Pemkot Cirebon lanjutkan GPM hingga akhir 2026 jaga daya beli warga
GPM Kota Cirebon Diperpanjang Sampai 2026 untuk Stabilkan Harga Pangan
Data Inflasi dan Program Pangan Murah
Beritaturah.com – Pemkot Cirebon lanjutkan GPM hingga akhir 2026 sebagai langkah strategis menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga komoditas. Kota Cirebon mencatatkan angka inflasi tahunan mencapai 2,28 persen pada bulan Juli 2026. Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat berada di level 109,77. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Cirebon, Samiran, menjelaskan bahwa kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Sektor makanan, minuman, dan tembakau mengalami peningkatan sebesar 2,61 persen. Transportasi naik 4,07 persen, kesehatan 4,56 persen, pendidikan 4,42 persen, serta restoran dan penyediaan makanan minuman sebesar 2,96 persen.
Selain itu, Kota Cirebon juga mengalami deflasi bulanan sebesar 0,07 persen pada Juli 2026. Inflasi tahun kalender tercatat mencapai 1,39 persen. Angka-angka ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melanjutkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga yang terjadi di berbagai sektor ekonomi.
Kolaborasi Berbagai Pihak dalam GPM
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu strategi menjaga stabilitas harga pangan. Fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan yang harus diatasi melalui penyediaan bahan pokok dengan harga lebih rendah dari pasar. Kegiatan GPM yang digelar di Lapangan Kebon Pelok pada Kamis (6/8) merupakan pelaksanaan ke-21 sepanjang tahun 2026. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam menjaga kesejahteraan warga.
Program ini melibatkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, Bank Indonesia, Perum Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Tujuannya adalah memastikan pasokan pangan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Sinergi antar lembaga ini menjadi kunci keberhasilan program pangan murah yang telah berjalan sejak lama.
Kegiatan ini bisa terus berjalan sampai akhir tahun agar stabilitas harga pangan tetap terjaga dan masyarakat semakin terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Manfaat Langsung bagi Warga
Masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah. Produk yang tersedia meliputi minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging, bawang, serta aneka sayuran. Selisih harga beberapa komoditas cukup signifikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi konsumen. Program ini tidak hanya membantu dalam hal ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Misalnya bawang lebih murah sekitar Rp4.000 per kilogram dibandingkan harga pasar. Begitu juga telur dan daging sehingga masyarakat dapat berbelanja dengan harga yang lebih terjangkau.
Tati, salah seorang warga Kota Cirebon, mengaku memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli kebutuhan pokok. Ia menyebutkan harga telur dalam GPM sekitar Rp22 ribu per kilogram. Sementara itu, di pasar harga telur berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp26 ribu per kilogram. Keberlanjutan program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi melalui stabilisasi harga pangan.
Pertanyaan Umum tentang GPM Cirebon
Berapa lama program GPM akan berlangsung? Program Gerakan Pangan Murah di Kota Cirebon akan dilanjutkan hingga akhir tahun 2026 sesuai keputusan pemerintah daerah.
Di mana lokasi pelaksanaan GPM? Kegiatan GPM biasanya digelar di Lapangan Kebon Pelok, Cirebon, setiap minggu sesuai jadwal yang ditetapkan.
Produk apa saja yang tersedia dalam GPM? Berbagai kebutuhan pokok tersedia termasuk minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, telur, daging, bawang, dan sayuran segar.
Bagaimana cara masyarakat mengetahui jadwal GPM? Informasi jadwal GPM dapat diakses melalui website resmi Pemkot Cirebon atau media sosial pemerintah kota.