Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih bagi 582 keluarga

Published Agustus 31, 2026 · Updated Agustus 31, 2026 · By Susan Thomas - beritaturah.com

Foto : Susan Thomas - beritaturah.com

Aset Pascatambang Berubah Jadi Sumber Kehidupan: 582 Keluarga di Kutai Kartanegara Kini Terjangkau Air Bersih

Beritaturah.com – Di balik bekas galian tambang batu bara di Desa Sungai Payang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sebuah kolam void yang semula dianggap sekadar sisa operasi kini mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga. PT Multi Harapan Utama (MHU), operator tambang di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa pemanfaatan kolam pascatambang ini telah menjangkau 582 kepala keluarga dengan akses air layak minum. Langkah ini menjadi bagian integral dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dirancang agar lahan bekas tambang tidak dibiarkan menganggur, melainkan dikonversi menjadi infrastruktur publik yang berkelanjutan.

Presiden Direktur MHU, Kemal Djamil Siregar, menegaskan bahwa perspektif perusahaan terhadap void pascatambang telah bergeser dari sekadar kewajiban reklamasi menuju penciptaan nilai sosial jangka panjang.

"Kami tidak hanya melihat void sebagai bagian dari proses pascatambang, tetapi sebagai aset yang dapat dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat," ujar Kemal dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Teknologi Hidram: Air Mengalir Tanpa Listrik dan Bahan Bakar

Keunikan sistem distribusi air di Sungai Payang terletak pada mekanisme pengangkatannya. Fasilitas ini mengandalkan tiga unit pompa hidram — perangkat mekanis yang mengubah energi kinetis aliran air menjadi tekanan untuk mendorong air ke elevasi lebih tinggi. Dengan prinsip kerja tersebut, pompa beroperasi sepenuhnya tanpa kebutuhan listrik maupun bahan bakar fosil, sehingga biaya operasional harian nyaris nol dan ketergantungan pada pasokan energi eksternal dapat dihindari.

Air yang telah terangkat kemudian melewati instalasi pengolahan Water Treatment Plant (WTP) dengan kapasitas 126 meter kubik sebelum didistribusikan melalui jaringan pipa sepanjang lebih dari 3,6 kilometer. Jaringan ini melayani tiga dusun sekaligus: Donomulyo, Sentuk, dan Rempanga. Dalam konteks pedesaan Kalimantan Timur yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur air perpipaan, cakupan layanan semacam ini tergolong signifikan dan mengurangi ketergantungan warga pada sumber air yang belum terjamin kualitasnya.

BUMDes Payang Sejahtera: Dari Pengelola Air ke Pusat Ekonomi Desa

Pengelolaan harian fasilitas air bersih tidak diserahkan sepenuhnya kepada perusahaan. Peran sentral dipegang oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera, yang ditunjuk sebagai operator layanan. Keputusan ini dimaksudkan agar warga memiliki kendali langsung atas keberlanjutan layanan dan tidak bergantung pada satu entitas eksternal.

Di luar pengelolaan air, BUMDes Payang Sejahtera telah memperluas portofolio usahanya ke sejumlah sektor: jasa katering, layanan laundry, housekeeping, hingga pabrik kompos. Pertumbuhan omzetnya mencerminkan skala transformasi ekonomi desa yang jarang ditemukan di wilayah pesisir dan pedalaman Kalimantan. Pada 2019, pendapatan BUMDes tercatat sebesar Rp4,6 miliar. Empat tahun kemudian, angka itu melonjak menjadi Rp27,6 miliar pada 2023 — peningkatan yang didorong oleh pendampingan bisnis dan pengembangan unit usaha yang telah berjalan sejak 2017.

"Target kami bukan membuat masyarakat bergantung pada perusahaan, tetapi membangun institusi ekonomi desa yang mampu berdiri dan berkembang secara mandiri," kata Kemal.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara turut mengakui peran model kemitraan ini. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara pada 2024 menilai bahwa kolaborasi antara BUMDes dan sektor swasta telah berkontribusi nyata terhadap peningkatan aktivitas perekonomian masyarakat setempat. Pengakuan tersebut menempatkan Payang Sejahtera sebagai salah satu rujukan praktik baik bagi desa-desa lain di kabupaten yang sama.

Rumah Cokelat Lung Anai: Mengubah Biji Kakao Menjadi Penghasilan Lima Kali Lipat

Selain air bersih, PPM MHU juga mencakup inisiatif penguatan ekonomi berbasis komoditas pertanian. Di Desa Lung Anai, Kecamatan Loa Kulu, fasilitas bernama Rumah Cokelat Lung Anai dikembangkan untuk mengolah biji kakao mentah menjadi produk bernilai tambah melalui proses fermentasi dan pengeringan. Program ini melibatkan lebih dari 100 petani kakao setempat.

Perbedaan harga antara bahan mentah dan produk olahan menjelaskan mengapa program ini berdampak besar pada pendapatan petani. Biji kakao basah yang dijual tanpa pengolahan hanya bernilai sekitar Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Setelah melalui proses fermentasi dan pengeringan di Rumah Cokelat, harga jual naik menjadi Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram — selisih yang secara efektif melipatgandakan pendapatan petani hingga lima kali lipat.

Keterlibatan perempuan dalam rantai nilai kakao juga menjadi catatan penting. Sebanyak 12 perempuan setempat berpartisipasi langsung dalam kegiatan pengolahan, memberikan kontribusi ekonomi yang sebelumnya tidak tersedia di sektor pertanian tradisional desa. Pengembangan program ini melibatkan sejumlah mitra: Kelompok Tani Lalut Isau, BUMDes, Dinas Perkebunan Kutai Kartanegara, Yayasan Peduli Desa Nusantara Madani, serta Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara.

Pengakuan di Panggung CSR Nasional

Kumpulan program pemberdayaan — mulai dari air bersih pascatambang, penguatan BUMDes Payang Sejahtera, penguatan KUBE Koetai Harapan Utama, hingga Rumah Cokelat Lung Anai — diperkenalkan secara publik dalam ajang Investortrust CSR Awards 2026 yang digelar di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus. Dalam kompetisi tersebut, MHU menerima penghargaan Impactful Program Awards.

Penyelenggara menjelaskan bahwa penilaian CSR 2026 mengacu pada empat pilar utama: dampak yang dapat diukur secara kuantitatif, ketangguhan program dalam menghadapi perubahan kondisi, inklusivitas dalam menjangkau berbagai kelompok masyarakat, serta kemampuan program menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Kombinasi teknologi hidram tanpa emisi, tata kelola BUMDes yang mandiri, dan peningkatan nilai tambah komoditas pertanian menjadikan paket program MHU di Kutai Kartanegara contoh konkret bagaimana aset pascatambang dapat ditransformasi menjadi fondasi ekonomi dan sosial yang bertahan jauh melampaui masa operasi tambang itu sendiri.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih?

MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih matter?

MHU sebut kolam pascatambang sediakan air bersih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.