Key Issue: Pengembangan Ekonomi Digital Perlu Diimbangi Keamanan Siber yang Kuat
Key Issue menjadi isu utama dalam penguatan ekonomi digital Indonesia, dengan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengingatkan pentingnya keamanan siber sebagai fondasi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi digital berjalan optimal. Dalam sebuah acara di Jakarta pada Kamis, ia menekankan bahwa Key Issue ini tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap sistem digital. Tanpa keamanan siber yang kuat, kegiatan ekraf dan bisnis digital berisiko menghadapi ancaman serangan yang bisa merusak data, platform, serta keberlanjutan usaha.
Pengembangan Platform dan Transformasi Digital
Dalam Key Issue ini, Menteri Riefky menyatakan bahwa ekonomi digital Indonesia harus didukung oleh platform yang super andal serta aman. Ini menjadi prasyarat utama untuk meningkatkan kualitas produk dan inovasi dalam sektor kreatif. Selain itu, transformasi digital di seluruh ekosistem perlu dipercepat, termasuk dalam layanan publik, pendidikan, dan industri. Keberhasilan Key Issue juga bergantung pada peningkatan jumlah talenta digital berkualitas, yang menjadi modal penting untuk bersaing secara global.
Menurut data IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025, Indonesia berada di peringkat 51 dari 69 negara dengan skor 56,76. Angka ini menunjukkan bahwa masih ada jarak jauh hingga mencapai posisi 20 besar pada tahun 2045, seperti target pemerintah. Untuk merealisasikan Key Issue ini, pemerintah perlu berperan aktif dalam membangun infrastruktur keamanan siber yang lebih terpadu, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi digital assets.
“Keamanan siber adalah fondasi kepercayaan yang menopang seluruh aktivitas ekonomi digital, perlindungan data, integritas platform, perlindungan kekayaan intelektual, dan keberlangsungan usaha para pelaku ekraf,” ujarnya.
Transformasi Digital Berbasis AI
Key Issue dalam pengembangan ekonomi digital juga melibatkan inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) yang berperan penting dalam meningkatkan keamanan siber. Teknologi AI bisa menjadi alat untuk mempercepat proses penetration testing, mengidentifikasi celah keamanan sistem secara lebih efektif, dan meningkatkan respon terhadap ancaman. Menteri Riefky menyebut bahwa integrasi AI dengan keahlian keamanan siber akan mendorong peningkatan daya saing Indonesia di bidang teknologi digital.
Dalam rangka Key Issue ini, pemerintah dan sektor swasta perlu kolaborasi yang lebih erat untuk mendorong pengembangan ekonomi digital yang seimbang dengan keamanan siber. Upaya seperti memperkuat regulasi, mengadakan pelatihan, dan berinvestasi pada infrastruktur akan menjadi langkah strategis. Selain itu, Key Issue ini juga mencakup pemantauan terhadap kebijakan internasional serta pengembangan standar keamanan yang dapat diadopsi secara nasional.
Dengan keamanan siber yang kuat, Key Issue ini dapat memastikan bahwa pelaku ekonomi digital tidak hanya bertumbuh cepat, tetapi juga berkelanjutan. Peningkatan akses ke teknologi di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil, akan menjadi tugas utama dalam memperluas peluang ekonomi digital. Menteri Riefky menyatakan bahwa Key Issue ini akan menjadi penentu utama dalam menempatkan Indonesia sebagai negara yang bisa diandalkan dalam perekonomian global yang semakin digital.
