Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

ITM siapkan mitigasi dampak El Nino terhadap pengangkutan batubara

Published September 9, 2026 · Updated September 9, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

ITM Perkuat Antisipasi Gangguan Angkutan Batu Bara Saat El Nino

Beritaturah.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM) menyiapkan langkah operasional untuk menjaga pengangkutan batu bara tetap berjalan di tengah dampak El Nino. Fokus perhatian perusahaan tertuju pada aktivitas sejumlah anak usaha di Klaster Melak, Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang memanfaatkan jalur Sungai Mahakam dalam rantai pengiriman.

Kondisi cuaca yang lebih kering berpotensi menekan curah hujan dan menurunkan ketinggian air sungai. Situasi tersebut dapat mempersulit pergerakan tongkang, terutama ketika debit di kawasan hulu menyusut tajam sementara permukaan air di bagian hilir berubah-ubah. Bagi kegiatan logistik batu bara, kelancaran jalur air menjadi unsur penting karena hambatan pelayaran dapat memengaruhi ritme pengangkutan dari area operasi menuju titik berikutnya dalam rantai distribusi.

Presiden Direktur ITM Mulianto menyampaikan bahwa perusahaan telah mengandalkan pengalaman dari periode-periode sebelumnya untuk merancang respons terhadap kondisi tersebut.

“Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, perusahaan terus menerapkan langkah-langkah mitigasi berdasarkan pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya,” kata Mulianto dalam paparan publik yang digelar secara daring di Jakarta, Rabu.

Penyesuaian Muatan Tongkang

Salah satu tindakan yang ditempuh adalah mengatur kembali volume batu bara yang dibawa tongkang. Penyesuaian ini dilakukan khususnya untuk unit usaha ITM yang berada di Klaster Melak. Kapasitas muatan diturunkan agar kapal memiliki risiko lebih kecil untuk kandas ketika kedalaman jalur pelayaran berkurang.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk mempertahankan arus transportasi air dalam kondisi yang lebih aman dan terkendali. Pengurangan muatan memang menjadi penyesuaian operasional, tetapi perusahaan memandangnya sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pengiriman saat kondisi sungai tidak ideal.

“Fenomena El Nino ini menyebabkan penurunan muka air Sungai Mahakam yang tentu saja memberikan tantangan tersendiri buat operasional kita, terutama di sejumlah anak usaha ITM yang beroperasi di Kutai Barat atau biasa kita sebut Klaster Melak,” kata Mulianto.

“Salah satu (mitigasi yang dilakukan) tentu saja melalui penyesuaian volume muatan batubara pada tongkang ke tingkat yang lebih rendah guna mengurangi resiko kandas dan juga menjaga kelancaran dari kegiatan pengangkutan tersebut,” ujarnya menambahkan.

Pengelolaan volume muatan menjadi relevan karena kondisi sungai tidak selalu seragam di sepanjang lintasan. Penurunan aliran air di hulu dapat membatasi kedalaman jalur, sedangkan fluktuasi di hilir dapat menambah ketidakpastian bagi transportasi berbasis sungai. Dalam keadaan seperti ini, pengaturan operasi perlu mengikuti kondisi lapangan agar risiko gangguan dapat ditekan.

El Nino dan Tantangan Pasar Batu Bara

Selain memengaruhi aktivitas pengangkutan, El Nino juga dipandang sebagai salah satu faktor yang memberi tekanan sekaligus dinamika terhadap kinerja dan harga batu bara menjelang akhir tahun. Direktur ITM Warut Waramit menilai fenomena yang berlangsung saat ini membawa kondisi panas dan kering di banyak wilayah.

“El Nino yang terjadi sekarang sangat kering dan panas di banyak daerah. Sangat kering dan juga memengaruhi harga pada paruh kedua tahun ini,” kata Waramit.

Bagi perusahaan tambang, perubahan cuaca dapat berdampak pada lebih dari satu sisi operasi. Aktivitas produksi dan penjualan perlu ditopang oleh sistem pengangkutan yang tetap berfungsi, sementara perkembangan harga komoditas turut memengaruhi nilai penjualan yang diterima perusahaan. Karena itu, kesiapan menghadapi El Nino tidak hanya berkaitan dengan teknis pelayaran tongkang, melainkan juga dengan kemampuan menjaga stabilitas kinerja secara keseluruhan.

ITM menyatakan optimisme bahwa penyesuaian yang dilakukan dapat membantu perusahaan beradaptasi tanpa menghilangkan momentum kinerja yang telah tercatat pada paruh pertama tahun 2026. Keyakinan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, kenaikan volume penjualan, serta perbaikan laba bersih selama enam bulan awal tahun.

Kinerja Semester Pertama 2026 Menguat

Pada enam bulan pertama 2026, ITM membukukan pendapatan sebesar 1.000 juta dolar AS, naik 9 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan volume penjualan 5 persen serta kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price sebesar 4 persen menjadi 81 dolar AS per ton.

Di periode yang sama, laba bersih perusahaan mencapai 110 juta dolar AS. Nilai ini meningkat 17 persen dibandingkan laba bersih pada enam bulan pertama tahun sebelumnya. Angka tersebut mencerminkan penguatan hasil usaha sebelum perusahaan memasuki paruh kedua tahun yang menghadirkan tantangan cuaca dan perubahan kondisi pengangkutan.

Performa semester pertama memberi dasar bagi ITM untuk menghadapi sisa tahun 2026, meski gangguan akibat rendahnya muka air Sungai Mahakam tetap perlu dikelola secara cermat. Penyesuaian tonase tongkang menjadi salah satu cara praktis untuk menjaga pergerakan batu bara ketika jalur air menghadapi keterbatasan.

“Jadi, kita bisa lihat bahwa pada paruh kedua tahun ini kita berharap harga tetap kuat dan tetap stabil,” ujar Waramit.

Ke depan, keberhasilan mitigasi akan bergantung pada kemampuan perusahaan menyesuaikan operasi dengan perubahan kondisi sungai dan cuaca. Dengan pendekatan tersebut, ITM berupaya mempertahankan kelancaran pengangkutan sekaligus menjaga kinerja yang telah tumbuh pada awal 2026.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is ITM siapkan mitigasi dampak El Nino?

ITM siapkan mitigasi dampak El Nino is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does ITM siapkan mitigasi dampak El Nino matter?

ITM siapkan mitigasi dampak El Nino matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.