ITDC bangun groin untuk melindungi garis pantai Nusa Dua Bali
ITDC Perkuat Perlindungan Pantai Nusa Dua melalui Pembangunan Groin
Beritaturah.com – PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC tengah membangun dua struktur groin di kawasan pesisir Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari langkah perlindungan garis pantai di kawasan pariwisata premium itu dari potensi abrasi, sekaligus mendukung pembaruan fasilitas kawasan secara lebih luas.
Groin merupakan bangunan pelindung pantai yang dibuat menjorok dari daratan ke arah laut dan diposisikan tegak lurus dengan garis pantai. Struktur ini dapat menggunakan material seperti pasir serta batu. Kehadirannya ditujukan untuk membantu menjaga kondisi pesisir, yang menjadi salah satu elemen penting bagi aktivitas wisata dan kenyamanan pengunjung di Nusa Dua.
“Ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan secara menyeluruh,” kata General Manager ITDC the Nusa Dua I Made Agus Dwiatmika di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu.
Dua Groin di Pesisir Peninsula Island
Pekerjaan yang dilakukan ITDC mencakup pembangunan Groin 01 dan Groin 02 di sekitar pesisir Peninsula Island. Proyek ini tidak berdiri sendiri karena menjadi bagian dari rangkaian penataan infrastruktur di dalam kawasan Nusa Dua yang memiliki total luas sekitar 350 hektare.
Selain perlindungan pantai, pembaruan dilakukan pada sejumlah akses dan sarana penunjang. ITDC membenahi jalan di dalam kawasan, menata akses menuju Peninsula, memperbaiki jalur ke Waterblow, serta mengembangkan instalasi limbah dan area resapan. Jalan akses menuju Pulau Nusa Dharma juga termasuk dalam lingkup pekerjaan tersebut.
Penataan akses memiliki arti penting karena kawasan wisata membutuhkan pergerakan yang tertib dan nyaman bagi berbagai pengguna, mulai dari wisatawan hingga pelaku usaha. Perbaikan infrastruktur juga diarahkan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal tanpa mengabaikan fungsi lingkungan pesisir.
ITDC bersama kontraktor pelaksana terus melakukan pengendalian terhadap pekerjaan di lapangan. Pengawasan itu dilakukan agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai sasaran, sembari menjaga mutu pelaksanaan pembangunan.
Progres Fisik Melampaui Separuh Target Pekerjaan
Hingga minggu pertama September 2026, realisasi fisik seluruh pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai 58,53 persen. Angka itu menunjukkan peningkatan yang cukup besar dibandingkan capaian sebelumnya, yakni 23,7 persen.
Perkembangan pekerjaan tersebut mencerminkan percepatan pada berbagai komponen proyek, dari penataan akses hingga pembangunan fasilitas perlindungan pesisir. Dalam konteks kawasan wisata, keberadaan infrastruktur yang tertata tidak hanya berkaitan dengan tampilan fisik, tetapi juga dengan fungsi ruang, keselamatan, serta pengalaman pengunjung saat beraktivitas di area pantai.
Groin menjadi salah satu komponen yang menonjol karena garis pantai Nusa Dua merupakan bagian dari daya tarik kawasan. Perlindungan pesisir dapat membantu menjaga keberlanjutan fungsi pantai sebagai ruang rekreasi dan lanskap wisata, sementara penataan fasilitas pendukung diarahkan untuk memperkuat kualitas kawasan secara menyeluruh.
Menjaga Ruang Hijau dan Pemanfaatan Air Limbah
Pelaksanaan rejuvenasi kawasan tetap menempatkan keberlanjutan sebagai perhatian utama. Nusa Dua memiliki sekitar 97 hektare ruang terbuka hijau, setara dengan 27 persen dari keseluruhan area. Di dalamnya tumbuh lebih dari 5.700 pohon yang berasal dari 138 jenis vegetasi.
Keberadaan ruang terbuka hijau menjadi bagian dari karakter kawasan yang menggabungkan fasilitas pariwisata dengan unsur vegetasi. Area hijau tersebut juga berkaitan dengan sistem pengelolaan air yang diterapkan di Nusa Dua. Air limbah diolah dan dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan irigasi ruang hijau.
Pemanfaatan kembali air hasil pengolahan untuk penyiraman vegetasi menunjukkan bahwa pembaruan infrastruktur tidak semata-mata berfokus pada bangunan atau akses jalan. Pengelolaan lingkungan turut menjadi bagian dari arah penataan, terutama pada kawasan yang menampung beragam kegiatan wisata dan usaha.
“Kami ingin rejuvenasi ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan saja, namun juga meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kualitas lingkungan,” ucapnya.
Dengan perpaduan perlindungan garis pantai, pembaruan akses, pengembangan fasilitas resapan, serta pemeliharaan ruang hijau, ITDC menargetkan kawasan Nusa Dua semakin siap mendukung aktivitas berbagai pemangku kepentingan. Aset dan fasilitas yang tersedia diharapkan dapat memberi manfaat lebih baik bagi kegiatan wisata, pelaku usaha, dan kebutuhan operasional kawasan.
Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat peran Nusa Dua dalam mendukung kemajuan pariwisata Bali. Perbaikan fisik yang berjalan bersamaan dengan perhatian terhadap kualitas lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi kawasan untuk jangka panjang, tanpa mengurangi nilai pesisir dan ruang hijau yang dimilikinya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is ITDC bangun groin untuk melindungi garis?ITDC bangun groin untuk melindungi garis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does ITDC bangun groin untuk melindungi garis matter?ITDC bangun groin untuk melindungi garis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.