Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

RI-Korea bangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center

Published Agustus 7, 2026 · Updated Agustus 7, 2026 · By Christopher Moore - beritaturah.com

Foto : Christopher Moore - beritaturah.com

Indonesia dan Korea Selatan Perkuat Kolaborasi Pengendalian Kebakaran Hutan

Beritaturah.com – Jakarta menjadi pusat perhatian dalam penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Melalui inisiatif strategis, RI Korea bangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center yang akan berlokasi di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan. Pusat pengendalian ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas nasional dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang semakin kompleks akibat perubahan iklim global.

Visi Jangka Panjang Pusat Pengendalian

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan pandangan strategis mengenai pembangunan pusat baru ini. Dalam pernyataannya di Jakarta pada hari Jumat, ia menjelaskan bahwa tantangan kebakaran hutan tidak lagi bersifat sederhana. Perubahan pola cuaca yang tidak menentu menuntut pendekatan yang lebih terstruktur dan berbasis data.

Pusat pengendalian ini akan menjadi fondasi penting bagi Indonesia dalam mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan. Dengan dukungan teknologi dari Korea Selatan, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan sistem peringatan dini dan respons cepat terhadap kejadian kebakaran.

"Banyak inisiatif yang akan kita kerjasamakan, tapi salah satunya memang memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center ini," kata Menhut.

Sejarah Panjang Kerjasama Bilateral

Kerjasama antara kedua negara memiliki akar yang kuat sejak pertemuan antara Raja Antoni dengan Menteri Korea Forest Service Park Eun-Sik pada bulan April. Pertemuan tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan. Sejak momen tersebut, kedua negara terus memperluas cakupan kolaborasi di berbagai bidang lingkungan hidup.

Menurut Menhut, pentingnya kerjasama internasional terletak pada sifat asap kebakaran yang tidak mengenal batas administratif. Fenomena transboundary haze menunjukkan bahwa masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan secara nasional saja. Kolaborasi regional menjadi kunci untuk pencegahan dan penanganan yang efektif.

"Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara," ujarnya.

Proyeksi dan Target Tahunan

Indonesia mencatatkan perbaikan bertahap dalam menangani kebakaran hutan setiap tahunnya. Pemerintah menargetkan luas area terbakar tetap terkendali meskipun tahun ini menghadapi tantangan tambahan dari El Nino yang datang lebih awal. Perbandingan dengan tahun 2023 menjadi acuan penting untuk mengukur keberhasilan program pengendalian.

Data menunjukkan tren positif dalam penurunan angka kebakaran, namun tantangan baru muncul seiring perubahan iklim. Pusat pengendalian baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target nasional.

"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," katanya.

Kontribusi Korea Indonesia Forest Center

Jeong Cheol-Ho, Co-Director Korea Indonesia Forest Center (KIFC), menjelaskan bahwa pusat pengendalian ini merupakan buah dari kerja sama yang telah dibangun selama lima tahun terakhir. Kedua negara telah saling bertukar teknologi, pengalaman lapangan, serta praktik terbaik dalam manajemen kebakaran hutan.

KIFC telah menjadi platform penting bagi pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Korea Selatan. Melalui program pelatihan dan studi banding, para ahli dari kedua negara telah mengembangkan metode baru dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Jeong juga menegaskan bahwa kerjasama ini tidak akan berhenti setelah proyek pusat pengendalian selesai tahun ini. Keduanya berkomitmen untuk terus mengembangkan inisiatif bersama dalam jangka panjang, mengingat pentingnya isu lingkungan bagi kedua negara dan kawasan Asia Tenggara secara keseluruhan.

Frequently Asked Questions

Apa fungsi utama Indonesia Forest and Land Fire Management Center?

Pusat ini berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Fasilitas ini akan menjadi tempat pelatihan, penelitian, dan pengembangan teknologi untuk meningkatkan respons terhadap kebakaran.

Di mana lokasi tepatnya pusat pengendalian ini?

Pusat pengendalian berlokasi di Daerah Operasi Manggala Agni Sumatera XVII/OKI, Sumatera Selatan. Lokasi ini dipilih karena merupakan area strategis yang sering mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Berapa lama kerjasama Indonesia dan Korea Selatan dalam bidang kehutanan?

Kerjasama ini telah dibangun selama lima tahun terakhir melalui Korea Indonesia Forest Center (KIFC). Berbagai inisiatif telah dilaksanakan termasuk pertukaran teknologi dan pelatihan tenaga ahli.

Apa tantangan utama yang dihadapi dalam pengendalian kebakaran tahun ini?

Tantangan utama adalah datangnya El Nino yang lebih cepat dari biasanya. Namun, pemerintah optimis angka kebakaran akan lebih rendah dibandingkan tahun 2023 berkat peningkatan sistem pengendalian.

Related Reading