Anggota DPR dukung sertifikasi gudang mitra Bulog demi kualitas beras
Anggota DPR dukung sertifikasi gudang mitra Bulog untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Beritaturah.com – Jakarta — Anggota DPR dukung sertifikasi gudang mitra Bulog sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas beras nasional. Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, secara resmi menyatakan dukungannya terhadap program sertifikasi yang akan diterapkan pada gudang dan penggilingan padi yang bermitra dengan Badan Usaha Milik Negara tersebut. Langkah ini dinilai sangat krusial untuk mempertahankan mutu beras serta memperkuat sistem cadangan pangan nasional yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Firman menyampaikan bahwa kebijakan harga pembelian pemerintah telah memberikan rasa nyaman bagi petani dalam menjual gabah kepada Bulog melalui skema any quality yang saat ini berlaku. Dengan adanya skema ini, petani tidak perlu khawatir mengenai kualitas gabah yang mereka hasilkan, selama memenuhi standar minimal yang ditetapkan.
Stok Beras Pemerintah Mencapai 5 Juta Ton
Menurut Firman, stok cadangan beras pemerintah yang berada di gudang Bulog saat ini mencapai lebih dari 5 juta ton. Karena volume tersebut cukup besar, pihaknya mengusulkan adanya sertifikasi terhadap penggilingan padi. Pernyataan ini disampaikan setelah Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026 di Jakarta pada hari Jumat.
Peningkatan serapan gabah oleh Bulog dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram turut mendorong kenaikan stok beras nasional. Langkah selanjutnya diperlukan untuk memastikan kualitas beras tetap terjaga selama proses penyimpanan. Sebagai anggota komisi yang membidangi pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, serta kelautan dan perikanan, Firman menjelaskan bahwa sertifikasi mitra Bulog bertujuan memperbaiki kualitas pengelolaan beras.
"Tujuannya untuk memperbaiki kualitas, dan juga meningkatkan disiplin mitra-mitra Bulog, dan kemudian juga harus ada standar minimal," ujarnya.
Menurutnya, penerapan standar minimal menjadi bagian penting dalam sertifikasi agar beras yang diserap Bulog memiliki kualitas yang terjaga dan tidak menimbulkan risiko kerusakan di kemudian hari. Tanpa standar mutu yang jelas, kerusakan beras berpotensi menjadi beban Bulog sehingga dapat menimbulkan kerugian dalam pengelolaan cadangan pangan pemerintah.
Usulan Sertifikasi oleh Lembaga Independen
Firman mengungkapkan bahwa usulan sertifikasi tersebut telah disampaikan dan memperoleh keputusan. Ia berharap proses sertifikasi dilakukan oleh lembaga independen seperti Sucofindo atau perguruan tinggi yang memiliki laboratorium agar hasil penilaian objektif serta dipercaya seluruh mitra Bulog.
"Namun (mengenai) sertifikasi ini, harapan kami adalah dilakukan oleh institusi yang independen, bukan anak perusahaan Bulog," katanya.
Kebijakan Sertifikasi Wajib Mulai 2027
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon wajib tersertifikasi mulai tahun 2027. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Bulog meningkatkan standar mutu penggilingan padi sekaligus memastikan seluruh mitra mampu menghasilkan beras yang memenuhi persyaratan kualitas nasional.
"Nah, inilah kita lagi mengajak teman-teman penggilingan-penggilingan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena di tahun 2027 nanti, kami akan melaksanakan sertifikasi penggilingan-penggilingan padi. Tujuannya tidak lain dan bukan, untuk meningkatkan kualitas," kata Rizal dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (30/7).
Ia menjelaskan bahwa hanya penggilingan padi yang lulus sertifikasi berhak sekaligus memenuhi syarat menjadi mitra maklon Bulog. Sementara itu, penggilingan yang tidak lolos tidak dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut.
Manfaat Sertifikasi bagi Petani dan Konsumen
Sertifikasi gudang mitra Bulog diharapkan memberikan manfaat ganda bagi petani dan konsumen. Bagi petani, sertifikasi ini memastikan bahwa gabah yang mereka hasilkan akan diproses dengan standar mutu yang baik, sehingga harga jual tetap stabil. Bagi konsumen, sertifikasi ini menjamin bahwa beras yang mereka beli memiliki kualitas yang konsisten dan bebas dari kontaminasi selama proses penyimpanan.
Dengan adanya sertifikasi ini, Bulog juga dapat mengurangi risiko kerugian akibat kerusakan beras yang terjadi selama penyimpanan. Hal ini sejalan dengan visi Bulog untuk menjadi lembaga yang profesional dalam mengelola cadangan pangan nasional. Untuk informasi lebih lanjut mengenai program sertifikasi, pembaca dapat mengunjungi [halaman resmi Bulog](https://www.bulog.co.id) atau membaca artikel terkait di [antaranews.com](https://www.antaranews.com).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Sertifikasi Gudang Mitra Bulog
Apa itu sertifikasi gudang mitra Bulog? Sertifikasi gudang mitra Bulog adalah proses penilaian yang dilakukan oleh lembaga independen untuk memastikan bahwa gudang dan penggilingan padi memenuhi standar mutu yang ditetapkan oleh Bulog.
Kapan sertifikasi ini mulai berlaku? Sertifikasi wajib mulai berlaku pada tahun 2027 bagi seluruh penggilingan padi yang menjadi mitra maklon Bulog.
Siapa yang akan melakukan proses sertifikasi? Proses sertifikasi diharapkan dilakukan oleh lembaga independen seperti Sucofindo atau perguruan tinggi yang memiliki laboratorium, bukan oleh anak perusahaan Bulog.
Apa yang terjadi jika penggilingan padi tidak lulus sertifikasi? Penggilingan padi yang tidak lulus sertifikasi tidak dapat menjalin kerja sama sebagai mitra maklon dengan Bulog hingga mereka memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Berapa harga pembelian pemerintah untuk gabah? Harga pembelian pemerintah untuk gabah saat ini ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram melalui skema any quality.