Latest Program: PT KAI Sumbar Dukung IMLF 2026 dengan Sambutan Delegasi 36 Negara di BIM
Latest Program – Sumatera Barat melalui PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II (Divre II) aktif berpartisipasi dalam penyelenggaraan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2026. Acara ini dirancang sebagai platform penting untuk memperkenalkan warisan budaya Minangkabau ke panggung internasional. Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi keberhasilan festival ini. “Kehadiran delegasi dari 36 negara menjadi momentum berharga untuk memperkuat hubungan diplomatik dan budaya antar daerah,” ujarnya.
Kolaborasi dalam Meningkatkan Pengalaman Wisata
Dalam rangka mendukung keberlangsungan IMLF 2026, PT KAI Sumbar berkerjasama dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dalam menyambut para delegasi. Upaya ini mencakup penyediaan layanan transportasi yang lebih efisien, pengurangan waktu antar jemput, serta penguasaan bahasa asing untuk memudahkan komunikasi. Selain itu, pihak KAI juga memperkenalkan sejarah pengembangan jaringan kereta api di wilayah Sumatera Barat sebagai bagian dari edukasi budaya kepada peserta festival. “Kami ingin memastikan delegasi merasa nyaman dan terlayani dengan baik,” tambah Lutfi Wijaya.
“Kolaborasi antara KAI dan BIM akan meningkatkan aksesibilitas Sumbar sebagai destinasi wisata budaya,” kata Lutfi Wijaya.
Pelaksanaan IMLF 2026 dan Tujuan Kegiatan
Festival IMLF 2026 akan diadakan pada bulan Juni 2026 dengan tema “Jam Gadang, Detak Jantung Ibukota.” Acara ini dibagi menjadi dua tahap: literasi pada 3–7 Juni 2026 dan seni, budaya, serta sejarah pada 7–21 Juni 2026. Kehadiran sekitar 250 delegasi dari 36 negara diharapkan menjadi ajang penghargaan terhadap kekayaan budaya Minangkabau. Dukungan dari Yayasan Satu Pena Sumatera Barat akan memastikan kegiatan berjalan lancar, termasuk dalam memperkenalkan nilai-nilai adat istiadat yang menjadi ciri khas daerah ini.
Latest Program ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam meningkatkan promosi pariwisata. Dengan mengundang delegasi internasional, IMLF 2026 diharapkan menarik minat wisatawan untuk mengunjungi Sumatera Barat. Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk menjaring investor dan penggiat budaya dari luar negeri. “Kami yakin IMLF 2026 akan menjadi tulang punggung program terbaru dalam membangun ekonomi kreatif Sumbar,” imbuh Lutfi Wijaya.
Interaksi Budaya di BIM
Ketika tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), para delegasi akan mengikuti upacara sambutan tradisional yang diiringi oleh tarian khas Minangkabau. Mereka juga akan mencicipi makanan khas daerah seperti sate, kerak telor, dan pempek, serta berfoto bersama Kereta Minangkabau Ekspres yang menjadi ikon transportasi Sumbar. Keberadaan layanan ini memperkuat citra BIM sebagai pusat perjalanan budaya yang inklusif.
Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, memberikan apresiasi atas sambutan yang diberikan. “Pengalaman di BIM sangat berkesan dan memperlihatkan komitmen Sumbar dalam menawarkan layanan yang unik,” kata diplomat tersebut. Kolaborasi antara PT KAI Sumbar dan BIM juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengakses destinasi wisata yang lebih mudah, baik melalui transportasi darat maupun udara.
Strategi Pemajuan Wisata dan Budaya
Latest Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Sumatera Barat. Dengan menampilkan keunikan budaya Minangkabau melalui festival, pemerintah dan mitra strategis seperti KAI ingin menarik perhatian masyarakat internasional. “Kami berharap IMLF 2026 akan menjadi acuan bagi program terbaru dalam menyebarkan nilai-nilai Minangkabau ke dunia,” kata Lutfi Wijaya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pelatihan bagi masyarakat lokal untuk meningkatkan keterampilan di bidang pariwisata dan pendidikan.
Pelaksanaan IMLF 2026 juga akan meningkatkan kualitas layanan transportasi di Sumatera Barat. Dengan menggabungkan keahlian KAI dalam pengelolaan transportasi darat dan keunggulan BIM dalam infrastruktur udara, program ini menjadi inisiatif yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat. “Kami ingin menjadi bagian dari transformasi pariwisata Sumbar ke tingkat nasional dan internasional,” tambah Lutfi Wijaya.
Latest Program ini juga berdampak signifikan pada keterlibatan masyarakat setempat. Para peserta festival akan diajarkan tentang sejarah dan keunikan budaya Minangkabau, serta bagaimana mengapresiasinya melalui kegiatan sehari-hari. Dengan demikian, IMLF 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif warga Sumbar dalam menjaga keberlanjutan budaya. “Kami menargetkan program ini sebagai awal dari inisiatif jangka panjang dalam mengembangkan pariwisata berbasis budaya,” tutur Lutfi Wijaya.
