Dispar Mataram usung konsep tematik optimalkan potensi destinasi
Strategi Tematik Dispar Mataram: Mengarahkan Setiap Destinasi ke Segmen Wisatawan yang Tepat
Beritaturah.com – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tengah menempuh pendekatan baru dalam pengelolaan sektor pariwisatanya. Dinas Pariwisata setempat menerapkan kerangka tematik pada tiap lokasi wisata, menyesuaikan karakter dan keunggulan khas yang sudah tumbuh di lingkungan sekitar. Langkah ini dimaksudkan agar setiap destinasi mampu menarik kelompok pengunjung yang sesuai dengan daya tariknya.
Cahya Samudra, pejabat kepala dinas pariwisata di Mataram, menjelaskan pada Senin bahwa keberagaman lokasi wisata di kota tersebut menuntut penanganan yang tidak seragam. Ia menegaskan bahwa penentuan tema secara spesifik menjadi kunci untuk menjangkau target pasar secara lebih akurat.
"Penentuan tema yang spesifik diharapkan dapat menjangkau pangsa pasar dan target wisatawan yang lebih tepat sasaran."
Taman Mayura dan Konsep Wellness
Salah satu destinasi yang kini difokuskan adalah Taman Mayura, yang dioperasikan di bawah label Mayura Heritage Yoga. Konsep yang diusung berakar pada wisata kebugaran, dengan aktivitas inti berupa olahraga yoga. Segmen yang dibidik terutama perempuan dan ibu-ibu yang mencari ruang relaksasi fisik.
"Kegiatan yoga bersama ini dijadwalkan secara rutin setiap satu bulan sekali pada hari Rabu minggu kedua."
Heritage Walk di Kota Tua Ampenan
Di sisi lain, kawasan Ampenan dikembangkan melalui program Heritage Walk. Kegiatan ini ditujukan bagi pengunjung maupun warga yang memiliki ketertarikan pada sejarah, pengetahuan lokal, serta atmosfer khas kota tua. Pendekatannya menempatkan narasi sejarah sebagai daya tarik utama, bukan sekadar pemandangan fisik.
Loang Baloq dan Tradisi Peresean
Destinasi Loang Baloq mengambil arah berbeda: menonjolkan atraksi budaya berupa Peresean, yakni adu ketangkasan tradisional yang menjadi warisan Suku Sasak di Lombok. Karakter pengunjung di lokasi ini cenderung didominasi oleh kelompok keluarga dan laki-laki yang memiliki minat pada seni budaya daerah.
"Atraksi Peresean menyasar pangsa pasar destinasi Loang Baloq yang cenderung didominasi oleh keluarga dan kaum laki-laki yang menyukai seni budaya lokal."
Giong Siu: Ruang Alam untuk Aktivitas Luar
Tempat yang dikenal sebagai ayunan seribu, atau Giong Siu, dikembangkan dengan tema camping ground dan kegiatan outdoor. Suasana tenang, hijau, dan jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya pilihan favorit bagi wisatawan yang mencari ketenangan. Pengelolaan harian kini ditopang secara aktif oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat. Lokasi ini kerap dipakai untuk garden party, upacara pernikahan, hingga kegiatan perenungan mahasiswa.
Pemerintah sebagai Penguat, Bukan Pencipta
Cahya menekankan bahwa tema-tema tersebut tidak diciptakan dari ruang hampa. Setiap konsep diangkat dari potensi yang memang sudah hidup di tengah masyarakat. Peran pemerintah, menurutnya, adalah memperkuat, mendampingi, dan mempromosikan agar destinasi-destinasi itu semakin dikenal dan tumbuh secara berkelanjutan.
"Pemerintah hadir untuk memberikan sentuhan penguatan, pendampingan, serta promosi agar destinasi wisata di Kota Mataram semakin dikenal dan berkembang secara berkelanjutan."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Dispar Mataram usung konsep tematik optimalkan?Dispar Mataram usung konsep tematik optimalkan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Dispar Mataram usung konsep tematik optimalkan matter?Dispar Mataram usung konsep tematik optimalkan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.