Dunia

Wapres Vance sambut baik ensiklik Paus Leo XIV soal risiko AI

Vice President Vance Apresiasi Ensiklik Paus Leo XIV Mengenai Risiko Teknologi AI

Wapres Vance sambut baik ensiklik Paus – Washington – Seorang tokoh politik Amerika Serikat, J.D. Vance, mengekspresikan keberpihakannya terhadap ensiklik “Magnifica Humanitas” yang dikeluarkan oleh Paus Leo XIV. Dokumen ini menyampaikan peringatan teologis tentang potensi ancaman dari kecerdasan buatan (AI) yang berkembang tanpa pengendalian. Meski belum membaca ensiklik secara utuh, Vance menilai isinya sangat bermakna dan relevan, terutama dalam konteks peran Gereja dalam mendorong pengembangan teknologi dengan etika yang kuat.

Enciklik Mendorong Tanggung Jawab Etis dalam Penggunaan AI

Dalam wawancara dengan NBC News, Vance mengungkapkan bahwa ia telah meninjau ringkasan dan kutipan ensiklik yang mendorong kehati-hatian dalam memanfaatkan AI. Dokumen tersebut menekankan pentingnya menjaga martabat manusia serta stabilitas sosial melalui prinsip-prinsip moral yang berlaku. “Apa yang saya baca terdengar mendalam, dan itu sesuai dengan harapan seorang pemimpin agama,” ujarnya.

“Apa yang saya baca terdengar sangat mendalam dan itu merupakan hal yang memang diharapkan dari seorang pemimpin gereja,” kata Vance dalam wawancara telepon dengan NBC News.

Ensiklik pertama Paus Leo XIV sejak menjabat memperingatkan bahaya kemajuan teknologi yang terus meningkat. Dokumen ini mengajak masyarakat untuk melanjutkan inovasi, tetapi dengan batasan yang menjaga kemanusiaan dan keadilan sosial. Vance menekankan bahwa Gereja Katolik sepanjang sejarah beradaptasi dengan perubahan teknologi dan kehidupan sosial, namun prinsip moral tetap menjadi fondasi utama.

“Yang perlu diingat tentang moralitas adalah prinsip-prinsipnya tidak pernah berubah, tetapi cara Anda menerapkan prinsip-prinsip tersebut berubah, karena dunia berubah,” kata Vance.

Dalam konteks era teknologi modern dan perang yang semakin canggih, Vance berpendapat bahwa manusia harus menyesuaikan pola interaksi sosial. “Jadi, Anda harus memikirkan kembali seluruh ajaran sosial Katolik dalam terang dunia baru tempat kita hidup dan saya pikir itulah yang coba dilakukan Paus (Leo XIV). Saya senang dia melakukannya,” tambahnya.

Leave a Comment