Warta Bumi

Key Strategy: Manggala Agni Jambi-Sumut dikerahkan bantu pemadaman karhutla di Riau

Manggala Agni Jambi-Sumut Dikerahkan Bantu Pemadaman Karhutla di Riau

Key Strategy menjadi pilihan utama pemerintah dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau. Tim dari Manggala Agni Jambi dan Sumatera Utara (Sumut) diterjunkan untuk mendukung operasi pemadaman api di beberapa titik rawan. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ferdian Krisnanto, mengungkapkan bahwa dua regu dari Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Muara Tebo dan Kota Jambi telah siap bergerak pada Kamis (4/6) pagi.

Strategi Pengendalian Karhutla Melalui Koordinasi Regional

“Key Strategy ini melibatkan penugasan sumber daya dari dua provinsi berbeda, yaitu Jambi dan Sumut, untuk memperkuat upaya pemadaman karhutla di Riau. Tim Manggala Agni Daops Labuhan Batu Selatan (Sumut) juga siap bergerak ke Rokan Hilir jika dibutuhkan dan menunggu evaluasi siang hari ini,” tambah Ferdian dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Kamis.

Strategi yang digunakan tidak hanya berfokus pada penanganan langsung kebakaran, tetapi juga mencakup pemantauan terpadu dan respons cepat di berbagai lokasi. Ferdian menjelaskan bahwa di lokasi kebakaran di Tanjung Kapal, Rupat, Kabupaten Bengkalis, satu regu dari Daops Siak sedang bekerja, dan rencananya akan ditambah satu tim lagi di siang hari. Kebakaran di Rokan Hilir, khususnya di Desa Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, dengan luas area sekitar 70 hektare, ditangani oleh dua regu dari Daops Dumai.

Upaya Bersama dalam Menekan Dampak Karhutla

Kebakaran di Desa Rantau Bais dimulai sejak Sabtu (30/5) dan masih berlangsung. Ferdian menegaskan bahwa luas area kebakaran menjadi faktor utama dalam menentukan strategi penanganan. Oleh karena itu, Daops Pekanbaru dan Rengat telah disiapkan untuk bergerak ke lokasi tersebut jika diperlukan. Selain itu, Daops Labuhan Batu Selatan juga bisa dikerahkan sebagai bentuk Key Strategy untuk distribusi sumber daya secara efektif.

Masih di Rokan Hilir, kebakaran yang terdeteksi di Desa Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, awalnya terlihat di Kecamatan Bangko melalui patroli udara. Namun, setelah verifikasi di darat, lokasi utama kebakaran diidentifikasi di wilayah Pekaitan. Di sana, satu regu dari Daops Dumai masih fokus pada upaya pemadaman.

Di Kabupaten Pelalawan, dua regu Manggala Agni Daops Rengat terus bekerja memadamkan api di Sokoi, yang telah berlangsung selama enam hari. Sementara itu, wilayah Kandis, Kabupaten Siak, berhasil dikuasai dan dipadamkan sejak Rabu (3/6) lalu. Key Strategy ini menunjukkan koordinasi yang lebih luas, bukan hanya antar daerah operasi, tetapi juga antar instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan masyarakat.

“Key Strategy yang diterapkan saat ini memperkuat kemampuan tanggap darurat dengan memanfaatkan sumber daya yang tersebar di wilayah Jambi dan Sumut. Selain regu Manggala Agni, juga diperlukan dukungan kesatuan dari BPBD, TNI, dan Polri untuk menutupi area yang terkena api,” ujarnya.

Dengan Key Strategy ini, pihak terkait berharap bisa mengendalikan penyebaran api dan meminimalkan dampak lingkungan serta sosial. Pemadaman yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi yang intensif, terutama karena kebakaran hutan dan lahan sering kali berdampak luas, terutama di wilayah Riau yang rentan terhadap kondisi cuaca kering. Ferdian berharap strategi ini bisa menjadi referensi untuk mengatasi karhutla di masa depan.

Leave a Comment