Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas di Bitung

Published Oktober 16, 2026 · Updated Oktober 16, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

PADU Perluas Ruang Berkarya bagi Penyandang Disabilitas di Bitung

Beritaturah.com – Program Pusat Ajar Disabilitas Unggul (PADU) di Bitung, Sulawesi Utara, membuka ruang pembelajaran dan peluang usaha bagi penyandang disabilitas melalui pengolahan limbah kelapa menjadi produk kerajinan. Inisiatif yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melalui Integrated Terminal (IT) Bitung ini melibatkan kelompok binaan KALEB Community.

Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu anggota komunitas mengasah keterampilan, menghasilkan karya kreatif, serta mengambil peran dalam aktivitas ekonomi yang lebih inklusif. Limbah kayu kelapa, batok kelapa, dan sabut kelapa diolah menjadi bahan dasar kerajinan yang memiliki nilai tambah.

Area Manager Communication Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyampaikan bahwa PADU ditujukan untuk memperluas kesempatan bagi penyandang disabilitas agar mampu mengembangkan kemampuan dan terlibat dalam kegiatan produktif.

“Melalui PADU, Pertamina mendukung peningkatan keterampilan penyandang disabilitas sekaligus mendorong tumbuhnya kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi,” kata Lilik Hardiyanto.

Pelatihan Tutor hingga Praktik Produksi

Pelaksanaan PADU diawali dengan kegiatan trainers of trainer atau ToT. Para tutor mendapat pembekalan dari tenaga profesional agar memiliki keterampilan teknis dan pemahaman yang diperlukan untuk mendampingi anggota kelompok dalam proses produksi.

Setelah itu, pelatihan dilanjutkan melalui praktik langsung pembuatan kerajinan. Pesertanya mencakup teman tuli serta penyandang disabilitas fisik. Keterlibatan setiap anggota disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan kebutuhan aksesibilitasnya.

Teman tuli dapat berpartisipasi dalam proses pembuatan produk bersama fasilitator. Di sisi lain, anggota lain dapat mengambil bagian pada bidang pemasaran, komunikasi produk, maupun kegiatan usaha lainnya. Pembagian peran tersebut memungkinkan setiap peserta berkontribusi melalui kekuatan masing-masing.

Aspek kenyamanan dan keselamatan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Penyesuaian pada ruang kerja dan peralatan dilakukan agar proses belajar maupun produksi dapat berlangsung dengan akses yang lebih baik bagi para peserta.

“Inisiatif ini sekaligus menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan, menghasilkan produk kreatif, serta membuka peluang usaha produktif yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Lilik.

Limbah Kelapa Menjadi Nilai Ekonomi

KALEB Community saat ini menggunakan sekitar 20 kilogram limbah kelapa setiap bulan. Jumlah bahan yang diolah disesuaikan dengan permintaan terhadap produk kerajinan yang dibuat kelompok tersebut.

Pemanfaatan material sisa kelapa memberikan manfaat ganda. Selain menghadirkan bahan baku bagi karya kerajinan, kegiatan ini juga memperkenalkan praktik ekonomi sirkular di tingkat komunitas. Material yang sebelumnya berpotensi tidak dimanfaatkan dapat diolah kembali menjadi produk yang bernilai ekonomi.

Bagi kelompok binaan, proses itu bukan hanya soal menghasilkan barang. Pelatihan produksi, pembagian tugas, pengemasan gagasan usaha, dan komunikasi produk menjadi bagian penting dari pengalaman belajar. Kemandirian dapat tumbuh ketika anggota memiliki kesempatan untuk berkarya sekaligus memahami bagaimana hasil karya tersebut dapat menjangkau konsumen.

Pengolahan limbah kelapa juga memperlihatkan bahwa kreativitas lokal dapat berjalan bersama kepedulian lingkungan. Kayu, batok, dan sabut kelapa memiliki karakter yang berbeda, sehingga dapat digunakan untuk berbagai bentuk kerajinan. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, bahan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang memberi peluang pendapatan bagi komunitas.

Pendampingan untuk Mengembangkan Potensi

Local Hero Program PADU Pertamina Patra Niaga IT Bitung, Mega Yanti Makaminang, menilai pendampingan jangka panjang diperlukan agar kemampuan anggota kelompok dapat terus berkembang.

“Melalui PADU, kami ingin memastikan teman-teman penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki,” ujar Mega Yanti Makaminang.

Pendekatan ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai pelaku aktif dalam kegiatan komunitas, bukan sekadar penerima bantuan. Kesempatan untuk belajar keterampilan baru, memproduksi karya, dan menjalankan bagian-bagian usaha dapat memperkuat kepercayaan diri serta memperluas pilihan aktivitas ekonomi.

Lilik berharap pendampingan tersebut dapat menjadi fondasi bagi KALEB Community untuk bertumbuh lebih mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami berharap pendampingan ini dapat menjadi pijakan bagi KALEB Community untuk semakin mandiri dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Lilik.

Rencana Wisata Edukatif Inklusif

Ke depan, IT Bitung mendorong aktivitas KALEB Community berkembang sebagai destinasi wisata edukatif. Gagasan ini akan menggabungkan lokakarya pembuatan kerajinan, pengenalan bahasa isyarat bersama teman tuli, serta pengalaman menikmati kopi dari Cue Cafe, salah satu unit usaha KALEB.

Konsep tersebut dapat menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada proses belajar dan interaksi. Pengunjung berpeluang mengenal pemanfaatan limbah kelapa, melihat aktivitas kreatif komunitas, serta memahami pentingnya ruang publik dan kegiatan usaha yang inklusif.

Pengembangan rencana itu diharapkan membuka pasar baru, memperluas jejaring usaha, dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta pemangku kepentingan lain. Perpaduan kreativitas lokal, edukasi lingkungan, dan keterlibatan penyandang disabilitas menjadi arah yang ingin dibangun melalui PADU di Bitung.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas?

Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas matter?

Pertamina Patra Niaga dorong kemandirian disabilitas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.