Kemenhub: Tiga Kapal Negara perkuat hari ke-14 operasi SAR KMP Virgo
Tiga Kapal Negara Perkuat Pencarian KMP Virgo Transport 8 pada Hari ke-14
Beritaturah.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban KMP Virgo Transport 8 memasuki hari ke-14 dengan dukungan tambahan dari tiga Kapal Negara milik Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Pencarian melibatkan unsur laut, udara, serta penyelam yang bekerja dalam satu operasi SAR gabungan.
Hingga Sabtu, 26 September pukul 19.00 Wita, dari 243 penumpang yang berada di kapal tersebut, 172 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 64 orang meninggal dunia. Sebanyak 71 orang lainnya masih dicari.
Kepala Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro menyampaikan bahwa unsur Kementerian Perhubungan tetap menempatkan KN Grantin P.211, KN Kunyit, dan KN Miang Besar untuk membantu operasi di lapangan.
“Dari unsur laut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan terus mengerahkan tiga Kapal Negara, yakni KN Grantin P.211, KN Kunyit dan KN Miang Besar untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR,” katanya.
Ketiga kapal itu bekerja bersama sejumlah armada lain, termasuk KN SAR Pacitan, KN SAR Kamanjaya, KRI GNR 332, KRI Sultan Iskandar Muda, serta kapal-kapal yang dikerahkan oleh unsur terkait. Koordinasi berbagai instansi diperlukan agar pencarian di laut, penyelaman, evakuasi, hingga pencatatan korban dapat berlangsung terarah.
Penyelaman dan Evakuasi Menjadi Fokus
Tahap operasi saat ini masih menitikberatkan pada pemeriksaan badan kapal KMP Virgo Transport 8 melalui kegiatan penyelaman. Tim juga melakukan pencarian korban, proses evakuasi apabila ditemukan, serta pembaruan data secara terintegrasi agar jumlah korban yang sudah ditemukan dan yang masih dicari tetap akurat.
“Operasi SAR Gabungan masih difokuskan pada penyelaman di badan KMP Virgo Transport 8, pencarian dan evakuasi korban, serta pemutakhiran data korban secara terintegrasi,” ujarnya.
Pelaksanaan setiap kegiatan di lokasi tidak bersifat statis. Kondisi cuaca, tinggi gelombang, arah arus, dan evaluasi keselamatan di area operasi menjadi pertimbangan utama sebelum tim melanjutkan pencarian maupun penyelaman. Perlindungan bagi personel, terutama penyelam, diprioritaskan pada seluruh tahapan tugas.
Kebutuhan keselamatan ini penting karena operasi di sekitar kapal yang mengalami kecelakaan membutuhkan penilaian risiko secara terus-menerus. Tim harus memastikan kesiapan personel dan peralatan, sekaligus menjaga agar kegiatan pencarian tetap efektif dalam kondisi laut yang dapat berubah.
KN Kunyit dan KN Miang Besar Siapkan Fasilitas Reefer Container
KN Kunyit telah berada di kawasan operasi dan ditempatkan sebagai kapal pendukung di Ring 1. Kapal tersebut membawa reefer container yang dapat digunakan sebagai fasilitas penampungan sementara jenazah apabila proses penyelaman menemukan korban dalam jumlah besar.
“Apabila dalam proses penyelaman ditemukan korban dalam jumlah cukup banyak, KN Kunyit telah kami siapkan sebagai unsur pendukung di Ring 1. Kapal ini telah dilengkapi reefer container untuk mendukung penanganan dan penampungan sementara jenazah sebelum proses evakuasi lebih lanjut,” jelas Hary.
Penguatan serupa juga disiapkan melalui KN Miang Besar. Pada Sabtu, 26 September, kapal tersebut bersandar di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin untuk memuat reefer container. Setelah pemasangan dan persiapan rampung, kapal itu dijadwalkan bergabung ke area pencarian guna menambah kemampuan dukungan evakuasi.
Dengan kesiapan tersebut, terdapat dua Kapal Negara Kenavigasian yang memiliki reefer container, yakni KN Kunyit dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin dan KN Miang Besar dari Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Samarinda. Fasilitas itu disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan penanganan korban yang lebih besar dari hasil pencarian maupun penyelaman.
“Keduanya disiapkan untuk memberikan dukungan apabila hasil pencarian dan penyelaman membutuhkan kapasitas penanganan korban yang lebih besar,” jelas Hary.
Fungsi Armada Disesuaikan Kebutuhan Lapangan
Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas II Tanjung Perak Capt. Rusmanu menyatakan KN Grantin P.211 masih berada di area operasi untuk mendukung misi SAR gabungan. Masing-masing kapal menjalankan peran yang menyesuaikan kebutuhan di lokasi.
Tugas tersebut meliputi bantuan keselamatan navigasi, penyisiran wilayah pencarian, dukungan mobilisasi dan operasional, serta kebutuhan evakuasi korban. Pembagian fungsi ini memungkinkan unsur laut bergerak saling melengkapi, sementara tim penyelam dan personel pendukung tetap memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
“Dalam setiap pelaksanaannya, kami tetap memastikan kesiapan dan keselamatan personel maupun sarana operasi sebelum, selama, dan setelah pelaksanaan tugas,” kata Rusmanu.
Selain armada laut, operasi juga didukung helikopter milik Basarnas dan TNI Angkatan Laut. Kehadiran unsur udara memperluas kemampuan pemantauan area pencarian dan menjadi pelengkap bagi penyisiran yang dilakukan kapal-kapal di laut.
Seluruh unsur yang terlibat menjalankan misi kemanusiaan hingga operasi SAR KMP Virgo Transport 8 dinyatakan selesai. Fokus utamanya tetap pada pencarian korban yang belum ditemukan, kelancaran proses evakuasi, koordinasi antarlembaga, dan keselamatan semua personel yang bekerja di lapangan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenhub?Kemenhub is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenhub matter?Kemenhub matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.