Tekno

Topics Covered: Grab Indonesia buka ruang belajar bidang STEM untuk perempuan

Grab Indonesia Perkenalkan Ruang Belajar STEM untuk Perempuan

Topics Covered – Jakarta – Grab Indonesia meluncurkan inisiatif pendidikan khusus yang menawarkan kesempatan belajar dan berdiskusi bagi 75 perempuan muda dalam bidang Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika (STEM). Program ini bertujuan untuk memperluas akses dan menginspirasi partisipasi perempuan dalam sektor teknologi yang dinilai memiliki prospek besar, meski masih menghadapi tantangan struktural. Dengan fokus pada pemberdayaan, inisiatif ini menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pengembangan kompetensi dan kepercayaan diri perempuan di bidang STEM.

Menjembatani Kesenjangan Gender dalam Teknologi

Topics Covered – Inisiatif yang diberi nama “STEM Talks” ini merupakan bagian dari kampanye “Jejak Aksi Kartini Masa Kini”, yang bertujuan menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam dunia kerja. Rivana Mezaya, Direktur Digital & Sustanability Grab Indonesia, menekankan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat peran perempuan dalam pengambilan keputusan teknologi. “Topics Covered di sini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga tentang mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis,” tambah Rivana.

“Kami yakin perempuan mampu memberikan perspektif unik dalam inovasi teknologi, dan ini adalah langkah awal untuk membuka ruang tumbuh yang lebih luas bagi mereka,” ujarnya.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini, partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi aktif masih rendah, hanya mencapai 52,86 persen dibandingkan 79,85 persen laki-laki. Data ini menunjukkan bahwa perempuan berpendidikan tinggi lebih rentan terhadap pengangguran dengan angka mencapai 18,66 persen, dua kali lipat dari persentase laki-laki yang sebesar 8,16 persen. Program STEM Talks dianggap sebagai upaya strategis untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Struktur Program dan Manfaat untuk Peserta

Topics Covered – Program STEM Talks dirancang dengan struktur yang melibatkan sesi diskusi, workshop interaktif, serta presentasi oleh perwakilan perempuan papan atas di Grab. Selama empat minggu, peserta akan mempelajari topik-topik seperti pengembangan aplikasi, desain sistem teknologi, dan manajemen proyek digital. “Topics Covered ini memastikan peserta mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang cara teknologi memengaruhi kehidupan sehari-hari,” jelas Rivana.

Dalam program ini, para peserta juga diberikan akses ke sumber daya online, seperti panduan belajar, video tutorial, serta forum diskusi untuk berbagi ide. Selain itu, mereka diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan perempuan yang sukses di bidang teknologi, sehingga dapat menjadi contoh dan mentor bagi generasi muda. “Topics Covered tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan yang bisa mendukung karier mereka di masa depan,” tambah Rivana.

Program ini juga menyasar pengembangan keterampilan praktis, seperti pemrograman, analisis data, dan pengelolaan startup. Dengan menekankan praktik langsung, Grab berharap peserta bisa memperoleh pengalaman konkret yang memperkuat kepercayaan diri mereka. “Topics Covered kami desain agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proyek nyata,” terang Rivana.

Perspektif Global dalam Pemberdayaan Perempuan

Topics Covered – Rivana Mezaya menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Grab Indonesia untuk memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital. “Topics Covered seperti ini membantu membangun kesadaran bahwa perempuan tidak hanya memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, tetapi juga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya. Dengan menyoroti isu gender di sektor teknologi, Grab berharap mendorong perubahan mendasar dalam budaya kerja dan pengambilan keputusan.

Program ini juga dirancang untuk menginspirasi lebih banyak perempuan muda mengeksplorasi karier di bidang STEM. Melalui kisah sukses dan pengalaman langsung, peserta akan melihat bahwa ketertarikan di bidang teknologi tidak terbatas pada jenis kelamin. “Topics Covered di sini ingin memperlihatkan bahwa teknologi adalah bidang inklusif yang bisa dijalan oleh siapa pun,” tutur Rivana. Dengan demikian, program ini diharapkan menjadi jembatan untuk mempercepat peningkatan peran perempuan di sektor ekonomi digital.

Grab Indonesia juga menargetkan ekspansi program ini ke berbagai kota di Indonesia. Dalam jangka panjang, perusahaan ingin membentuk komunitas belajar yang mandiri, sehingga perempuan bisa terus berkembang dan berkontribusi secara aktif dalam inovasi teknologi. “Topics Covered kami akan terus diperluas agar lebih banyak perempuan memiliki kesempatan belajar dan berpartisipasi,” kata Rivana. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat menjadi penggerak utama dalam isu kesetaraan gender.

Leave a Comment