Solusi untuk: BPOM Rilis Daftar Obat yang Paling Sering Dipalsukan,…

KOMPAS.com

Peredaran obat palsu menjadi ancaman serius bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. World Health Organization (WHO) memperkirakan, sekitar 1 dari 10 produk medis yang beredar di negara berpendapatan rendah dan menengah merupakan produk substandar atau palsu. Estimasi tersebut hingga kini masih digunakan sebagai gambaran besar masalah obat palsu secara global. Untuk itu, WHO mengimbau kepada setiap National Regulatory Authority (NRA) agar mengomunikasikan temuan obat palsu dan melaporkannya kepada publik sebagai bentuk edukasi dan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengidentifikasi obat palsu.

Penyebab Bahaya Obat Palsu

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat palsu menjadi ancaman bagi kesehatan karena kemungkinan mengandung komposisi bahan yang tidak tepat, terlalu banyak/sedikit, atau sama sekali tidak mengandung bahan obat (zat aktif). Bahkan, obat palsu dapat mengandung zat aktif lain yang membahayakan kesehatan. Risiko keracunan, kegagalan pengobatan, bahkan kematian dapat terjadi ketika masyarakat tanpa sadar mengonsumsi obat yang tidak memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu dalam jangka panjang.

Menjawab imbauan WHO, BPOM menghadirkan kanal Komunikasi Risiko Obat Palsu yang berisi informasi mengenai temuan obat-obat palsu berdasarkan hasil pengawasan BPOM. Informasi yang ditampilkan melalui kanal khusus tersebut mencakup identitas dan foto obat palsu, modus peredaran, dampak dari konsumsi, serta upaya penegakan hukum yang telah dilakukan BPOM terhadap temuan obat palsu.

Kanalan Informasi Obat Palsu

Kanal ini dapat diakses melalui website resmi BPOM dengan menu khusus pada https://www.pom.go.id/hot-issue/obat-palsu dan kanal media sosial resmi BPOM. Menurut BPOM, kanal khusus ini adalah upaya untuk memberikan akses informasi mengenai temuan obat palsu sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penggunaan obat palsu. Hal ini dilatarbelakangi masih terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi yang akurat mengenai obat palsu sehingga tidak semua masyarakat mampu membedakan obat asli dan obat palsu.

“Kanal ini merupakan wujud komitmen BPOM dalam memberantas peredaran obat palsu, yaitu melalui penyampaian komunikasi risiko obat palsu kepada masyarakat,” jelas Kepala BPOM Taruna Ikrar.

Daftar Produk Obat yang Banyak Dipalsukan

BPOM juga merilis 8 produk obat yang banyak dipalsukan, yaitu:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *