Solution For: Sinner Mengakui Kehabisan Tenaga Usai Tersingkir dari Roland Garros
Solution For – Jakarta – Jannik Sinner, petenis berbakat asal Italia, merasa lelah setelah kehilangan pertandingan di babak kedua Roland Garros. Dalam sesi wawancara setelah laga yang berakhir 6-3, 6-2, 5-7, 1-6, 1-6, Sinner menyatakan bahwa kehabisan tenaga menjadi tantangan utama saat menghadapi Juan Manuel Cerundolo, Kamis lalu. “Saya merasa sangat pusing dan mulai sulit mempertahankan fokus selama pertandingan,” ujarnya, dilansir dari sumber ATP. “Energi saya habis, dan itu memengaruhi permainan saya.”
Perjalanan Kehilangan di Roland Garros
Petenis nomor satu dunia tersebut sempat unggul 5-1 di set ketiga, tetapi tak mampu mempertahankan keunggulan. Cerundolo, pemain Argentina yang duduk di peringkat 56, menunjukkan konsistensi luar biasa di paruh akhir pertandingan, membawa tiga set yang berlangsung di Court 1 ke babak keempat. “Di set keempat, saya sedikit lengah. Mencoba mengumpulkan tenaga lebih banyak di set kelima, tapi poin pertama berjalan kurang baik,” lanjut Sinner. “Saya tidak bisa menjaga servis, dan permainan saya mulai menurun. Pagi ini saya bangun dengan rasa sakit di tubuh, tapi usaha memperpendek poin tidak cukup untuk membalikkan keadaan.”
“Saya berada di posisi yang baik, terutama di set ketiga. Tapi akhirnya kesulitan memproses permainan. Saya hanya butuh waktu untuk mengevaluasi apa yang tidak berjalan baik hari ini, serta hal-hal positif seperti latihan intensif beberapa minggu sebelum Wimbledon,” tambah Sinner.
Persiapan untuk Turnamen Berikutnya
Setelah mengalami kekalahan di Roland Garros, Sinner tetap menyoroti penampilan Cerundolo, yang menunjukkan ketangguhan luar biasa. “Petenis itu bermain solid, terutama di akhir pertandingan. Itu adalah bagian dari olahraga,” katanya. Meski tersingkir di babak kedua, Sinner tetap menutup musim turnamen tanah liat dengan catatan 18-1. Prestasi ini diraih setelah memenangkan tiga turnamen ATP Masters 1000 di Monte-Carlo, Madrid, dan Roma.
Keberhasilan Sinner di tiga turnamen tersebut membuktikan bahwa dia masih dalam kondisi prima. Namun, kekalahan di Roland Garros membuatnya kehilangan 1.250 poin, tetapi masih berada di puncak peringkat ATP. “Banyak hal yang terjadi bersamaan, menyebabkan masalah hari ini,” jelas Sinner. “Tapi kejadian seperti ini bisa terjadi. Saya fokus pada evaluasi dan persiapan untuk turnamen berikutnya.”
Strategi dan Mental Pemain
Sinner mengakui bahwa kelelahan fisik dan mental menjadi faktor kritis dalam pertandingan ini. “Saya merasa berat karena harus bermain sepanjang hari di Court 1. Permainan tanah liat membutuhkan stamina ekstra, dan hari ini saya tidak cukup siap,” ujarnya. “Namun, ini adalah pelajaran berharga. Saya akan memperbaiki permainan di laga berikutnya.” Pemain berusia 21 tahun ini juga menekankan pentingnya kestabilan mental, terutama saat menghadapi lawan yang kuat seperti Cerundolo.
Dalam pandangan Sinner, kekalahan di Roland Garros bukan akhir dari perjalanan karier dan tidak mengubah visinya untuk mencapai kesuksesan lebih besar. “Ini adalah bagian dari proses. Saya yakin diri saya bisa bangkit dari kekalahan ini,” tegasnya. “Solution For memberikan banyak peluang untuk melatih diri, dan saya akan manfaatkan setiap kesempatan tersebut.”
Sinner berharap bisa memperbaiki kondisi fisiknya sebelum menghadapi laga penting seperti Montreal, Cincinnati, dan US Open. “Masih banyak pertandingan yang harus dimainkan. Ini adalah kesempatan untuk berkembang,” pungkasnya. Dengan keberhasilan di turnamen sebelumnya, petenis yang dijuluki “The Next Big Thing” ini yakin akan mampu mengembangkan strategi dan performa lebih baik di babak berikutnya.
