa perusahaan aktif dalam menciptakan platform pembelajaran yang lebih luas.
Kunjungan lapangan ke Fasilitas Penerimaan Minyak Onshore (ORF) Muara Karang, Jakarta, merupakan bagian dari rangkaian acara Pipeline Design Competition (PDC) dalam Mechanical Festival (M-Fest) 2026. Acara ini diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), yang bertujuan memperkaya kreativitas dan kemampuan teknis mahasiswa. Selama kegiatan, sebanyak 23 peserta dari berbagai universitas se-Indonesia diberikan kesempatan untuk mengamati operasional fasilitas industri, termasuk sistem perpipaan yang menjadi fokus utama PDC. “Special Plan tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga memperkuat kolaborasi melalui kompetisi dan praktik langsung,” kata Rafi Akbar Maulana, Ketua Pelaksana M-Fest 2026.
“Kami memilih PHE ONWJ sebagai lokasi kunjungan karena perusahaan tersebut berperan penting sebagai pelaku strategis sektor energi nasional, serta menyediakan fasilitas operasional dan sistem perpipaan yang sesuai dengan fokus kompetisi PDC,” jelas Rafi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menginspirasi generasi muda yang ingin berkontribusi pada keberlanjutan industri hulu migas. “Dengan mengakses teknologi dan infrastruktur terkini, peserta dapat memperluas wawasan mereka dan mengembangkan solusi inovatif,” tambahnya.
Special Plan juga mencakup program kerja sama antara Pertamina dan berbagai institusi pendidikan tinggi, seperti penelitian bersama, magang, serta pelatihan keterampilan khusus. Sebagai contoh, pertamina telah bermitra dengan Universitas Indonesia untuk mengembangkan kurikulum pendidikan tinggi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri. “Kolaborasi ini dirancang untuk memastikan lulusan bisa langsung beradaptasi dengan lingkungan kerja sektor hulu migas,” kata salah satu rekan kerja Pertamina dalam keterangan terpisah. Selain itu, Special Plan juga mencakup pengembangan program pendidikan berbasis proyek, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk terlibat dalam proyek real-world yang berlangsung di berbagai operasi Pertamina.
Perusahaan ini berkomitmen untuk menjadikan pendidikan tinggi sebagai pusat inovasi dan pengembangan SDM berkualitas. Dengan pendekatan yang lebih holistik, Pertamina tidak hanya menawarkan pengetahuan teknis, tetapi juga memberikan pelatihan soft skills, seperti kepemimpinan, manajemen proyek, dan komunikasi yang efektif. “Special Plan mencakup berbagai elemen, termasuk pembelajaran langsung di lapangan, diskusi teknis dengan ahli, serta pelatihan pengembangan diri,” tutur Ery. Dukungan ini bertujuan memastikan bahwa SDM yang dihasilkan mampu berkontribusi secara signifikan dalam mencapai visi pertamina untuk meningkatkan kinerja industri migas nasional.
Sebagai bagian dari Special Plan, Pertamina juga memberikan insentif kepada mahasiswa yang berprestasi dalam bidang teknik, seperti beasiswa dan peluang kerja setelah lulus. Langkah ini bertujuan memperkuat keberlanjutan pembelajaran, serta menciptakan ekosistem yang didukung oleh kebijakan perusahaan dan pemerintah. “Kami yakin, dengan Special Plan, sektor hulu migas akan memiliki tenaga ahli yang lebih berkualitas dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkas Ery. Kehadiran Pertamina di berbagai kegiatan akademik seperti M-Fest juga menegaskan peran perusahaan dalam menjadi mitra pendidikan yang aktif, sekaligus meningkatkan visibilitas industri migas di kalangan generasi muda.
