Ivan Gunawan rancang seragam defile Indonesia pada Asian Para Games
Busana Defile Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 Ditangani Ivan Gunawan
Beritaturah.com – Perhelatan olahraga terbesar Asia bagi atlet disabilitas, Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, akan dibuka pada 18 Oktober di Stadion Paloma Mizuho, Nagoya, Jepang. Di antara ratusan detail logistik dan protokol yang harus disiapkan sebelum ribuan atlet melangkah ke arena, satu elemen visual menjadi sorotan utama: seragam yang akan dikenakan kontingen Indonesia saat berbaris dalam upacara pembukaan. Nama yang kini memegang tanggung jawab tersebut adalah perancang busana Ivan Gunawan, yang dipilih melalui mekanisme seleksi internal kontingen.
Proses Seleksi yang Diinisiasi Chef de Mission
Ketua Umum National Paralympic Committee of Indonesia (NPC Indonesia), Senny Marbun, mengonfirmasi bahwa keputusan menunjuk Ivan Gunawan lahir dari inisiatif Chef de Mission (CdM) kontingen Indonesia untuk ajang tersebut, Reda Manthovani. Menurut Senny, CdM memandang bahwa pembuatan seragam defile bukan sekadar urusan estetika, melainkan representasi identitas negara yang harus dirancang dengan standar tertentu.
"Ini merupakan gagasan dari CdM bahwa membuat seragam itu tidak bisa sembarangan, jadi mudah-mudahan Ivan Gunawan bisa menghadirkan desain yang sesuai keinginan bersama."
Pernyataan itu disampaikan Senny di Jakarta pada Senin. Ia menambahkan bahwa rekam jejak panjang Ivan Gunawan di industri mode nasional menjadi pertimbangan utama. Pengalaman bertahun-tahun merancang busana panggung, red carpet, hingga koleksi siap pakai dinilai mampu menghasilkan busana berkelas yang layak ditampilkan di hadapan jutaan penonton dan sorotan media internasional saat upacara pembukaan berlangsung di Nagoya.
Pengukuran di Solo dan Tim Kerja di Lapangan
Pengerjaan seragam defile, menurut Senny, telah memasuki tahap aktif sejak pekan lalu. Ivan Gunawan beserta tim desainer dan penjahitnya melakukan perjalanan langsung ke Kota Surakarta (Solo) untuk bertemu para atlet dan ofisial kontingen. Di sana, pengukuran badan dilakukan satu per satu agar setiap potong kain jatuh presisi pada tubuh masing-masing pemakainya. Proses ini krusial mengingat defile menuntut seragam yang seragam secara visual namun tetap nyaman dipakai selama berbaris dalam formasi yang terstruktur.
"Saya berharap semuanya senang dan bangga mengenakan seragam yang akan dipakai di Nagoya nanti."
Ujaran tersebut menegaskan bahwa dimensi emosional dari seragam defile tidak kalah penting dari aspek teknis. Bagi atlet disabilitas yang telah menempuh perjalanan panjang menuju panggung internasional, mengenakan busana yang dirancang khusus untuk mereka menjadi simbol pengakuan atas prestasi dan keberanian mereka berkompetisi di level tertinggi Asia.
Koordinasi di Jepang dan Dukungan Pemerintah
Di samping urusan desain, NPC Indonesia dan tim CdM telah menjalankan persiapan spesifik yang mencakup aspek operasional. Tim khusus telah lebih dulu diberangkatkan ke Jepang untuk melakukan pengecekan lapangan, koordinasi dengan panitia lokal, serta memastikan seluruh protokol kedatangan kontingen berjalan mulus. Langkah ini mencakup verifikasi akomodasi, transportasi internal, serta titik kumpul sebelum upacara pembukaan.
Senny memastikan bahwa kontingen Indonesia akan tiba di Jepang menggunakan pesawat charter yang disediakan langsung oleh Pemerintah Indonesia. Pengiriman rombongan secara utuh dalam satu penerbangan dinilai lebih efisien dan mengurangi risiko keterlambatan logistik yang bisa mengganggu jadwal persiapan atlet.
Dalam kesempatan yang sama, Senny menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir atas perhatian berkelanjutan terhadap kebutuhan atlet disabilitas. Ia menilai dukungan politik tingkat tinggi tersebut menjadi fondasi bagi kontingen untuk fokus pada performa tanpa terbebani urusan administratif.
Asian Para Games 2026: Skala dan Signifikansi
Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya dijadwalkan berlangsung dari 18 hingga 24 Oktober dan diikuti oleh 45 negara anggota Asian Paralympic Committee. Sebanyak 18 cabang olahraga akan dipertandingkan, memperebutkan ratusan medali emas. Ajang ini merupakan kelanjutan dari tradisi Asian Para Games yang pertama kali digelar pada 2010 di Guangzhou, Tiongkok, dan telah menjadi barometer utama kemampuan atlet disabilitas Asia dalam berbagai disiplin olahraga, mulai dari atletik, renang, bulu tangkis, hingga angkat besi dan tenis meja.
Bagi Indonesia, partisipasi dalam Asian Para Games bukan sekadar agenda kompetisi. Ia juga menjadi tolok ukur kemajuan program pembinaan atlet disabilitas nasional, aksesibilitas fasilitas latihan, serta integrasi atlet disabilitas ke dalam sistem olahraga prestasi. Setiap medali yang diraih, maupun setiap barisan defile yang tampil gagah di stadion, membawa pesan bahwa negara hadir untuk seluruh warganya tanpa memandang kondisi fisik.
Dengan seragam yang kini berada di tangan salah satu perancang paling berpengalaman di negeri ini, kontingen Indonesia memasuki fase akhir persiapan menuju Nagoya. Yang tersisa adalah memastikan setiap detail—dari jahitan hingga formasi baris—terpenuhi sebelum bendera Merah Putih berkibar di bawah lampu Stadion Paloma Mizuho.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Ivan Gunawan rancang seragam defile Indonesia?Ivan Gunawan rancang seragam defile Indonesia is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Ivan Gunawan rancang seragam defile Indonesia matter?Ivan Gunawan rancang seragam defile Indonesia matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.