Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Khofifah paparkan penanganan kawasan kumuh terpadu di Jatim

Published September 14, 2026 · Updated September 14, 2026 · By John Brown - beritaturah.com

Foto : John Brown - beritaturah.com

Jawa Timur Dorong Penanganan Kawasan Kumuh yang Terpadu dan Berbasis Data

Beritaturah.com – Penataan kawasan permukiman kumuh di Jawa Timur menjadi salah satu agenda yang dipaparkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam forum koordinasi di Jakarta pada Senin. Pertemuan itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono dan menjadi ruang pertukaran pengalaman antardaerah dalam memperbaiki kualitas lingkungan hunian masyarakat.

Dalam forum Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan tersebut, Khofifah memperkenalkan dua inovasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Keduanya adalah Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi atau Permata Jatim, serta Sistem Informasi Kawasan Kumuh yang dikenal dengan nama Sikawanku.

Paparan itu menegaskan bahwa pembenahan lingkungan tidak semata-mata menyangkut pembangunan fisik. Penanganan kawasan kumuh juga membutuhkan data yang terus diperbarui, pemetaan wilayah yang jelas, serta penetapan langkah prioritas secara terukur agar program dapat menjangkau kebutuhan yang paling mendesak.

Permata Jatim untuk Intervensi Terpadu

Permata Jatim dirancang sebagai pendekatan untuk melakukan intervensi terhadap permukiman kumuh secara terpadu dan terintegrasi. Program ini menempatkan penataan kawasan sebagai pekerjaan lintas aspek, sehingga pembenahan tidak berdiri sendiri pada satu jenis kebutuhan saja.

“Ini sekedar pengalaman kami, kami membangun Permata Jatim dengan tujuan mengintervensi permukiman yang terpadu dan terintegrasi di Jawa Timur,” kata Khofifah.

Skala tantangan di Jawa Timur tergambar dari penetapan kawasan kumuh tahun 2024. Luas wilayah yang masuk kategori tersebut mencapai 8.117,23 hektare. Kawasan itu tersebar di 892 lokasi yang berada dalam 4.861 desa dan kelurahan.

Angka tersebut menunjukkan luasnya cakupan pekerjaan penataan yang harus dihadapi. Setiap kawasan memiliki kondisi dan kebutuhan yang dapat berbeda, sehingga penanganannya perlu mempertimbangkan karakter wilayah, ketersediaan informasi, serta urutan kebutuhan yang paling mendesak.

Pendekatan terpadu penting karena kualitas permukiman berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Lingkungan hunian yang tertata mendukung kenyamanan tinggal, sedangkan proses revitalisasi kawasan diarahkan untuk memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat secara lebih luas.

Sikawanku Perkuat Dasar Pengambilan Kebijakan

Selain program penanganan lapangan, Pemprov Jawa Timur juga mengembangkan Sikawanku sebagai instrumen informasi. Sistem ini memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen atau Management Information System (MIS), serta Sistem Informasi Geografis atau Geographic Information System (GIS).

Penggunaan dua sistem tersebut ditujukan untuk membantu pemutakhiran data kawasan kumuh dan menyusun prioritas penanganan. Data yang lebih terorganisasi memberi dasar yang lebih kuat bagi pemerintah dalam membaca kebutuhan wilayah dan menentukan arah intervensi.

“Sikawanku menjadi basis data bersama untuk pemutakhiran, analisis, dan pengambilan kebijakan, sehingga prioritas penanganan dapat ditetapkan secara lebih tepat, terukur, dan terintegrasi,” ujar Khofifah.

Keberadaan basis data bersama menjadi unsur penting dalam program yang menjangkau ratusan kawasan dan ribuan desa atau kelurahan. Informasi yang diperbarui dapat membantu proses analisis, sekaligus mendukung koordinasi agar penanganan dilakukan dengan arah yang konsisten.

Pemetaan geografis juga memberi gambaran lokasi dan sebaran kawasan yang perlu ditangani. Dengan demikian, kebijakan dapat disusun melalui pertimbangan kondisi wilayah, bukan hanya melalui informasi yang terpisah-pisah. Hal ini relevan bagi penanganan permukiman yang membutuhkan keterhubungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Forum Berbagi Praktik Antardaerah

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyampaikan bahwa forum tersebut disiapkan sebagai wadah untuk membagikan praktik penanganan kawasan kumuh dari berbagai daerah. Pertukaran pengalaman ini dapat memperluas pemahaman mengenai cara pemerintah daerah membangun program sesuai kebutuhan wilayahnya.

“Melalui forum ini Menko Infra mengatakan bahwa semangat yang dibangun adalah bagaimana Indonesia ke depan semakin sejahtera, semakin baik kualitas kehidupan masyarakatnya. Maka manifestasi di antaranya adalah dengan menghadirkan penataan pembenahan atau revitalisasi kawasan kumuh,” kata AHY.

Penataan kawasan kumuh merupakan bagian dari upaya memperbaiki lingkungan tempat warga menjalani aktivitas sehari-hari. Dalam konteks Jawa Timur, Permata Jatim dan Sikawanku memperlihatkan dua sisi yang berjalan beriringan: pelaksanaan intervensi di kawasan serta penguatan data untuk menentukan prioritas.

Model seperti ini menempatkan data sebagai fondasi sebelum kebijakan diterapkan. Ketika informasi kawasan diperbarui secara berkala dan dianalisis melalui sistem yang terintegrasi, pemerintah memiliki pijakan yang lebih jelas untuk menyusun langkah penanganan.

Bagi masyarakat, arah kebijakan tersebut berkaitan dengan harapan atas lingkungan tinggal yang semakin layak dan tertata. Sementara bagi pemerintah daerah, luasnya sebaran kawasan kumuh di Jawa Timur menuntut kerja yang konsisten, koordinasi yang baik, dan penggunaan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Paparan Jawa Timur di Jakarta memperlihatkan bahwa revitalisasi kawasan kumuh tidak hanya diposisikan sebagai proyek fisik. Program ini juga dipahami sebagai proses perencanaan yang membutuhkan basis data, analisis wilayah, serta penetapan prioritas yang terintegrasi demi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Khofifah paparkan penanganan kawasan kumuh terpadu?

Khofifah paparkan penanganan kawasan kumuh terpadu is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Khofifah paparkan penanganan kawasan kumuh terpadu matter?

Khofifah paparkan penanganan kawasan kumuh terpadu matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.