Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal belum maksimal

Published September 19, 2026 · Updated September 19, 2026 · By Jennifer Jackson - beritaturah.com

Foto : Jennifer Jackson - beritaturah.com

Latihan Darurat Kapal Roro Dinilai Perlu Diperkuat

Beritaturah.com – Keselamatan penumpang kapal roro masih menghadapi tantangan besar ketika keadaan darurat benar-benar terjadi. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menilai kesiapan penanganan situasi kritis di atas kapal belum berjalan maksimal, sehingga kecelakaan dapat berujung pada jumlah korban yang lebih besar.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyoroti pentingnya latihan tanggap darurat yang dilakukan secara serius dan bukan sekadar pemenuhan prosedur administratif. Hal itu ia sampaikan dalam webinar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) yang dipantau dari Jakarta pada Jumat malam, 18 September.

“Latihan penanganan kedaruratan di kapal masih sebatas formalitas, belum menjadi suatu keharusan,” kata Soerjanto.

Penilaian tersebut muncul dari temuan investigasi KNKT serta pengalaman saat melakukan praktik di lapangan. Kesiapan kru, peralatan, jalur kerja, hingga pemahaman orang yang berada di kapal perlu diuji dalam keadaan yang mendekati kondisi nyata. Tanpa latihan yang memadai, respons pada saat kecelakaan berisiko tidak berjalan sesuai rencana.

Latihan Bukan Sekadar Uji Keberhasilan

Soerjanto menekankan bahwa simulasi kedaruratan seharusnya menjadi kebutuhan rutin bagi awak kapal. Tujuannya bukan untuk menunjukkan bahwa seluruh prosedur telah berhasil dijalankan, melainkan menemukan titik-titik lemah yang perlu diperbaiki sebelum terjadi insiden sebenarnya.

“Jadi latihan tanggap darurat bukan ditunjukkan untuk keberhasilan tapi untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan agar dapat dilakukan penyempurnaan,” ujarnya.

Dalam konteks pelayaran, waktu respons merupakan unsur penting. Saat terjadi kebakaran, gangguan keselamatan, atau kebutuhan evakuasi, awak kapal harus mampu bertindak cepat sambil menjaga koordinasi. Prosedur yang terlihat sederhana di atas kertas dapat menjadi jauh lebih sulit ketika kapal membawa muatan penuh, ruang gerak terbatas, dan kondisi di sekeliling tidak mendukung.

Karena itu, latihan perlu menguji kemampuan praktis setiap personel, bukan hanya memastikan daftar pemeriksaan telah diisi. Awak kapal harus memahami tugas masing-masing, mengetahui posisi perlengkapan keselamatan, serta mampu bekerja sama ketika tekanan meningkat. Penumpang juga membutuhkan arahan yang jelas agar tidak menambah risiko dalam proses penyelamatan.

Hambatan Saat Simulasi Kebakaran

KNKT pernah melakukan simulasi penanganan keadaan darurat di kapal dan menemukan sejumlah kendala. Pengujian mencakup respons terhadap kebakaran, penggunaan jaket pelampung, serta ketersediaan kapal penolong. Hasilnya memperlihatkan bahwa berbagai peralatan dan prosedur belum tentu dapat digunakan secara lancar ketika kondisi kapal tidak ideal.

Pada simulasi kebakaran, misalnya, petugas menghadapi kesulitan saat hendak memakai selang hidran. Peralatan tersebut tidak dapat dioperasikan dengan baik akibat sejumlah hambatan, terutama ketika kapal dipenuhi muatan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap alat pemadam perlu benar-benar diperhatikan dalam pengaturan operasional kapal.

“Kenapa banyak gagal ketika kebakaran, hidrannya tidak berfungsi dengan baik karena memang ternyata setelah kita praktekkan banyak hambatan,” katanya.

Temuan ini penting karena kebakaran di kapal memerlukan tindakan cepat dan terarah. Keterlambatan beberapa menit dapat membuat penanganan awal semakin berat. Jalur menuju peralatan, kondisi selang, kemampuan petugas, dan tata letak muatan menjadi bagian dari kesiapan yang perlu diuji secara berkala.

Selain penggunaan hidran, pemakaian pakaian tahan api juga membutuhkan proses tersendiri. Soerjanto menjelaskan bahwa perlengkapan tersebut memerlukan waktu sekitar lima hingga delapan menit untuk dikenakan dan harus dilakukan oleh dua orang. Situasi ini memperlihatkan perlunya koordinasi antarkru serta pembagian tugas yang jelas sejak awal.

Jaket Pelampung Memerlukan Waktu

Penggunaan jaket pelampung juga tidak selalu dapat dilakukan secepat perkiraan. Dalam pengamatan KNKT setelah pengarahan dan praktik dilakukan, baik kru kapal maupun peserta yang bukan awak kapal rata-rata memerlukan tiga sampai enam menit untuk mengenakan alat keselamatan tersebut.

“Kita amati setelah kita lakukan briefing terus kita minta teman-teman baik kru kapal maupun yang bukan kru kapal ternyata rata-rata mereka menggunakan life jacket antara tiga menit sampai enam menit,” kata Soerjanto.

Waktu tersebut menjadi pengingat bahwa instruksi keselamatan perlu mudah dipahami dan disampaikan sebelum keadaan darurat berlangsung. Penumpang yang baru mencari, membuka, lalu mencoba memakai jaket pelampung saat situasi sudah panik dapat menghadapi kesulitan lebih besar. Kejelasan informasi, penempatan perlengkapan, dan kebiasaan latihan menjadi faktor yang saling berkaitan.

Keberadaan kapal penolong juga termasuk dalam perhatian saat simulasi. Keterbatasan sarana penolong dapat mengurangi pilihan evakuasi ketika kapal menghadapi gangguan serius. Oleh sebab itu, kesiapan perlengkapan keselamatan perlu dilihat sebagai satu rangkaian: alat harus tersedia, mudah dijangkau, berfungsi baik, dan dapat digunakan oleh orang yang sudah memahami prosedurnya.

Bagi pengguna jasa pelayaran, pesan utamanya adalah pentingnya memperhatikan pengarahan keselamatan sebelum perjalanan berlangsung. Bagi operator dan awak kapal, latihan yang realistis dapat membantu mengenali persoalan yang mungkin tidak terlihat dalam pemeriksaan rutin. KNKT menempatkan pelatihan tanggap darurat sebagai kebutuhan mendasar agar respons di laut dapat lebih siap ketika keadaan tidak berjalan normal.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal?

KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal matter?

KNKT sebut penanganan kedaruratan di kapal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.