Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kementan dan Pemerintah Aceh percepat pemulihan pertanian pascabencana

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By John Brown - beritaturah.com

Foto : John Brown - beritaturah.com

Kolaborasi Kementan dan Aceh Percepat Pulihnya Sektor Pertanian

Beritaturah.com – Jakarta – Sinergi antara Kementerian Pertanian bersama Pemerintah Aceh terus digenjot guna memulihkan kondisi pertanian di wilayah tersebut. Langkah ini bertujuan untuk mengembalikan tingkat produktivitas lahan serta memastikan keberlanjutan usaha tani bagi masyarakat yang terdampak bencana. Moch Arief Cahyono, selaku Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, menegaskan komitmen kementerian untuk terus bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya agar percepatan pemulihan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi para petani Aceh.

Mekanisme Dukungan dan Alokasi Dana

Arief menyambut positif penjelasan yang disampaikan oleh Nurlis Effendi, Juru Bicara Pemerintah Aceh. Penjelasan tersebut menyoroti mekanisme dukungan Kementerian Pertanian untuk memulihkan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana hidrometeorologi. Menurutnya, informasi dari Pemerintah Aceh sudah sesuai dengan data yang dimiliki kementerian. Hal ini mencerminkan komunikasi yang lancar, sejalan dengan hubungan erat antara Menteri Pertanian dan Gubernur Aceh.

Total alokasi dana untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh mencapai Rp1,7 triliun. Sebagian besar, yakni Rp530 miliar, dialokasikan langsung ke daerah untuk kegiatan optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah melalui dana Tugas Pembantuan. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp1,2 triliun dikelola oleh satuan kerja pusat serta balai-balai di bawah Kementan. Dana ini digunakan untuk pengadaan alat mesin pertanian dan bibit padi, jagung, serta komoditas lain yang langsung disalurkan kepada petani.

Perlu Percepatan Realisasi Anggaran

Program yang menggunakan dana Rp530 miliar seharusnya telah selesai pada bulan Juni 2026. Namun, realisasinya baru mencapai 48 persen hingga saat ini. Arief menekankan pentingnya percepatan dari semua pihak mengingat saat ini sudah memasuki bulan Agustus. Jika penyerapan dana tidak tuntas sebelum akhir tahun, anggaran tersebut akan dikembalikan ke kas negara.

Realisasi anggaran melalui Satker dan Balai dengan total Rp1,2 triliun juga memerlukan percepatan. Keterlambatan terjadi karena lambatnya usulan penetapan CPCL dari pemerintah daerah. Tanpa kelengkapan CPCL, anggaran tidak dapat dicairkan. Oleh karena itu, diperlukan percepatan dalam pengusulan dan administrasi agar bantuan segera sampai ke petani terdampak.

Menteri Pertanian ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama mempercepat realisasi anggaran satker pusat. Ini merupakan tanggung jawab bersama karena manfaatnya sangat dinantikan oleh petani Aceh. Anggaran tersisa masih sekitar Rp1,1 triliun dengan waktu yang terbatas. Serapan baru mencapai 25 persen, sehingga diperlukan penyelesaian segera. Apabila tidak segera dicairkan, dana akan kembali ke kas negara dan manfaatnya tidak akan dirasakan secara optimal.

Dukungan Pribadi Menteri dan Kunjungan Gubernur

Selain program pemerintah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mitra kerjanya telah mengalokasikan dana pribadi sebesar Rp40 miliar. Dana ini merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan terhadap masyarakat Aceh. Seluruh dana tersebut telah disalurkan sebagai bantuan di awal bencana.

Arief juga mengenang momen kunjungan Gubernur Aceh Muzakir Manaf ke kediaman Menteri Amran di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026. Pertemuan tersebut berlangsung penuh kehangatan dan persahabatan. Gubernur menyampaikan langsung apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemulihan pascabencana sektor pertanian dan perkebunan di Aceh.

"Kehangatan pertemuan itu mencerminkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Menteri dan Pak Gubernur, dan menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh. Semangat percepatan ini semata-mata demi kepentingan rakyat Aceh," ujar Arief.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Pemulihan Pertanian Aceh

Berapa total anggaran yang dialokasikan untuk pemulihan pertanian Aceh? Total alokasi dana mencapai Rp1,7 triliun, dengan Rp530 miliar untuk daerah dan Rp1,2 triliun untuk satuan kerja pusat serta balai-balai Kementan.

Mengapa realisasi anggaran masih tertunda? Keterlambatan terutama disebabkan oleh lambatnya usulan penetapan CPCL dari pemerintah daerah, yang menjadi syarat pencairan anggaran.

Apakah ada bantuan tambahan dari pihak lain? Ya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengalokasikan dana pribadi sebesar Rp40 miliar sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh.

Kapan target penyelesaian program pemulihan? Program dengan dana Rp530 miliar seharusnya selesai pada Juni 2026, namun realisasi baru mencapai 48 persen hingga Agustus 2026.

Bagaimana cara petani mengakses bantuan yang tersedia? Petani dapat mengakses bantuan melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Aceh dan Kementan, dengan memastikan kelengkapan dokumen CPCL untuk mempercepat pencairan dana.

Related Reading