Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

78 atlet bersaing di CMAS World Championship Underwater 2026

Published Oktober 7, 2026 · Updated Oktober 7, 2026 · By Nancy Taylor - beritaturah.com

Foto : Nancy Taylor - beritaturah.com

78 Atlet Dunia Ikuti Kejuaraan Foto dan Video Bawah Laut di Bali

Beritaturah.com – Ajang CMAS World Championship Underwater 2026 mempertemukan 78 atlet selam dari berbagai negara di Kawasan Birock, Wilayah Konservasi Agung Prana Reef, Buleleng, Bali. Kompetisi yang berlangsung pada Selasa (6/9) itu menjadi ruang persaingan bagi para peserta untuk menampilkan karya visual dari lingkungan bawah laut.

Kejuaraan ini tidak hanya menilai kemampuan menyelam, tetapi juga kejelian peserta dalam menangkap kehidupan laut, komposisi gambar, kreativitas, serta pesan yang dapat disampaikan melalui foto maupun video. Lokasi penyelenggaraan di Buleleng memberi peserta kesempatan mengeksplorasi lanskap bawah laut yang menjadi bagian dari kawasan konservasi.

Tujuh Kategori Foto dan Tiga Kategori Video

Panitia mempertandingkan sepuluh kategori, yang terdiri atas tujuh nomor fotografi dan tiga nomor videografi. Untuk fotografi, peserta berlaga dalam kategori fish, theme, close-up, wide angle tanpa penyelam, wide angle dengan penyelam atau model, creative, serta smart device.

Kategori fish mengarahkan perhatian pada pengambilan gambar ikan, sementara close-up memberi ruang bagi detail objek bawah laut. Nomor wide angle menonjolkan sudut pandang yang lebih luas, baik tanpa kehadiran penyelam maupun dengan penyelam atau model sebagai bagian dari komposisi. Kategori creative dan smart device turut membuka kemungkinan pendekatan visual yang lebih beragam.

Pada cabang video, karya peserta dipertandingkan melalui kategori creative movie, theme movie, dan 60 second video. Ketiga nomor tersebut menuntut peserta menyusun cerita visual yang efektif, termasuk dalam format singkat berdurasi satu menit.

Ragam kategori tersebut membuat kejuaraan tidak terbatas pada satu gaya pengambilan gambar. Atlet dapat menyesuaikan karya dengan karakter objek yang ditemui di bawah laut, sekaligus menunjukkan kemampuan teknis dan gagasan artistik mereka.

Pengalaman Kompetisi yang Terhubung dengan Bali

Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman menekankan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini membawa pengalaman yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan visual bawah air. Peserta juga diperkenalkan pada unsur budaya dan kehidupan lokal Bali.

“Kejuaraan Dunia ini bukan sekedar lomba foto dan video di bawah laut saja, namun lebih dari itu. Para peserta akan merasakan pengalaman yang berbeda dengan penyelengggaraan di negara lain, karena selain mengikuti kejuaraan, peserta juga akan disuguhkan pagelaran seni kebudayaan serta kearifan lokal khas Bali, serta keterlibatan dalam restorasi dan rehabilitasi terumbu karang,” kata Ketua Umum PB POSSI Komjen Pol. Makhruzi Rahman dalam keterangan resmi, Rabu.

Keterlibatan dalam restorasi dan rehabilitasi terumbu karang menjadi bagian penting dari arah kegiatan tersebut. Bagi peserta, pengalaman di lokasi konservasi dapat memperlihatkan bahwa karya foto dan video bawah laut juga berkaitan dengan perhatian terhadap kelestarian ekosistem laut.

Terumbu karang merupakan habitat bagi beragam organisme laut dan menjadi salah satu unsur yang menarik perhatian penyelam. Dalam kompetisi seperti ini, visual yang dihasilkan tidak hanya dapat menjadi karya lomba, tetapi juga membantu menghadirkan gambaran mengenai kekayaan bawah laut kepada masyarakat yang tidak menyaksikannya secara langsung.

Dorongan bagi Pemuteran dan Pariwisata Buleleng

PB POSSI berharap kejuaraan dunia ini ikut mendorong kunjungan wisata ke Desa Pemuteran. Kawasan tersebut diharapkan semakin dikenal sebagai pilihan destinasi penyelaman ketika wisatawan berkunjung ke Bali.

Makhruzi menilai dampak kegiatan dapat menjangkau sektor yang lebih luas, tidak hanya aktivitas wisata selam. Perekonomian lokal, industri pariwisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah diharapkan memperoleh manfaat dari meningkatnya perhatian terhadap daerah tersebut.

Kehadiran puluhan atlet dari berbagai negara juga memberi nilai tersendiri bagi promosi wilayah Buleleng. Kompetisi internasional dapat mempertemukan olahraga, kreativitas, konservasi, dan pariwisata dalam satu rangkaian kegiatan yang menempatkan lingkungan bawah laut sebagai pusat perhatian.

Bagi pengunjung, kegiatan seperti CMAS World Championship Underwater 2026 memperlihatkan bahwa pengalaman menikmati Bali tidak hanya berada di daratan. Kawasan pesisir dan laut menawarkan aktivitas yang berbeda, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem yang menjadi daya tarik utama bagi penyelam, fotografer, pembuat video, dan wisatawan.

Dengan total 78 atlet yang bersaing dalam sepuluh kategori, kejuaraan ini menjadi panggung bagi beragam interpretasi visual tentang dunia bawah laut. Dari gambar ikan hingga film kreatif, setiap karya berpotensi menampilkan sisi lain dari laut Bali serta memperluas perhatian terhadap konservasi terumbu karang dan pengembangan wisata setempat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 78 atlet bersaing di CMAS World?

78 atlet bersaing di CMAS World is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 78 atlet bersaing di CMAS World matter?

78 atlet bersaing di CMAS World matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.