Video

Usai perawatan intensif – kedua korban peluru nyasar di UNP pulih

Usai Perawatan Intensif, Kedua Korban Peluru Nyasar di UNP Kembali Pulih

Usai perawatan intensif – Kedua korban kejadian peluru nyasar di lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) telah berhasil pulih setelah menjalani perawatan intensif selama beberapa hari. Mereka adalah Guruh Guwino dan Nova Wirasakti, yang menderita cedera akibat tembakan tak terduga yang terjadi pada Selasa (2/6) sore. Meski awalnya kondisi mereka memburuk, usai perawatan intensif, keduanya kini dalam kondisi stabil dan dapat melakukan aktivitas harian kembali.

Detail Kejadian Peluru Nyasar di UNP

Kejadian peluru nyasar terjadi saat Guruh Guwino sedang berada di trotoar dekat Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNP. Menurut keterangan korban, tidak ada suara ledakan yang terdengar saat peluru mengenai dirinya. “Saya sedang jalan-jalan di trotoar, tiba-tiba ada bunyi ‘pang’ dan saya terkena peluru di bagian kaki,” ujar Guruh. Sementara itu, Nova Wirasakti mengalami cedera di area perut, yang menurut saksi di sekitar lokasi, terjadi akibat peluru yang meleset dari arah tidak terduga.

“Saya tidak pernah menduga akan terkena peluru saat hanya sedang melintas di trotoar,” kata Nova, yang sebelumnya bekerja sebagai staf administrasi di kampus tersebut.

Korban mengungkapkan bahwa kejadian terjadi saat suasana kampus dalam kondisi normal. Tak ada indikasi perang atau kekacauan sebelumnya. Namun, peluru yang mengenai mereka berasal dari arah tidak terduga, kemungkinan dari luar lingkaran kampus atau dari pihak ketiga yang tidak terlibat dalam konflik apa pun. Kedua korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pengembangan Penyelidikan dan Pihak Terkait

Sejumlah saksi di sekitar kejadian, termasuk Fandi Yogari Saputra, Denno Ramdha Asmara, dan Roy Rosa Bachtiar, memberikan informasi tambahan tentang situasi saat itu. Mereka menyebutkan bahwa peluru nyasar mungkin berasal dari senapan angin yang dibawa oleh seseorang yang tidak terlihat jelas. Kepolisian setempat juga sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber peluru tersebut serta mengungkap apakah ada unsur kesengajaan dalam kejadian tersebut.

Usai perawatan intensif, keduanya dinyatakan sembuh dan dapat pulang. Kondisi mereka tidak mengalami komplikasi serius, berkat respons cepat petugas medis dan perawatan yang tepat. Kampus UNP juga mengambil langkah-langkah pencegahan untuk memastikan keamanan di area kritis seperti Gedung FISIP, termasuk pemasangan papan pengumuman dan pengawasan lebih ketat.

Kasus ini memperlihatkan pentingnya kesadaran akan bahaya senjata api di lingkungan pendidikan. Meskipun kejadian tersebut dianggap sebagai kecelakaan, pihak berwenang menegaskan bahwa pemeriksaan terus dilakukan untuk mengetahui akar masalah dan mencegah pengulangan. Usai perawatan intensif, keduanya kini sudah mampu kembali ke aktivitas sehari-hari, menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran berharga untuk keselamatan bersama.

Kampus UNP terus memberikan dukungan penuh kepada kedua korban, baik dalam bentuk bantuan medis maupun psikologis. Proses pemulihan tidak hanya fokus pada kondisi fisik, tetapi juga mental, karena kejadian peluru nyasar bisa menyebabkan trauma bagi pelaku. Usai perawatan intensif, keduanya menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan tidak ada tanda-tanda cedera permanen. Tim medis juga memastikan bahwa keduanya tidak mengalami efek samping yang berpotensi mengganggu kehidupan normal.

Penyelidikan terus berjalan, dengan petugas mengecek kondisi di sekitar lokasi dan mengumpulkan bukti-bukti tambahan. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan mahasiswa dan staf kampus. Usai perawatan intensif, perhatian masyarakat terus diberikan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang. Kampus UNP telah memperketat protokol keamanan dan meningkatkan kesadaran penggunaan senjata api di lingkungan akademik.

Leave a Comment