Kapolres: Bom Peninggalan PD II Meledak di Biak, Lima Warga Meninggal
Kapolres – Sebuah ledakan besar terjadi di Komplek Perikanan Biak, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, pada hari Minggu (31 Mei) sekitar pukul 14.45 WIT. Ledakan tersebut disebabkan oleh bom peninggalan Perang Dunia II yang meledak, menyebabkan kerusakan yang parah dan mengakibatkan lima warga meninggal dunia. Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan menjadi sumber informasi utama dalam insiden ini, menyampaikan bahwa sejumlah korban juga masih hilang dan keadaan masih dalam proses evakuasi.
Detil Ledakan dan Dampak di Lingkungan Sekitar
Menurut Kapolres, bom yang meledak adalah benda bekas dari Perang Dunia II yang ditemukan di sekitar area perikanan tersebut. Ledakan terjadi di tengah keramaian warga yang sedang beraktivitas di lokasi tersebut, sehingga mengakibatkan kerusakan pada empat rumah. Beberapa bangunan lain juga terkena dampak dari ledakan yang menggelegar, termasuk jaringan listrik dan infrastruktur lokal. Saat ini, tim investigasi masih berusaha mengidentifikasi sumber ledakan dan memastikan tidak ada benda peledak lain yang bisa menyebabkan bahaya tambahan.
Langkah Penanganan Pasca-Insiden oleh Tim Gabungan
Setelah ledakan terjadi, Kapolres menginstruksikan tim gabungan untuk segera melakukan operasi penyelamatan. Tim terdiri dari Polres Biak Numfor, Brimob Polda Papua, Kodim Biak Numfor, Satuan Polisi Pamongpraja, serta Basarnas bekerja sama dalam upaya mencari tiga korban yang masih dalam pengejaran. Kapolres juga memastikan bahwa lokasi kejadian sudah diberi police line untuk menghindari risiko penjalaran ledakan yang lebih besar. Menurut informasi yang dihimpun, pencarian akan dilanjutkan pada hari Senin (1 Juni) karena kondisi air laut yang sedang pasang memengaruhi proses penyelaman.
“Kami sedang berupaya maksimal untuk menemukan korban yang belum ditemukan, sementara tim medis telah melakukan evakuasi terhadap kelima jenazah yang berhasil ditemukan,” ujar Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan kepada ANTARA, Minggu malam. Ia menambahkan bahwa investigasi terkait penyebab ledakan masih dalam tahap awal, dengan fokus pada penelusuran sisa-sisa benda peledak.
Kelompok tim penyelamat mengungkapkan bahwa area perikanan Biak memiliki sejarah sebagai tempat peninggalan Perang Dunia II yang sering diabaikan. Banyak warga yang tidak menyadari adanya bom yang masih aktif di sekitar tempat mereka tinggal. Kapolres menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap ancaman benda peledak yang bisa ditemukan kapan saja di daerah tersebut. Selain itu, ia meminta warga untuk tetap berhati-hati dan menghindari area yang rawan hingga keadaan stabil.
Dalam upaya mempercepat proses investigasi, Kapolres meminta bantuan teknologi seperti drone dan alat deteksi peledak untuk mencari sisa-sisa benda yang mungkin masih aktif. “Setiap benda peledak memiliki potensi mengancam keselamatan warga, sehingga kami berupaya ekstra untuk memastikan semua telah ditemukan dan diamanatkan,” kata Kapolres. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama dari seluruh tim yang terlibat, termasuk masyarakat yang secara aktif membantu mencari korban.
