Beritaturah News
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim untuk dukung ketahanan energi

Published September 26, 2026 · Updated September 26, 2026 · By Daniel Moore - beritaturah.com

Foto : Daniel Moore - beritaturah.com

SAKA Mulai Pengeboran Sumur Eksplorasi Baru di Kalimantan Timur

Beritaturah.com – Upaya menemukan tambahan cadangan minyak dan gas terus dilakukan di Kalimantan Timur. PT Saka Energi Indonesia, yang berada dalam Subholding Gas Pertamina, resmi memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 atau SM-1 di Wilayah Kerja Pekawai. Kegiatan ini ditujukan untuk memperdalam pemahaman atas potensi hidrokarbon di area tersebut sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Pengeboran dilakukan melalui PT Saka Energi Sepinggan (SES), operator Wilayah Kerja Pekawai. Tahap awal pekerjaan dimulai pada 22 September 2026 setelah seluruh pemeriksaan akhir dinyatakan siap.

“Setelah melalui serangkaian pemeriksaan akhir, SAKA melalui SES (PT SAKA Energi Sepinggan) memulai pengeboran Sumur Eksplorasi Saka Manpatu SM-1 di Wilayah Kerja Eksplorasi Pekawai pada 22 September 2026,” ujar Direktur Utama PGN SAKA Energi Indonesia Intan Fauzi.

Potensi Gas dan Minyak yang Diuji

Struktur SM-1 diperkirakan menyimpan volume hidrokarbon in-place P50 sekitar 109 BCF gas serta 22 MMBOE minyak atau kondensat. Angka tersebut menggambarkan estimasi volume hidrokarbon di dalam batuan reservoir, sehingga masih memerlukan pembuktian melalui kegiatan pengeboran dan evaluasi teknis lanjutan.

Sumur SM-1 menjadi bagian dari langkah eksplorasi untuk mengetahui apakah potensi yang telah diidentifikasi melalui kajian geologi dan geofisika dapat dikonfirmasi di lapangan. Hasil pengeboran nantinya diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai keberadaan, karakteristik, dan peluang pengembangan sumber daya migas di Wilayah Kerja Pekawai.

“WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi yang menarik dan menjadi salah satu area yang terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika,” kata Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA Fuji Koesumadewi.

SAKA telah menjalankan pencarian potensi di wilayah tersebut sejak SES dipercaya menjadi operator oleh SKK Migas pada 16 Mei 2018. Peran operator mencakup pelaksanaan kegiatan eksplorasi, pemenuhan persiapan teknis, dan pengelolaan operasi sesuai ketentuan keselamatan serta lingkungan yang berlaku.

Teknologi Casing While Drilling Diterapkan

Dalam pengeboran SM-1, SAKA menggunakan teknologi Casing While Drilling atau CWD. Teknologi ini memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing dilakukan dalam satu rangkaian kerja. Penerapannya diharapkan membantu meningkatkan efektivitas operasi, menjaga efisiensi, dan mendukung aspek keselamatan ketika menghadapi kondisi bawah permukaan yang memiliki karakteristik tertentu.

CWD sebelumnya telah digunakan pada pengeboran sumur SID-5 di Wilayah Kerja Pangkah. Pengalaman tersebut menjadi salah satu dasar penerapan teknologi serupa dalam proyek eksplorasi di Pekawai.

Sebelum pengeboran dimulai, perusahaan menyiapkan berbagai kebutuhan teknis dan operasional. Persiapan itu mencakup kesiapan rig, pemasangan serta integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan tenaga kerja. Aspek Health, Safety, Security & Environment atau HSSE juga menjadi bagian dari tahapan yang diperhatikan sebelum dan selama operasi berlangsung.

Keterhubungan dengan Lapangan Manpatu

Prospek eksplorasi di Wilayah Kerja Pekawai turut diperkuat oleh kondisi geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu. Lapangan tersebut dikelola PT Pertamina Hulu Mahakam dan telah memiliki Plan of Development atau POD.

Sekitar 10 hingga 24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam area Wilayah Kerja Pekawai. Keterkaitan struktur geologi tersebut memberi nilai penting bagi kegiatan SM-1, karena keberadaan hidrokarbon pada Lapangan Manpatu dapat menjadi salah satu petunjuk dalam mengevaluasi peluang di area yang berdekatan.

Meski demikian, pengeboran eksplorasi tetap memiliki fungsi utama untuk mengonfirmasi kondisi aktual di bawah permukaan. Estimasi awal dan indikasi dari studi sebelumnya perlu diuji melalui data sumur agar perusahaan dapat menentukan langkah berikutnya secara lebih terukur.

Bagi sektor energi, keberhasilan pencarian cadangan baru memiliki arti penting karena pasokan migas membutuhkan dukungan eksplorasi yang berkelanjutan. Penemuan sumber daya baru dapat membuka peluang pengembangan lanjutan, sementara data dari pengeboran yang sedang dilakukan juga menjadi dasar penting untuk pengambilan keputusan teknis di masa mendatang.

“Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional,” ujar Intan.

Melalui pengeboran Saka Manpatu-1, SAKA menempatkan Wilayah Kerja Pekawai sebagai salah satu area yang terus dievaluasi untuk mencari potensi tambahan. Fokus kegiatan tidak hanya berada pada target cadangan, tetapi juga pada pengumpulan data yang akurat, kesiapan operasi, dan penerapan standar keselamatan di setiap tahapan kerja.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim?

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim matter?

SAKA tajak sumur eksplorasi di Kaltim matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.